Breaking News
light_mode
Beranda » News » Jateng » Kembalikan Ekosistem Pesisir, Pemprov Jateng Mulai Program Mageri Segoro

Kembalikan Ekosistem Pesisir, Pemprov Jateng Mulai Program Mageri Segoro

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
  • visibility 952
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan bersinergi dengan Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara dan pihak terkait untuk menggalakkan penanaman mangrove dan rehabilitasi hutan pantai. Fokus awal adalah wilayah pesisir Pantau Utara Jawa Tengah yang sedang menghadapi ancaman abrasi dan penurunan tanah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sudah menginisiasi program Mageri Segoro. Program tersebut ditujukan untuk mengembalikan daya dukung ekosistem pesisir serta merehabilitasi mangrove dan hutan pantai.

“Saya nggak main-main soal mangrove ini. Program Mageri Segoro itu bentuk bahwa kita sanggup,” kata Ahmad Luthfi saat menerima audiensi dari Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara di kantornya, Rabu, 4 Juni 2025.

Program Mageri Segoro ini rencananya akan dimulai secara serentak Kamis, 5 Juni 2025. Ahmad Luthfi dijadwalkan akan memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia juga menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah yang memiliki garis pantai untuk serius dalam menanam mangrove.

“Saya ingin ini dilakukan serentak. Misal tidak bisa serentak, minimal masing-masing daerah harus punya target dan ada laporan dari tiap stakeholder,” ujar Ahmad Luthfi.

Abrasi di Pesisir Jawa Tengah

Wilayah pesisir Jawa Tengah tersebar di 17 kabupaten/kota dengan total garis pantai kurang lebih 971,52 KM. Meliputi Pantai Utara sepanjang kurang lebih 645,08 kilometer dan Pantai Selatan kurang lebih 326,44 kilometer. Di wilayah pesisir itu terdapat ekosistem hutan mangrove dan ekosistem hutan pantai. Pada 2024, diperkirakan luas hutan mangrove lebih dari 16.102,02 hektare.

Selama kurun waktu dari 2013 sampai 2021, wilayah pesisir Jawa Tengah mengalami abrasi seluas 4.993,87 hektare. Di beberapa wilayah pesisir Utara Jawa Tengah juga mengalami penurunan muka tanah. Data terakhir menyebutkan, penurunan muka tanah berkisar antara 8-14 cm per tahun dan di beberapa daerah bahkan lebih dari itu.

Ketua Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara, Ardas Patra mengatakan, total potensi mangrove di Jawa Tengah kurang lebih 44.000 hektare, sebanyak 15.000 hektare sudah ditanami. Namun berdasarkan data yang ia miliki sekitar 90 persennya bermasalah.

“Kami dari yayasan ini selama lima tahun akan mencoba menata kurang lebih 30 ribu hektare secara bertahap,” katanya.

Skema Multiplayer Effect Menanam Mangrove

Ardas menjelaskan, ada arahan dari Gubernur Ahmad Luthfi untuk gerakan menanam mangrove ini tidak dilakukan secara sporadis atau sendiri-sendiri. Harus dilakukan secara bersama-sama.

Persoalan mangrove itu, lanjut Ardas, begitu ditanam ditinggal pergi sehingga tidak terpantau berapa pohon yang bertahan dan berapa yang tumbang. Maka dari itu kolaborasi dari berbagai pihak harus dilakukan. Termasuk menyiapkan skema multiplayer effect dari menanam mangrove.

“Arahan dari Pak Gubernur tadi tidak boleh dilakukan secara sporadis. Butuh kolaborasi berbagai macam pemangku kepentingan. Harus disiapkan aktivitas lain bagi masyarakat atau kelompok masyarakat yang merawat mangrove seperti diberikan ikan dan lainnya. Ini yang harus digarap melalui kerja-kerja kombinasi pemerintah dan masyarakat, juga stakeholder terkait,” jelasnya.

Meski demikian, berdasarkan hasil analisa di lapangan penanaman mangrove di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah tidak bisa dilakukan dalam waktu bersamaan. Hal itu karena di beberapa titik ada yang daerahnya masih tertutup rob sehingga tidak bisa ditanami.

“Provinsi Jawa Tengah besok 5 Juni, kalau dari kami nanti 18 Juni di Pemalang, termasuk tadi ada tambahan titik yang kemarin didatangi Pak Gubernur,” ujarnya.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammadiyah

    Muhammadiyah dan Keberagaman

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.883
    • 0Komentar

    Oleh: Sigit Tri Prabowo SUATU malam di hari Sabtu, 21 Februari 1925 (27 Rajab), sekitar 75 orang berkumpul di kediaman T.A. Soehadi di Desa Semanda, Distrik Gombong, Kabupaten Karanganyar (kelak dilebur menjadi Kabupaten Kebumen). Mereka tengah merayakan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sebelum acara dimulai, salah satu tokoh, T.Mh. Rachmat menjelaskan tentang asas-asas Muhammadiyah serta […]

  • Bupati Sharing Bareng Kades se-Kecamatan Ayah di Pantai Pecaron, Ini yang Dibahas 

    Bupati Sharing Bareng Kades se-Kecamatan Ayah di Pantai Pecaron, Ini yang Dibahas 

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 595
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Desa se-Kecamatan Ayah diselenggarakan secara langsung di objek wisata Pantai Pecaron Desa Srati, Rabu 17 Juni 2026. Selain berfungsi sebagai forum evaluasi, kegiatan tatap muka dan sharing ini dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi pembangunan di tingkat desa. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lilis Nuryani, pimpinan […]

  • Prabowo

    Prabowo Tinggalkan Jokowi Menuju Kepemimpinan Berdaulat dalam 100 Hari Kerja

    • calendar_month Sen, 27 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.050
    • 0Komentar

    Oleh Bung Kafi PRABOWO Subianto, presiden Republik Indonesia, menghadapi tantangan besar untuk membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang independen dan tidak terpengaruh oleh bayang-bayang pemerintahan sebelumnya. Publik masih mempertanyakan apakah ia hanya akan menjadi “boneka Jokowi,” yang memerlukan langkah strategis untuk menunjukkan kepemimpinan sejati dan komitmen terhadap perubahan. Dialektika kepentingan antara Presiden Prabowo Subianto Joko Widodo […]

  • Fokus kerja

    Kembalikan Fokus Kerja: Strategi Jitu Hadapi Hari Pertama di Kantor Setelah Liburan

    • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.631
    • 0Komentar

    LIBUR panjang Lebaran Idulfitri 1446H telah usai. Pekerjaan di kantor kembali memanggil! Namun, pikiran masih di pantai? Jangan panik, fokus kerja bisa kembali. Berikut ini strategi jitu dalam menghadapi hari pertama bekerja dari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Tanjungbalai Provinsi Sumatera Utara – pafikotatanjungbalai.org yang patut kalian terapkan.  Kenapa Fokus Kerja Hilang Setelah Liburan? […]

  • Korban Hanyut di Sungai Belum Ditemukan

    Korban Hanyut di Sungai Belum Ditemukan

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 781
    • 0Komentar

    SEMPOR (KebumenUpdate.com) – Seorang pemuda warga Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kebumen, dilaporkan hanyut saat mandi di sungai. Korban diketahui bernama Sulono (29), dilaporkan hanyut sekitar pukul 18.15 WIB, Minggu 3 Maret 2024. Lokasi hanyut di aliran sungai di bawah jembatan, termasuk Dukuh Kesunen, RT 01/03 Desa Sampang Kecamatan Sempor. Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kasihumas […]

  • Migrant Care

    Migrant Care Dorong Optimalisasi Alokasi Anggaran APBD untuk Layanan Migrasi yang Aman dan Terjangkau

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.999
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Migrant Care mendorong Pemkab Kebumen melakukan optimalisasi alokasi anggaran APBD untuk layanan migrasi yang aman dan terjangkau. Hal itu disampaikan melalui diskusi yang diselenggarakan oleh Migrant Care di Hotel Mexolie Kebumen, Rabu (24/10/2024). Diskusi bertajuk “Advokasi dan Monitoring Alokasi Anggaran APBD untuk Mendukung Layanan Migrasi Aman dan Berbiaya Rendah” menyoroti pentingnya mengimplementasikan […]

expand_less