Megy Devita: Mahasiswi Banyumas yang Jatuh Cinta dan Lestarikan Tari Khas Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 3 Mei 2025
- visibility 3.830
- comment 0 komentar

Megy Devita Febrianti saat tampil di acara festival kampus. (Foto: istimewa)
Melihat perkembangan seni tari di Kebumen, ia memberikan apresiasi terhadap banyaknya sekolah yang telah mengajarkan tari daerah. Namun, ia menyadari bahwa di wilayah pinggiran, seperti di MI Pejagatan tempatnya mengajar, Tari Cepetan masih belum dikenal. Inilah yang mendorongnya untuk aktif melatih dan mengenalkan tarian khas Kebumen tersebut kepada para siswa.
Upayanya membuahkan hasil manis. Tari Cepetan yang diajarkannya kepada siswa MI Pejagatan berhasil meraih nilai tertinggi dalam penampilannya saat pesta siaga beberapa waktu lalu. Hal ini semakin memotivasinya untuk terus mengenalkan Tari Cepetan, terutama di wilayah Kebumen timur yang menurutnya masih banyak yang belum mengetahuinya.
“Jangan sampai budaya, seni, dan kekayaan khas daerah Kebumen ini luntur. Kita harus terus menyebarluaskannya kepada masyarakat,” pesan Vita dengan nada penuh harap.
Bagi Vita, inspirasi dalam berkarya adalah bagaimana ia dapat memanfaatkan usia mudanya dengan kegiatan positif, menyibukkan diri dengan mengajar dan melatih tari.
Kisah Megy Devita Febrianti adalah cerminan semangat generasi muda yang peduli terhadap warisan budaya. Dedikasi dan kecintaannya pada seni tari tradisional Kebumen diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk turut melestarikan kekayaan budaya bangsa.







Saat ini belum ada komentar