Merdi Bumi Desa Bojongsari: Dihadiri Ribuan Warga dan Diwarnai Kuis Interaktif
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 36
- comment 0 komentar

ALIAN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Desa Bojongsari Kecamatan Alian menggelar acara tradisi Merdi Bumi yang puncaknya dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026.
Acara tahunan yang mengusung tema “Sesarengan Mbangun Desa” ini berlangsung meriah di halaman Kios Desa Bojongsari dan dihadiri oleh ribuan warga setempat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, mantan Bupati Kebumen Ir. Mohammad Yahya Fuad, SE, Sekretaris Daerah (Sekda) Edi Rianto, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, anggota DPRD kabupaten, pimpinan OPD, jajaran Forkopimcam Alian, serta para kepala desa di wilayah sekitar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tahlil dan doa bersama, dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial warga desa.
Adapun puncak acara ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh dalang Ki Sunarpo Guno Prayitno dari Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, menyampaikan rasa bangga dan cintanya kepada masyarakat Desa Bojongsari.
Ia menyatakan kesiapannya untuk mengawal aspirasi masyarakat dalam bidang pembangunan fisik, khususnya infrastruktur jalan, guna mendukung kemajuan dan kesejahteraan desa.
“Insyaallah Juli-Agustus akan turun aspirasi saya pembangunan jalan di Desa Bojongsari. Bukan hanya satu titik tapi dua titik,” jelas Reza disambut tepuk tangan warga.
Reza juga menekankan pentingnya esensi Merdi Bumi sebagai momentum untuk membangkitkan rasa syukur, nguri-nguri (melestarikan) budaya, serta mempererat tali silaturahmi antar warga.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam pidatonya memberikan apresiasi atas semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan oleh warga Desa Bojongsari.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak lepas dari persatuan dan kekuatan sosial warganya. Bupati berkomitmen bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen akan terus mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, maupun pemberdayaan masyarakat sesuai kewenangan yang ada.
“Ini adalah hiburan sekaligus tuntunan. Oleh karenanya saya mengajak semua untuk menjaga ketertiban, kerukunan, dan kebersihan selama acara,” pesan Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Lilis Nuryani juga mengaitkan pagelaran wayang kulit ini dengan pendidikan karakter anak sejak dini di lingkungan keluarga. Ia mengingatkan para orang tua untuk memanfaatkan waktu senggang guna mendengarkan dan mengarahkan anak-anak mereka agar tumbuh dengan karakter yang baik di dalam rumah yang hangat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mempromosikan agenda wisata daerah, yakni pelaksanaan festival budaya Karangbolong Culture Festival yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu di kawasan wisata Pantai Karangbolong.
Suasana malam merdi bumi semakin hangat dan interaktif ketika Bupati Lilis Nuryani mengadakan sesi tanya jawab berhadiah bersama warga. Beberapa pertanyaan seputar objek wisata terkenal di Kebumen seperti Gua Jatijajar, Pantai Meliwis, Pantai Bocor, Pantai Petanahan, dan Karangbolong berhasil dijawab dengan baik oleh warga. **Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar