

BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tahun 2019 ini menganggarkan Rp 360 juta untuk bantuan air bagi daerah yang mengalami krisis air bersih. Anggaran tersebut setara dengan dengan 1.450 tangki air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Salam SH menyampaikan bahwa sampai akhir September ini pihaknya sudah mengirimkan sekitar 600 tangki air bersih termasuk CSR dari pihak lain baik institusi pemerintah, perusahaan swasta hingga perorangan.
“Anggaran yang tersisa diperkirakan masih mencukupi untuk mengirimkan bantuan air sampai Nopember mendatang,” ujar Salam saat mendampingi pengacara senior HD Sriyanto SH MH MM mengirim bantuan air bersih di Dukuh Kalisemo, Desa Tugu, Kecamatan Buayan, Sabtu (28/9/2019).
Baca Juga: Berdoa Minta Hujan, Santri Pondok Al Hasani Gelar Salat Istisqo
Lebih lanjut Salam mengapresiasi atas bantuan air bersih yang diberikan kepada warga yang mengalami kekeringan. Bantuan tersebut sekaligus membantu BPBD Kebumen dalam meringankan korban bencana kekeringan di Kebumen.
“Bantuan dari para donatur akan memperpanjang nafas anggaran yang dialokasikan oleh Pemkab Kebumen,” ujar Salam.
Dari data BPBD Kebumen, saat ini desa yang mengajukan droping air hampir mencapai 70 desa yang tersebar di 14 kecamatan. Jumlah itu lebih banyak jika dibandingkan tahun 2018 yakni sebanyak 64 desa.
Baca Juga: Warga Serbu Air Bersih Bantuan Happiness Karaoke dan Pemuda Pancasila

Sebelum mengirimkan bantuan pihaknya terlebih dulu mengobservasi lokasia apakah benar-benas sudah membutuhkan kiriman kiriman bantuan air bersih atau belum. Selain itu juga melihat apakah medan bisa dilalui oleh mobil tangki BPBD.
“Ada beberapa lokasi yang medannya sangat berat, sehingga mobil tidak bisa sampai titik. Sebab jika dipaksakan akan sangat berisiko bagi driver,” imbuh Salam.
Salam menyebutkan bahwa untuk mengirimkan air bersih, pihaknya mengoperasikan enam mobil tangki ditambah satu cadangan. Dalam sehari, satu mobil bisa mengirimkan empat sampai enam titik tergantung dengan jarak dan tingkat kesulitan medan.
“Medan yang sudah menjadi tantangan tersendiri bagi BPBD dalam menyalurkan bantuan air bersih,” tandas Salam. (ndo)
News & Inspiring