Mengenal Heksa, Preman Budiman Asal Karanganyar
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 24 Feb 2021
- visibility 25.872
- comment 0 komentar

Heksa Heri Sukarno. (Foto: Yaz Mita)
Heksa bertekad untuk kembali ke Karanganyar dan ingin berwiraswasta. Bermodalkan skill sebagai mandor, dia bertekad kuat untuk menjadi “bos” dan memiliki anak buah. Heksa terus meyakinkan dirinya dengan selalu berpikir positif dan bertekad keluar dari perusahaan. Tak lama kemudian, tahun 2002 dia menikahi gadis Kalimantan dan memboyongnya pulang ke Karanganyar.
Berpikir Positif; Apa yang Dipikirkan, Itulah yang Terjadi
Sepulang dari Kalimantan, Heksa dan istrinya hidup mengontrak berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Tak masalah. Heksa tahu betul cara menghadapi kehidupan ini, yang dibutuhkan hanyalah berpikir positif sebab Allah itu mengikuti prasangka hamba-Nya, yakin Heksa dalam hati.
Memegang teguh pada keyakinan prinsipnya bahwa apa yang dipikirkan, itulah yang akan terjadi. Segala yang diinginkan, bisa divisualisasikan dalam pikiran, kemudian segala sesuatunya akan mengarah ke sana, dan itulah yang akan terjadi. Hal terpenting adalah memiliki tujuan yang ingin dicapai. Impiannya memiliki rumah sudah dia visualisasikan dalam pikiran. Bahkan, tak hanya visualisasi dalam pikiran, namun ia gambarkan secara detail di atas kertas.







Saat ini belum ada komentar