Kenalkan Potensi Desa Pejagatan Melalui Lomba Kreasi Gerabah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 10 Agu 2021
- visibility 2.012
- comment 0 komentar

Siswa SD mengikuti lomba kreasi gerabah.(Foto: Indri Mariska)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Mahasiswa KKN T IPB University mengadakan kegiatan pengenalan potensi Desa Pejagatan, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen melalui lomba kreasi gerabah.
Kegiatan berlangsung di Aula Pertemuan Desa Pejagatan, Kamis 5 Agustus 2021. Peserta lomba kreasi gerabah sebanyak 17 siswa-siswi yang berasal dari SDN 1 Pejagatan, SDN 2 Pejagatan dan MI Pejagatan. Mereka mendapatkan pendampingan dari para guru masing-masing sekolah.
Lomba kreasi gerabah menjadi ajang untuk mengenalkan potensi desa sekaligus mengajak peserta untuk belajar dengan metode learning by doing tentang gerabah. Metode pembelajaran ini menekankan pada pengalaman anak secara langsung di dalam suatu proses kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga: 9 Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Gombong Berangkat KKN ke Lombok
Dalam mengikuti kegiatan lomba ini, peserta secara langsung mempraktikan proses pembuatan gerabah. Selain itu, juga mengenalkan secara langsung kepada peserta bahan baku pembuatan gerabah yaitu tanah liat baik dari tekstur dan warnanya.
“Adanya lomba kreasi gerabah ini kami mengharapkan bisa mengedukasi siswa terkait potensi desa mereka sendiri. Karena mereka yang nantinya akan menjadi penerus desa ini,” ucap Adib Alhafiz, Mahasiswa KKN T IPB University.
Lebih lanjut Adib menjelaskan dalam lomba kreasi gerabah ini, peserta bebas mengkreasikan tanah liat menjadi bentuk apapun sesuai imajinasi mereka. Bentuk hasil karya peserta mulai dari kura-kura, cangkir, rumah dan lainya.
Sentra Gerabah
Desa Pejagatan terkenal sebagai sentra produksi gerabah di Kebumen. Usaha pembuatan gerabah banyak terdapat di Dukuh Kedungsumur. Hasil produksi gerabah bermacam-macam mulai dari layah/piring, padasan (tempat air umumnya untuk wudhu), kendil dan lainya.
Masyarakat desa ini sudah secara turun temurun membuat aneka gerabah sejak lampau. Namun perubahan zaman yang semakin modern masyarakat kurang berminat pada produk-produk gerabah. Masyarakat cenderung memilih produk-produk dari bahan plastik.
Baca Juga: Mahasiswa IPB Kenalkan Koperasi pada Anak Lewat Permainan
Para generasi penerus Desa Pejagatan harus menghadapi tantangan ini untuk tetap bisa eksis dan menyuarakan potensi desanya.
“Kami juga mengharapkan apabila edukasi gerabah ini bisa menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah di Desa Pejagatan,” ungkap Sekretaris Desa Pejagatan Novi Ikawati SP.
Masuknya edukasi gerabah sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah agar para siswa menjadi familiar dengan gerabah. Selain itu juga membantu terwujudnya wisata edukasi gerabah Desa Pejagatan yang merupakan cita – cita sejak lama.







Saat ini belum ada komentar