Angkat Potensi Heritage Prembun, KUPU Pamerkan Jejak Sejarah Kota Gula

  • Whatsapp
Warga mengamati pameran. (Foto: Sigit-KebumenUpdate)

PREMBUN (KebumenUpdate.com) –  Sukses menggelar event Remboen Heritage Walk alias Jelajah Sejarah Prembun pada akhir 2019 lalu, Komunitas Pusaka Prembun (KUPU) kembali menggelar bertema heritage.

Sebuah pameran bertajuk “Menelusur Jejak Sejarah Kota Gula” dihelat di Aula Bhakti Mulia Prembun, Sabtu-Minggu  29 Februari 2019.  Dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan  Hj Y Rini Kristiani, pameran yang berlangsung dua hari itu menampilkan foto, dokumen dan artefak terkait Pabrik Gula Remboen.

Berita Lainnya

Tampilan di ruang pamer sendiri ternyata cukup beragam. Selain dokumen dan foto, ditampilkan pula berbagai barang dan artefak terkait sejarah masa lalu Prembun. Antara lain mesin ketik dan timbangan kuno, pedang katana hingga berbagai bintang penghargaan yang diterima salah satu warga Prembun.

Potensi Seni Rupa dan Kerajinan Turut Dipamerkan
Beragam barang bernilai sejarah turut dipamerkan. (Foto: Sigit-KebumenUpdate)

Selain tema pabrik gula, ditampilkan pula berbagai potensi senirupa dan kerajinan karya warga Prembun. Wahid, seorang perajin menampilkan lukisan wayang yang dibuat dari gabus styrofoam. Sementara SMPN 1 Prembun menampilkan puluhan lukisan acrylic karya siswanya.

Narasi yang menyertai item pameran sangat membantu pengunjung dalam memahami sejarah serta kisah di balik barang-barang yang dipamerkan. Hal itu terutama dirasakan oleh para pelajar dari sekolah di sekitar Prembun yang ditugaskan untuk menyusun laporan terkait pameran. Mereka tekun menyalin narasi yang tercantum sambil sesekali bertanya pada pemandu yang ada di setiap sudut pameran.

Acara Diramaikan Kesenian  Gojek Lesung hingga Karawitan
Pentas seni meramaikan pameran. (Foto: Sigit-KebumenUpdate)

Selama dua hari,  selain pameran juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti gojeg lesung, karawitan, kroncong, pencak silat hingga musik akustik. Secara khusus, gojeg lesung yang dibawakan oleh Karang Taruna Tunas Mandiri, Prembun mampu menarik atensi pengunjung.

Tak hanya suara pukulan alu yang rancak, namun juga lagu-lagu yang liriknya diubah sesuai tema pameran. Belum lagi para penari yang memperagakan berbagai permainan tradisional.

Ketua Panitia Sony Febrianto mengungkapkan bahwa KUPU yang dibentuk bulan Oktober 2019 memiliki misi menggali potensi heritage yang dimiliki Kota Prembun. Komunitas yang beranggota 20-an orang ini tercatat sudah dua kali mengadakan kegiatan terkait heritage.

“Terakhir Desember 2019 kami mengadakan jelajah heritage Prembun yang diikuti oleh puluhan peserta dari Kebumen, Jogja dan Solo,” ujarnya.

KUPU Dinilai Mampu Gandeng Potensi Budaya di Prembun

Kepala Desa Prembun, Slamet Suharno menyambut gembira kegiatan ini. Terlebih KUPU ternyata tidak terpaku dengan sejarah bangunan tua di Prembun. “Namun juga mampu menggandeng berbagai potensi budaya yang ada di Prembun,” katanya.

Hj Y Rini Kristiani yang mewakili Bupati KH Yazid Mahfudz menekankan pentingnya pemahaman sejarah yang benar dibangun di tengah masyarakat. Diyakini sejarah mampu menjadi inspirasi dan daya dorong meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah.

“Terlebih sejarah lokal pasti memiliki muatan nilai-nilai luhur pendahulu yang mesti dipegang,” ujarnya. (sgt)

Berita Terkait