Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Tragedi Muzdalifah dalam Pandangan Etika Bisnis

Tragedi Muzdalifah dalam Pandangan Etika Bisnis

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 4 Jul 2023
  • visibility 10.585
  • comment 0 komentar

Nama-nama tersebut rupanya mem-vendorkan urusan busnya ke pihak ketiga. Urusan catering juga ke pihak ke-tiga, yang pada akhirnya tidak bisa ditelusuri siapa yang bikin rusuh hingga ada kejadian jamaah ada yang tidak terangkut bus. Ada kejadian makan tidak manusiawi, tenda overload, dan sebagainya. Bisa jadi dari yang terpilih tadi salah order, atau bisa jadi vendornya yang wan prestasi dan mereka melakukan pelanggaran etika bisnis yang sangat mencolok.

Pelayanan Armuzna yang Buruk
Tragedi Muzdalifah

Para jamaah haji menunggu diangkut dari Muzdalifah. (Foto: Joko Purnomo)

Kejadian pelaksanaan Armuzna tahun ini saya katakan terburuk sepanjang yang saya ketahui dari perkembangan haji Indonesia. Buruknya pelayanan haji ini tidak hanya menimpa jamaah haji reguler Indonesia, tapi saya juga mendapat informasi dari rekan saya juga menimpa jamaah haji khusus.

Sebenarnya, sumber masalah ada pada masyair/masyariq di bawah Kementerian Haji Saudi. Di antara sebabnya adalah penambahan kuota haji ternyata tidak dibarengi dengan penambahan maktab yang mengurusi jamaah haji.

Baca Juga: 1.290 Calon Jamaah Haji Kebumen Berangkat, Tertua Usia 101 Tahun

Kejadian bus terlambat itu kasus biasa, tetapi jika sampai tidak ada, itu kasus fatal! Saya beserta para jamaah dari kloter 28 SOC dan kloter-kloter setelahnya diangkut dari Padang Arofah menuju Muzdalifah sudah lewat tengah malam kurang lebih hampir jam 02.00 WAS dini hari. Banyak pengangkutan dari Arofah ke Muzdalifah yang jadwalnya baru diangkut menjelang subuh.

Berlanjut lagi angkutan dari Muzdalifah ke Mina yang terlambat dan bahkan tidak datang-datang hingga bikin jamaah kepanasan kehausan dan kelaparan di Muzdalifah. Hingga menjelang dzuhur dan bahkan sampai habis dzuhur mereka baru diangkut dalam kondisi dehidrasi karena panasnya mencapai 45 derajat ditambah lagi perut kosong karena tidak dapat air dan makan.

Kami mendapatkan kiriman foto dan video dari mereka mereka yang sampai siang belum diangkut dari Muzdalifah, banyak jamaah yang mengais sisa air dari botol-botol yang tertinggal. Sementara jamaah dari negara lain memilih jalan kaki dari Arafah ke Muzdalifah, Mina, hingga kembali ke Mekah untuk Ifadhah dan Sai.

Pelanggaran Etika Bisnis Perusahaan

Ya, kejadian ini jauh dari standar haji tahun sebelumnya. Kejadian kapasitas tenda yang over load hingga banyak jamaah yang memilih tidur di jalan atau di tenda logistik baik di Arafah maupun Mina menjadi solusi ketika tidak ada pilihan lain yang manusiawi. Bahkan ada ketua kloter dari Kebumen yang saya tanya ketika malam pertama datang tidurnya di kursi roda karena tidak mendapat tempat ditenda. Astghfirulloh.

Logikanya ketika jumlah gelang yang dicetak sama dengan kapasitas tenda, tentu kejadian jamaah tidak dapat tenda tidak akan terjadi. Ini tentunya pelanggaran etika bisnis yang sangat fatal dari penyelenggara dalam hal ini masyariq. Sebab kedua kemungkinan karena penjualan visa non reguler (furoda) dalam jumlah besar namun tidak diimbangi dengan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan.

Diantara konsekwensinya adalah bertambahnya jumlah bus Taraddudi  di kawasan Armuzna yang menyebabkan kemacetan parah, sehingga waktu penjemputan jamaah di Muzdalifah menjadi terlambat. Itu pun di perparah dengan jumlah jamaah pejalan kaki yang banyak melintas di jalanan yang di lalui bus.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerajinan Gerabah

    Mengunjungi Sentra Kerajinan Gerabah Desa Pejagatan

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.890
    • 0Komentar

    Adapun bahan utama pembuatan gerabah anti racun yaitu; tanah liat, pasir, dan air, sedangkan alat-alat yang digunakan adalah perabot, damin, penggerus dan batu penghalus. Pemasaran Gerabah Hingga Luar Jawa Gerabah anti racun Pejagatan telah di Anugrahi Original Rekor Indonesia (ORI) atas premarkarsa pembuatan 1.000 gelas mug dari tanah liat dan pembuatan logo terbesar dari tanah […]

  • Lalai Saat Pasang Genteng, Dua Warga Karanggayam Kebumen Tersengat Aliran Listrik

    Lalai Saat Pasang Genteng, Dua Warga Karanggayam Kebumen Tersengat Aliran Listrik

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 446
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Nasib nahas menimpa dua warga Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Keduanya tersengat aliran listrik saat sedang memperbaiki atap rumah pada Kamis 9 April 2026. Akibat insiden tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya menderita luka bakar serius. Dua korban teridentifikasi sebagai Sarno (33) dan Widi Saputra (29), keduanya merupakan […]

  • Kebumen Terima Hibah Rp 4,9 Miliar, untuk Bangun Ini

    Kebumen Terima Hibah Rp 4,9 Miliar, untuk Bangun Ini

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.936
    • 0Komentar

    JAKARTA  (KebumenUpdate) – Kabupaten Kebumen menerima Program Hibah Air Limbah Setempat dari Kementerian Pekerjaan dan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Program hibah dari pemerintah pusat tahun 2019 tersebut senilai Rp 4,9 miliar itu untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Hibah tersebut diserahkan oleh Pejabat Kementerian Keuangan dan diterima oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz di Gedung Auditorium […]

  • Pria Ini Ngamuk Rusak Rumah Ibunya, Saat Polisi Datang Ini yang Dia Lakukan

    Pria Ini Ngamuk Rusak Rumah Ibunya, Saat Polisi Datang Ini yang Dia Lakukan

    • calendar_month Sel, 11 Feb 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.218
    • 0Komentar

    SRUWENG (KebumenUpdate.com) – Seorang pria di Desa Karangjambu, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen mengamuk. Pria paruh baya yang diketahui bernama Suratno (43) itu bahkan sampai merusak rumah orangtuanya, Senin  10 Februari 2020. Akibatnya, rumah itu dalam kondisi rusak parah. Semua kaca pecah dan almari roboh berantakan. Demi keselamatan, sang ibu Djasikem (64) yang tinggal berdua bersama […]

  • Teri Asin di Pasar Tumenggungan Positif Mengandung Formalin

    Teri Asin di Pasar Tumenggungan Positif Mengandung Formalin

    • calendar_month Rab, 8 Mei 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.304
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Makanan yang mengandung zat kimia berbahaya masih juga ditemukan di pasar tradisional di Kebumen. Salah satunya komoditas teri asin merek Teri Nasi yang dijual di Pasar Tumenggungan setelah diuji laboratorium diketahui positif mengandung formalin. Uji lab sejumlah makanan itu dilakukan bersamaan dengan Pembukaan Pelayanan Lab Mini untuk pengujian sampel pangan bagi pedagang […]

  • Hari Bhayangkara

    Manager PLN Kebumen Beri Kejutan kepada Kapolres di Hari Bhayangkara

    • calendar_month Kam, 1 Jul 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.454
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-75, Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama mendapatkan kejutan dari jajaran PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kebumen, Kamis 1 Juli 2021. Kejutan berupa kue ulang tahun itu  berasal dari Manager ULP PLN Kebumen Harry Anggriawan. Kapolres AKBP Piter menerima Harry Anggriawan bersama Supervisor Transaksi Energi Rian Prima […]

expand_less