Geosite Lempung Warna di Desa Cangkring, Dulunya Dikenal dengan Kedung Grigis
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sel, 16 Jul 2024
- visibility 9.815
- comment 0 komentar

Peserta sekolah bumi di Geosite Lempung Warna. (Foto: Hari)
Dari informasi tersebut, Eko berusaha mempertahankan Geosite Lempung Warna agar tidak dieksploitasi. Bahkan ia merencanakan tempat tersebut untuk keperluan edukasi bagi pelajar maupun akademisi.
“Kami pertahankan Geosite Lempung Warna karena merupakan situs geologi. Harapan kami bisa untuk edukasi bagi masyarakat, pelajar, atau akademisi. Lokasi ini juga saya rencanakan untuk kegiatan lain seperti pembibitan pertanian, rumah makan berbentuk saung/pedesaan, kolam renang, mungkin juga home stay dan minimarket. Dengan adanya Lempung Warna ini semoga menambah betahnya wisatawan yang berkunjung ke Kecamatan Sadang,” kata Eko.

Sungai Lukulo tepat di bawah Geosite Lempung Warna yang dulunya disebut Kedung Grigis oleh warga setempat. (Foto: Hari)
Dulunya Disebut Kedung Grigis
Menurut penjelasannya, masyarakat setempat mengenal Geosite Lempung Warna sebagai batu pelangi karena tampak megah berwarna-warni seperti pelangi.
“Kalau orang tua zaman dulu menyebut lokasi ini dengan sebutan Kedung Grigis. Karena batuan atau lempung ini ketika kena panas dan hujan akan rontok. Grigis karena mudah terkikis, sedangkan Kedung karena dekat dengan tepi Sungai Lukulo,” lanjutnya sambil menyebut bahwa luas tanah yang dimilikinya seluas 1,6 hektar.
Jika melihat sekeliling dari lokasi ini, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan yang indah yaitu Gunung Sirangkok dengan bukit barisannya, aliran Sungai Lukulo, serta hamparan sawah. Adapun pembibitan tanaman yang saat ini sudah berjalan, terdapat sekitar 20 jenis bibit pohon seperti mangga, alpukat, dan kelengkeng.







Saat ini belum ada komentar