Breaking News
light_mode
Beranda » Inspiring » Mengenal Heksa, Preman Budiman Asal Karanganyar

Mengenal Heksa, Preman Budiman Asal Karanganyar

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
  • visibility 25.987
  • comment 0 komentar

Heksa yang panik dan ketakutan, hanya bermodalkan tekad lari sejauh-jauhnya dari bumi Jawa. Heksa meninggalkan Karanganyar menuju Kalimantan.

Menggelandang di Kalimantan Hingga Bekerja di BUMN

Dalam hidup, semuanya membutuhkan proses. Kalimantan sama sekali asing baginya. Tidak ada kerabat, tidak ada kenalan, dan tidak ada yang dituju. Heksa hanya ingin melarikan diri sejauh-jauhnya dari Kebumen karena tidak ingin mendekam di jeruji besi. Namun dia tahu, hidup harus memiliki tujuan, ingin apa dan bagaimana. Berbagai proses penyesuaian dia lakukan.

Heksa hanya berprinsip harus tetap berpikir positif. Karena nanti itulah yang akan terjadi dan akan diterima. Hal ini dia temukan sendiri dalam kehidupan. Sebagai contoh, saat ada polisi dan dia berpikir ketilang, maka itulah yang terjadi. Saat melewati jalan berlubang dan ia berpikir akan terperosok, maka itulah yang terjadi. Dari kejadian itu ia berkeyakinan bahwa apa yang dipikirkan itulah yang akan terjadi.

Anak Ayam;  Sebuah Hidayah Tuhan

Tak terlalu sulit baginya menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Kehidupan Heksa sebagai anak jalanan cukup melatihnya terbiasa bermental baja dan tidak cengeng. Di tengah kesulitan, Heksa merasa mendapatkan petunjuk dari Tuhan. Tanpa sengaja Heksa melihat anak ayam yang baru beberapa hari menetas dibiarkan sendirian mencari makan oleh induknya.

Heksa terus berpikir dan menguatkan diri. Anak ayam saja bisa mencari makan mengais rezeki, apa iya manusia yang dilahirkan sempurna memiliki akal tidak bisa, renung Heksa.

Hari-hari yang berat terus dilaluinya dengan semangat berpikir positif. Hingga ia berkenalan dengan seorang teman yang membawanya bekerja di kantor BUMN di perbatasan Kalimantan-Malaysia.

Boyong Gadis Kalimantan Pulang ke Karanganyar

Bekerja sebagai mandor dengan gaji yang cukup mentereng, tidak membuat puas karena merasa kehilangan kebebasan. Heksa pun memilih berhenti dan memikirkan pekerjaan yang tidak mengikat. Kehidupan yang dijalaninya selama ini membuatnya terbiasa bebas dan tidak terikat waktu dan tenaga.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMI Kebumen Gratiskan Biaya Cek Golongan Darah saat Car Free Day di Alun-alun

    PMI Kebumen Gratiskan Biaya Cek Golongan Darah saat Car Free Day di Alun-alun

    • calendar_month Ming, 25 Sep 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kegiatan cek golongan darah gratis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen ikut meramaikan acara Car Free Day di Alun-alun Kebumen, Minggu, 25 September 2022. Menurut Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto, bahwa kegiatan ini masih dalam rangkaian HUT PMI ke-77. Meski sudah hampir sepekan, PMI Kebumen terus berbagi dalam kegiatan kemanusiaan. Baca […]

  • Tradisi Balon Udara Dilarang karena Berbahaya, 2 Lokasi Ini Dibolehkan

    Tradisi Balon Udara Dilarang karena Berbahaya, 2 Lokasi Ini Dibolehkan

    • calendar_month Rab, 3 Apr 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.636
    • 0Komentar

    Sesuai dengan Undang-Undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan. Pasal 411 menyatakan bahwa terdapat ancaman pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp500 juta, bagi warga yang dengan sengaja menerbangkan balon berukuran besar yang mengganggu penerbangan. Selain mengganggu penerbangan, balon udara juga bisa menyebabkan kebakaran rumah dan kebakaran hutan. Api dari sumbu […]

  • Keren, Dosen Stikes Muhammadiyah Gombong Raih Beasiswa ke Australia

    Keren, Dosen Stikes Muhammadiyah Gombong Raih Beasiswa ke Australia

    • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 19.615
    • 0Komentar

    Dengan pengorbanan harus meninggalkan suaminya Sigit Dwi Kurniawan dan dua anaknya selama dua bulan, Ike yang menjadi dosen sejak 2008 itu berharap dengan mengikuti pendidikan tersebut akan meningkatkan kompetensi dirinya sebagai dosen. Baca Juga: 25 Perawat Ikuti Pelatihan Penanggulangan Pasien Gawat Darurat di Stikes Muhammadiyah Gombong “Muaranya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Stikes Muhammadiyah Gombong,” […]

  • Asesmen Geopark Kebumen Menuju UGGp Dijadwalkan 20–30 Juli, Asesor dari Jerman dan China

    Asesmen Geopark Kebumen Menuju UGGp Dijadwalkan 20–30 Juli, Asesor dari Jerman dan China

    • calendar_month Sel, 4 Jun 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.087
    • 0Komentar

    Asesor Dijadwalkan Kunjungi 23 Situs Selama tiga hari, asesor akan mengunjungi 23 titik (geo site, bio site, dan cultural site) serta bertemu masyarakat setempat. Akan ada sesi tanya jawab oleh asesor kepada warga, sementara General Manager BP Geopark Kebumen dan ahli geologi yang mendampingi tidak boleh berperan aktif, namun hanya membantu jika diminta oleh asesor. […]

  • Mana Saja Lokasi untuk Kampanye dan Area yang Dilarang untuk Pemasangan APK di Kebumen?

    Mana Saja Lokasi untuk Kampanye dan Area yang Dilarang untuk Pemasangan APK di Kebumen?

    • calendar_month Ming, 26 Nov 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.245
    • 0Komentar

    Untuk bisa menggunakan lokasi tersebut harus mendapatkan izin. Seperti aset milik pemkab dapat mengurus di instansi terkait. Sedangkan untuk aset desa dapat mengurus di desa setempat. Bupati menegaskan bahwa selain lokasi yang sudah ditentukan tadi, kampanye pemilu dan pilkada tidak diizinkan. Beberapa masih ada yang dibolehkan, namun dengan syarat harus ada izin dari tuan rumah. […]

  • Gubernur Ahmad Luthfi

    Gubernur Ahmad Luthfi: Setop Ganggu Kades dan Hidupkan 3 Pilar di Desa

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.697
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Para kepala desa di Jawa Tengah dalam menjalankan program pembangunan mendapatkan “perlindungan” Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Bahkan dengan tegas orang nomor satu di  Jateng itu menegaskan bahwa tidak boleh kades sedikit-sedikit diganggu atau diancam dengan hukuman pidana. Dengan catatan, para kades bekerja sesuai aturan sebagaimana ketentuan dari para kepala daerah maupun perundang-undangan. […]

expand_less