Petani Ini Gunakan Drone dan Alat Canggih untuk Sawah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 18 Jul 2025
- visibility 1.752
- comment 0 komentar

Petani mengoperasikan drone untuk pertanian. (Foto: Humas Jateng)
KLATEN (KebumenUpdate.com) – Petani di Jawa Tengah mulai meninggalkan cara tradisional dan beralih ke alat pertanian modern. Mekanisasi ini tidak hanya mempercepat proses tanam hingga panen, tetapi juga menekan biaya produksi secara signifikan.
Ketua Kelompok Tani Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Muhammad Sensus, menyebut penggunaan alat seperti drone, rice transplanter, rotavator, cultivator, dan combine harvester telah meningkatkan efisiensi pertanian di wilayahnya.
“Dengan alat modern, pekerjaan lebih cepat dan biaya jauh lebih hemat dibanding sistem manual,” kata Sensus, Kamis 17 Juli 2025.
Kelompok tani yang ia pimpin beranggotakan 50 petani dengan lahan seluas 32 hektare. Sejak setahun terakhir, mereka menggunakan teknologi pertanian dari pengolahan lahan hingga panen. Salah satu inovasi andalan adalah penggunaan drone untuk menyemprot hama dan memantau pertumbuhan tanaman.
“Drone sangat membantu. Semprotan lebih merata hingga bagian bawah tanaman, dibandingkan metode semprot manual,” jelasnya.
Kurangi Risiko Gagal Panen
Sensus menuturkan, sebelum menggunakan alat modern, petani kerap gagal panen karena lambatnya proses tanam dan penanganan hama yang kurang maksimal. Kini, hasil panen meningkat berkat teknologi dan kerja sama antaranggota kelompok.
“Dulu sering rugi. Sekarang hasilnya bagus dan stabil,” ucapnya.
Meski begitu, tantangan masih ada. Mayoritas sawah di wilayahnya tergolong lahan tadah hujan sehingga saat kemarau, air menjadi kendala utama. Ia berharap pemerintah membantu menyediakan sumur dalam sebagai solusi.
“Kalau air cukup, kami yakin produksi akan semakin meningkat,” imbuhnya.
Dinas Pertanian Siapkan Alat Gratis
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, mekanisasi pertanian menjadi strategi utama untuk mewujudkan swasembada pangan. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan presisi dan efisiensi usaha tani.
“Alat pertanian membantu petani bekerja lebih cepat dan hasilnya bisa maksimal,” kata Frans.
Ia menambahkan, Pemprov Jateng memiliki program Brigade Pertanian, yang menyediakan layanan pinjam alat secara gratis untuk kelompok tani. Fasilitas ini tersedia di tujuh titik, antara lain di Pati, Banyumas, Surakarta, dan Semarang.
“Kelompok tani tinggal ajukan permohonan. Gratis, hanya biaya angkut ditanggung peminjam,” jelasnya.
Saat ini, Dinas Pertanian terus melakukan sosialisasi dan pendampingan agar petani makin terbiasa dengan mekanisasi. Jawa Tengah tercatat memiliki lebih dari 60 ribu kelompok tani, dengan luas lahan sawah hampir 1 juta hektare.







Saat ini belum ada komentar