Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Semeru yang Dirindu: Nostalgia Pendakian 11 Tahun Silam – 2

Semeru yang Dirindu: Nostalgia Pendakian 11 Tahun Silam – 2

  • account_circle Hari Satria
  • calendar_month Kam, 24 Sep 2026
  • visibility 921
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Senin, 11 Mei 2015: Menuju Atap Jawa

Suhu dingin langsung menusuk tulang begitu kami terjaga. Berbekal jaket tebal, lampu penerang, serta sedikit bekal makan dan minum, kami bersiap memulai summit attack.

Di pos ranger, kami kembali diberi pengarahan mengenai rute, batasan area, serta tata tertib pendakian menuju puncak dan jalur turunnya.

Sekitar pukul 02.00, perjalanan dimulai. Kami menyusuri hutan cemara dan melewati Pos Arcopodo, meski arca kembar yang melegenda itu konon sudah tidak berada persis di sekitar jalur tersebut. Langkah demi langkah kami ayunkan dalam sunyi malam.

Begitu tiba di batas vegetasi—peralihan antara hutan dan area pasir vulkanik—kami berhenti sejenak untuk mengatur napas.

Mencari tempat istirahat di sini bukan perkara mudah; jalur setapak yang sempit dan medan yang curam menuntut kehati-hatian tinggi. Salah melangkah sedikit saja, batu-batu bisa menggelinding dan membahayakan pendaki lain di bawah.

Rombongan kami berjalan dengan tempo yang cukup santai, bahkan beberapa kali disalip oleh pendaki lain. Hingga fajar mulai menyingsing, puncak masih terasa jauh.

Bahkan ketika matahari sudah terbit sepenuhnya, kami belum juga sampai. Baru pada pukul 07.00 WIB, kami menjejakkan kaki di titik tertinggi Pulau Jawa: Mahameru, dengan kawah Jonggring Saloko yang gagah di hadapan kami.

Letupan abu dan gas vulkanik tampak menyembur setiap 20 hingga 30 menit sekali. Kami dan para pendaki lain sengaja menunggu momen tersebut demi mendapatkan latar belakang foto yang dihiasi “wedhus gembel” (asap dan abu vulkanik).

Meski matahari sudah bersinar terik, angin puncak berhembus kencang dan menciptakan hawa dingin yang menggigit. Sesuai imbauan petugas, kami tidak berlama-lama di atas sana.

Pukul 08.00 pagi, kami mulai turun kembali ke Camp Kalimati. Tantangan terbesar saat turun adalah ketelitian memilih jalur. Beberapa kasus kecelakaan pendaki kerap terjadi akibat salah mengambil jalur hingga terperosok ke jurang (seperti area Blank 75).

Sekitar pukul 11.00, kami tiba kembali di tenda. Rasa lelah langsung dibayar dengan istirahat panjang, memasak makan siang, membongkar tenda, dan bersiap melanjutkan perjalanan turun ke Ranu Kumbolo.

Kami sengaja memilih bermalam lagi di Ranu Kumbolo. Belajar dari pendakian tahun 2013 di mana kami nekat turun langsung dari Kalimati ke Ranupane saat magrib, keputusan bermalam kali ini terasa jauh lebih bijak.

Tiba di Ranu Kumbolo sekitar pukul 15.00 sore—yang menandai malam ketiga kami di gunung—kami kembali mendirikan tenda. Kali ini, kami memilih lokasi yang lebih dekat dengan tepi danau agar pemandangan pagi esok hari tidak terhalang tenda lain.

Aktivitas santai seperti biasa kembali dilakukan: menunaikan ibadah, makan, menyeruput kopi, dan merebahkan diri hingga malam mengantar kami ke dalam lelap.

Selasa, 12 Mei 2015: Pulang dengan Kenangan

Pagi hari disambut lebih awal demi menanti detik-detik matahari terbit dari celah bukit Ranu Kumbolo, pemandangan ikonik yang sekilas tampak seperti lukisan pemandangan anak-anak Sekolah Dasar.

Kami memasak sarapan pagi dengan menghabiskan sisa bahan makanan yang ada—seingat saya menunya adalah sop, bakwan, dan jamur crispy, meski ingatan saya mulai samar apakah benar itu menunya.

Sebelum bersiap, saya kembali menghubungi pengemudi jip langganan untuk menjemput kami di Ranupane sekitar pukul 15.00 sore. Pukul 10.00 siang, perjalanan turun dimulai dengan santai agar kami bisa menikmati setiap jengkal pemandangan terakhir.

Tepat pukul 14.00, kami tiba di Ranupane dan mendapati jip jemputan sudah menunggu. Kami segera melapor ke pos registrasi, menyerahkan sampah bawaan sebagai bentuk tanggung jawab pendaki, menaikkan ransel ke atas jip, dan melanjutkan perjalanan sore itu menuju Pasar Tumpang.

Setiba di pasar, kami beralih menggunakan angkutan desa menuju stasiun, dengan sedikit waktu tambahan untuk mampir ke toko oleh-oleh demi memborong manisan apel khas Malang dan aneka keripik buah.

Kereta kami dijadwalkan berangkat pukul 21.00 malam. Waktu luang yang masih panjang di stasiun dimanfaatkan untuk membersihkan diri di toilet. Perjalanan malam itu kembali kami lewati di dalam gerbong Malioboro Ekspres tujuan Yogyakarta.

Rabu, 13 Mei 2015: Kembali ke Realita

Kereta tiba di Stasiun Tugu, Yogyakarta, sekitar pukul 3 pagi. Sembari menunggu pagi terang, kami lewati waktu dengan duduk dan rebahan santai di peron stasiun. Pukul 06.00 pagi, kami berjalan kaki menuju Jalan Mangkubumi untuk mencari sarapan.

Sambil menikmati makanan hangat, kami menghitung kembali rincian biaya pendakian. Seingat saya, total pengeluaran per orang sekitar Rp650.000. Karena sebagian besar pendanaan awal menggunakan uang saya, di akhir perjalanan saya tinggal menerima dana iuran dari teman-teman.

Begitulah secuil kisah perjalanan saya ke Semeru sebelas tahun yang lalu. Seiring berjalannya waktu, beberapa detail mungkin mulai memudar dan catatan fisiknya entah tersimpan di mana.

Namun, hari itu, pendakian ditutup dengan kepulangan kami masing-masing ke rumah, sementara saya sendiri masih menyisakan beberapa hari cuti sebelum kembali merantau ke Kalimantan. **Makin Tahu Indonesia 

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

Suka menulis, membaca dan berpetualang.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Golkar Kebumen

    Ratna Yuliyanti Terpilih Secara Aklamsi Jadi Ketua Partai Golkar Kebumen 2025-2030

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.876
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ratna Yuliyanti SH secara resmi terpilih sebagai ketua DPD Partai Golkar Kebumen periode 2025-2030. Ratna secara aklamasi didaulat menggantikan ketua demisioner Hj Dra Halimah Nurhayati MAP yang habis masa jabatannya dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Tahun 2025 di Mexolie Hotel Kebumen, Sabtu 30 Agustus 2025. Selain memilih ketua, Musda yang dihadiri pengurus […]

  • Bu Silah siap melayani pelanggan di warung perahu miliknya. (Foto: Sigit Asmodiwongso)

    Warung Perahu Bu Silah, Sejak 1978 Layani Mancing Mania di Waduk Sempor

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 10.594
    • 0Komentar

    SELAIN fungsi irigasi dan pariwisata, Waduk Sempor juga menjadi wahana favorit bagi para pemancing. Setiap hari ratusan pemancing beraktivitas sepanjang tepian waduk, dari pagi hingga petang. Tak hanya dari Kebumen, banyak pula para pemancing dari luar kota seperti Jogja dan Solo. Seorang pemilik warung di tepian waduk, Bu Silah (60), melihat kehadiran pemancing itu sebagai […]

  • Menaker

    Hadapi Disrupsi AI, Menaker Tekankan 3 Kesiapan Lulusan Perguruan Tingg

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 434
    • 0Komentar

    JAKARTA, Beritakebumen.com – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu memiliki strategi “Triple Readiness” atau tiga kesiapan untuk menghadapi perubahan dunia kerja di era kecerdasan buatan (AI). Hal itu disampaikan dalam orasi ilmiah pada wisuda Universitas Paramadina di Jakarta, Sabtu 25 April 2026. Dalam paparannya, Yassierli menyebut perubahan lanskap dunia kerja terjadi secara […]

  • Warga Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun Ikuti Vaksinasi Massal oleh Binda Jateng

    Warga Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun Ikuti Vaksinasi Massal oleh Binda Jateng

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.997
    • 0Komentar

    KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) – Warga Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun mengikuti vaksinasi massal di Balai Desa Ungaran hari Senin 21 Maret 2022. Vaksinasi ini terselenggara atas kerjasama Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah dengan Puskesmas Kutowinangun. Kepala BIN Daerah Jawa Tengah Brigjen TNI Sondi Siswanto SH MM mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini sebagai upaya mempercepat herd […]

  • Bantu Penanganan Banjir, PMI Kebumen Kirim Tim Evakuasi dan Dirikan Dapur Umum

    Bantu Penanganan Banjir, PMI Kebumen Kirim Tim Evakuasi dan Dirikan Dapur Umum

    • calendar_month Ming, 9 Okt 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Intensitas hujan yang tinggi sejak Jumat, 7 Oktober 2022 mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa titik di wilayah Kabupaten Kebumen. Kejadian tersebut direspon oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen dengan mengirimkan tim evakuasi serta mendirikan dapur umum. Tim relawan PMI Kebumen meluncur ke beberapa lokasi untuk mengevakuasi korban banjir yaitu Desa […]

  • PAFI Sulawesi Barat

    PAFI Sulawesi Barat Berikan Tips Mengelola Asma dan Hidup Sehat

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 330
    • 0Komentar

    ASMA merupakan penyakit pernapasan kronis yang menyebabkan saluran napas menyempit dan meradang, seringkali membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Namun, dengan pengelolaan yang tepat, penderita asma tetap bisa menjalani hidup yang aktif dan produktif. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Sulawesi Barat pafisul.org memberikan beberapa tips penting untuk mengelola asma dan hidup sehat. Memahami Asma Asma adalah […]

expand_less