Uji Kompetensi Wartawan dan Konteks Kelayakan Profesi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 23 Jan 2023
- visibility 2.213
- comment 0 komentar

Ilustrasi via Canva.com
Dan, pertanyaan itu bisa dijawab dengan cara elegan, misalnya wartawan proaktif menunjukkan identitas yang terkait dengan kompetensinya.
Proses pengujian dalam UKW berupa pembuktian unjuk kerja di meja uji, menurut saya cukup sahih untuk “merekonstruksi” sejauh mana elemen-elemen kompetensi itu telah mengalir dalam nadi wartawan.
Gambaran ringkas semacam ini kiranya cukup menjelaskan pentingnya posisi UKW, terutama dalam membangun kemampuan “kaffah” kewartawanan.
Ada konteks kebutuhan unjuk parameter kelayakan profesi. Kemudian ada konteks kepatutan mengukur kinerja bagi anggota organisasi profesi. Ada konteks pembeda untuk menunjukkan, mana wartawan yang dinilai kompeten dan mana yang berada di luar koridor itu.
Pendalaman pemahaman ini penting untuk membekali mereka yang memilih profesi sebagai wartawan. Selain itu, dinamika kehidupan profesi kewartawanan seperti ini, kiranya pantas pula diperkenalkan sebagai bagian dalam pembelajaran di Jurusan Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi, khususnya dalam Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.
Terdapat substansi nilai yang secara mendasar perlu ditunjukkan dan diajarkan kepada mahasiswa sebagai bagian dari “calon yang bakal mengisi profesi ini”, juga sebagai pengembangan ilmu dan praktik jurnalistik, bahwa profesi wartawan punya ukuran profesionalitas yang ketat sampai seseorang betul-betul layak disebut sebagai wartawan.
*Amir Machmud NS, pengajar jurnalistik Prodi Ilmu Komunikasi Fiskom UKSW, wartawan suarabaru.id, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah







Saat ini belum ada komentar