Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » News » Jateng » Kembalikan Ekosistem Pesisir, Pemprov Jateng Mulai Program Mageri Segoro

Kembalikan Ekosistem Pesisir, Pemprov Jateng Mulai Program Mageri Segoro

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
  • visibility 769
  • comment 0 komentar

SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan bersinergi dengan Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara dan pihak terkait untuk menggalakkan penanaman mangrove dan rehabilitasi hutan pantai. Fokus awal adalah wilayah pesisir Pantau Utara Jawa Tengah yang sedang menghadapi ancaman abrasi dan penurunan tanah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sudah menginisiasi program Mageri Segoro. Program tersebut ditujukan untuk mengembalikan daya dukung ekosistem pesisir serta merehabilitasi mangrove dan hutan pantai.

“Saya nggak main-main soal mangrove ini. Program Mageri Segoro itu bentuk bahwa kita sanggup,” kata Ahmad Luthfi saat menerima audiensi dari Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara di kantornya, Rabu, 4 Juni 2025.

Program Mageri Segoro ini rencananya akan dimulai secara serentak Kamis, 5 Juni 2025. Ahmad Luthfi dijadwalkan akan memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia juga menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah yang memiliki garis pantai untuk serius dalam menanam mangrove.

“Saya ingin ini dilakukan serentak. Misal tidak bisa serentak, minimal masing-masing daerah harus punya target dan ada laporan dari tiap stakeholder,” ujar Ahmad Luthfi.

Abrasi di Pesisir Jawa Tengah

Wilayah pesisir Jawa Tengah tersebar di 17 kabupaten/kota dengan total garis pantai kurang lebih 971,52 KM. Meliputi Pantai Utara sepanjang kurang lebih 645,08 kilometer dan Pantai Selatan kurang lebih 326,44 kilometer. Di wilayah pesisir itu terdapat ekosistem hutan mangrove dan ekosistem hutan pantai. Pada 2024, diperkirakan luas hutan mangrove lebih dari 16.102,02 hektare.

Selama kurun waktu dari 2013 sampai 2021, wilayah pesisir Jawa Tengah mengalami abrasi seluas 4.993,87 hektare. Di beberapa wilayah pesisir Utara Jawa Tengah juga mengalami penurunan muka tanah. Data terakhir menyebutkan, penurunan muka tanah berkisar antara 8-14 cm per tahun dan di beberapa daerah bahkan lebih dari itu.

Ketua Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara, Ardas Patra mengatakan, total potensi mangrove di Jawa Tengah kurang lebih 44.000 hektare, sebanyak 15.000 hektare sudah ditanami. Namun berdasarkan data yang ia miliki sekitar 90 persennya bermasalah.

“Kami dari yayasan ini selama lima tahun akan mencoba menata kurang lebih 30 ribu hektare secara bertahap,” katanya.

Skema Multiplayer Effect Menanam Mangrove

Ardas menjelaskan, ada arahan dari Gubernur Ahmad Luthfi untuk gerakan menanam mangrove ini tidak dilakukan secara sporadis atau sendiri-sendiri. Harus dilakukan secara bersama-sama.

Persoalan mangrove itu, lanjut Ardas, begitu ditanam ditinggal pergi sehingga tidak terpantau berapa pohon yang bertahan dan berapa yang tumbang. Maka dari itu kolaborasi dari berbagai pihak harus dilakukan. Termasuk menyiapkan skema multiplayer effect dari menanam mangrove.

“Arahan dari Pak Gubernur tadi tidak boleh dilakukan secara sporadis. Butuh kolaborasi berbagai macam pemangku kepentingan. Harus disiapkan aktivitas lain bagi masyarakat atau kelompok masyarakat yang merawat mangrove seperti diberikan ikan dan lainnya. Ini yang harus digarap melalui kerja-kerja kombinasi pemerintah dan masyarakat, juga stakeholder terkait,” jelasnya.

Meski demikian, berdasarkan hasil analisa di lapangan penanaman mangrove di sepanjang Pantai Utara Jawa Tengah tidak bisa dilakukan dalam waktu bersamaan. Hal itu karena di beberapa titik ada yang daerahnya masih tertutup rob sehingga tidak bisa ditanami.

“Provinsi Jawa Tengah besok 5 Juni, kalau dari kami nanti 18 Juni di Pemalang, termasuk tadi ada tambahan titik yang kemarin didatangi Pak Gubernur,” ujarnya.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan menipis. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Tenaga Kesehatan Was-was Tangani Pasien Indikasi Covid-19, Ini Sebabnya

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.607
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penyebaran virus Corona (Covid-19) tampaknya membuat was-was para tenaga kesehatan di Kebumen.  Bagaimana tidak, di  fasilitas layanan kesehatan mulai dari lini dokter praktik pribadi, klinik, puskesmas hingga rumah sakit ketersediaan alat pelindung diri (APD) semakin menipis. Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kebumen dokter Andika Purwita Aji menyampaikan, APD sudah sangat langka. […]

  • Taman Buah

    Inspiratif, Warga Logede Sulap Pekarangan Menjadi Taman Buah

    • calendar_month Sab, 23 Jan 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.242
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Desa Logede, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen menggerakkan warganya untuk memanfaatkan pekarangan kosong menjadi lahan yang produktif. Salah satu upaya dengan membuat Kebun Pangan Warga yang ada di setiap RT. Kebun Pangan Warga yang dikelola ibu-ibu PKK tersebut memanfaatkan lahan kosong dengan ditanami tanaman pangan maupun sayuran. Selain Kebun Pangan Warga yang sudah […]

  • Pantai Menganti

    Inilah Cara Asyik Menikmati Indahnya Pantai Menganti

    • calendar_month Sel, 25 Mei 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.118
    • 0Komentar

    PANTAI Menganti tidak hanya moncer bagi warga Kebumen, tetapi sudah menjadi destinasi yang cukup dikenal oleh masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya. Keistimewaan pantai yang berada di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen ini wisawatan dapat menikmati indahnya matahari terbit (sunrise) sekaligus matahari terbenam (sunset). 1. Cobain Asyiknya Menginap di Pantai Menganti  Sunset paling sempurna pada musim […]

  • Petugas BPBD Kebumen melakukan sterilisasi toko milik pasien yang meninggal dunia. (Foto: BPBD Kebumen)

    Kebumen Tanggap Darurat Corona, Apa Saja Kebijakan Pemkab?

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.617
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menetapkan Kebumen berstatus tanggap darurat Corona (Covid-19). Hal itu menyusul adanya satu warga Kebumen yang meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta diketahui positif corona. Penetapan status tersebut diikuti sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkab Kebumen dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di kabupaten Berslogan Beriman. Warga […]

  • PAFI Bener Meriah

    PAFI Bener Meriah: Apotek Online Praktis, Aman, atau Berbahaya?

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 570
    • 0Komentar

    PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan kita, termasuk dalam hal kesehatan. Salah satunya adalah munculnya apotek online. Kemudahan membeli obat secara online memang sangat menggoda. Namun, apakah apotek online benar-benar aman dan terpercaya? Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Bener Meriah pafibenermeriahkab.org memberikan pandangannya. Kemudahan dan Tantangan Apotek Online Apotek online menawarkan beberapa […]

  • Ketua PMI Kebumen Pimpin Langsung Pendistribusian Bantuan Kepada Warga Terdampak Bencana

    Ketua PMI Kebumen Pimpin Langsung Pendistribusian Bantuan Kepada Warga Terdampak Bencana

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Bencana banjir dan tanah longsor pada beberapa titik di wilayah Kabupaten Kebumen, direspon oleh PMI Kebumen dengan mengirimkan bantuan ke lokasi terdampak. Penyaluran bantuan berupa paket sembako bagi masyarakat dipimpin langsung Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto, Sekretaris PMI Kebumen Mukhsinun, serta para relawan pada Minggu, 6 November 2022. “Kebumen sejak semalam dilanda […]

expand_less