Breaking News
light_mode
Beranda » News » Dua Dalang Milenial Prama-Rafi Tampil Menawan di Banyumas

Dua Dalang Milenial Prama-Rafi Tampil Menawan di Banyumas

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 3 Des 2019
  • visibility 5.354
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

BANYUMAS (KebumenUpdate.com) – Dua dalang milenial asal ibukota Jakarta Ki Prama Riza Fadhlansyah (14) dan Ki Rafi Ramadhan (12) tampil menawan dalam pergelaran wayang kulit semalam suntuk di lapangan Desa Pajerukan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Sabtu, 30  November 2019.

Tampil bersama dalang kondang Ki Anom Jatmiko, putra Ki Anom Suroto asal Solo, Prama-Rafi membedah lakon “Jumenengan Indraprasta” atau Babat Wanamarta. Pentas wayang kulit kerjasama masyarakat Desa Pajerukan dengan Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta rangka peringatan Hari Wayang Nasional  2019 yang jatuh pada 9 Nopember.

Pentas ini sekaligus wujud Program Pengabdian kepada Masyarakat (Adimas) Unindra PGRI Jakarta dalam bidang seni dan  budaya.  Hadir Bupati Banyumas Ir H Ahmad Husein, Ketua FKUB Banyumas Dr KH Supani MA, Rektor Unindra Prof Dr H Sumaryoto dan Kades Pajerukan Slamet Kartomiharjo.

Kepiawaian Olah Sabet Ki Rafi Hibur Penonton

Ki Rafi membuka pergelaran dengan adegan perang. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Para penonton wayang yang biasanya didominasi oleh orang tua, kali ini di barisan depan dipenuhi oleh anak-anak yang ingin teman sebaya mereka tampil mendalang.

Kedua dalang yang menginjak remaja itu totalitas dalam mendalang. Rafi Ramadhan naik panggung membuka pergelaran dengan adegan perang. Penonton dibuat kagum atas kepiawaiannya dalam olah sabet. Bukan sebatas prapatan, jeblosan, tapi piawai adegan salto.

Setelah Rafi menghibur dengan adegan perang dilanjutkan Ki Anom Jatmiko jejeran hingga limbukan. Setelah itu, Prama naik panggung mengisi adegan Bima Babat Alas dengan membongkar hutan dan seisinya yang akan dibangun sebagai kerajaan.

Penonton kembali dibuat berdecak kagum. Prama bukan sebatas piawai olah perang dan juga koprol, tapi sudah menghayati setiap adegan yang malam itu menyajikan lakon.

Ki Prama Pun Semakin Matang dalam Mendalang

Ki Rafi tampil semakin matang dalam mendalang. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Prama yang lahir dan besar di Jakarta, sudah semakin matang baik dalam sulukan, antawecana maupun dialog antara tokoh Bima dan Anoman. Sulukan Prama juga enak didengar dan sudah sesuai dengan titilaras. Ini merupakan kemajuan luar biasa dari penampilan Prama dan Rafi.

Saat tokoh Bima berupaya merobohkan pohon raksasa, saking besarnya pohon tersebut sehingga Bima kesulitan mendorong apalagi mencabutnya. Namun Bima tidak kurang akal. Pohon raksasa itu dikuliti lembar demi lembar. Adegan dramatis ini membuat decak kagum penonton.

“Baru kali ini saya melihat dalang remaja sudah menghayati dan menjiwai setiap tokoh dan adegan,” ujar Saring Hartoyo, penggemar wayang kulit yang berada di samping kiri panggung.

Prama yang saat ini duduk di kelas 3 SMP dan Rafi Ramadhan duduk kelas 6 SD, keduanya cucu Rektor Unindra Prof Dr H Sumaryoto. Prama dan Rafi sudah malang melintang pentas wayang kulit mulai dari neger hingga mancanegara. Tak heran, Duta Seni Budaya Internasional ini pernah pentas di beberapa negara seperti India, Rusia dan Korea Selatan.

Pergelaran Wayang Sarana Paseduluran dan Nasehat Kehidupan

Bupati Kebumen Ahmad Husein melantunkan suluk di hadapan Rektor Unindra Prof Sumaryoto. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Momentum istimewa, sebelum menyerahkan wayang gunungan kepada Rektor Unindra Prof Sumaryoto, Bupati Banyumas Ahmad Husein melantunkan suluk Patet Sanga yakni Sangsaya Dalu dan Bumi Gonjang-ganjing. Penyerahan wayang dari Bupati kepada Raktor Unindra dilanjutkan kepada Ki Anom Jatmiko dan dalang remaja Prama Riza Fadhlansyah.

“Pergelaran wayang kulit merupakan sarana paseduluran. Masyarakat bertemu saling sapa, guyub rukun, saling tolong menolong dan gotong royong,” ujar Bupati Ahmad Husein.

Cerita wayang juga sebagai nasehat hidup bahwa orang benar, seberapa pun terjalnya jalan yang dilalui akan berakhir bahagia. “Sedangkan para pelaku kejahatan pada akhirnya mendapatkan balasan atas apa yang diperbuatnya,” tandasnya. (shy)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Lilis Nuryani Pastikan Perbaikan Jalan Rusak di Kebumen Berlanjut Pasca-Lebaran

    Bupati Lilis Nuryani Pastikan Perbaikan Jalan Rusak di Kebumen Berlanjut Pasca-Lebaran

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 445
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani memastikan bahwa perbaikan jalan di berbagai wilayah Kabupaten Kebumen akan terus dilakukan secara bertahap dan terukur. Dalam agenda Tarawih dan Silaturahim (Tarhim) di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Minggu 1 Maret 2026, Bupati mengungkapkan bahwa setelah hari raya Idulfitri nanti, pengerjaan di sejumlah titik jalan yang rusak berat akan segera […]

  • Di Balik Permukaannya yang Tandus, Tersimpan Eksotisme dan Keindahan Perut Bumi (4)

    Di Balik Permukaannya yang Tandus, Tersimpan Eksotisme dan Keindahan Perut Bumi (4)

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 4.065
    • 0Komentar

    MELEWATI ratusan anak tangga yang terbuat dari beton cukup membuat letih dan ngos-ngosan peserta, termasuk saya sendiri. Anggap saja pemanasan sebelum memasuki Gua Petruk di mana merupakan situs geologi yang terbentuk dari proses alamiah di Kawasan Karst Gombong Selatan. Oya, Gua Petruk juga merupakan salah satu geosite yang ada di Geopark Kebumen (dulu Geopark Karangsambung […]

  • Pemkab Kebumen Siap Terapkan WFH Sepekan Sekali demi Efisiensi Anggaran

    Pemkab Kebumen Siap Terapkan WFH Sepekan Sekali demi Efisiensi Anggaran

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.078
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menyatakan kesiapannya untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) pasca-libur Lebaran 2026. Langkah ini diambil menyusul instruksi Pemerintah Pusat sebagai upaya penghematan energi di tengah melonjaknya harga minyak dunia. Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen, Edi Rianto, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang menunggu surat edaran […]

  • PWI Jateng

    Wagub Taj Yasin Ajak PWI Bersinergi Bangun Jateng

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 483
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengajak wartawan terutama yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah untuk berkolaborasi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan Jawa Tengah tidak bisa dilaksanakan hanya oleh pemerintah maupun unsur Forkopimda. Hal itu disampaikan Gus Yasin saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam […]

  • Di Balik Permukaannya yang Tandus, Tersimpan Eksotisme dan Keindahan Perut Bumi (2)

    Di Balik Permukaannya yang Tandus, Tersimpan Eksotisme dan Keindahan Perut Bumi (2)

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.575
    • 0Komentar

    SATU hari menjelang pelaksanaan kegiatan Bascara, Jumat 15 September 2023, pengurus mulai sibuk menyiapkan perlengkapan pendukung kegiatan. Salah satunya mengambil safety helmet di tempat persewaan. Seksi perlengkapan yang di-handle Faisal Galih Indarko dan teman-temannya, sejak pukul 13.00 WIB sudah meluncur ke lokasi, di Desa Rahayu Kecamatan Padureso. Sementara pengurus yang lain stand by di sekolah. […]

  • Miris, Jalan Menuju Objek Wisata Ini Rusak Parah

    Miris, Jalan Menuju Objek Wisata Ini Rusak Parah

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.386
    • 0Komentar

    PURING (KebumenUpdate.com) – Pada musim penghujan seperti sekarang ini, Kebumen tidak hanya rawan terhadap bermacam bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Saat curah hujan tinggi, biasanya akan diikuti oleh banyaknya  jalan yang rusak di Kebumen. Munculnya jalan berlubang pada musim penghujan terjadi di semua ruas jalan baik di jalan nasional yang […]

expand_less