Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Tragedi Muzdalifah dalam Pandangan Etika Bisnis

Tragedi Muzdalifah dalam Pandangan Etika Bisnis

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 4 Jul 2023
  • visibility 10.785
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Nama-nama tersebut rupanya mem-vendorkan urusan busnya ke pihak ketiga. Urusan catering juga ke pihak ke-tiga, yang pada akhirnya tidak bisa ditelusuri siapa yang bikin rusuh hingga ada kejadian jamaah ada yang tidak terangkut bus. Ada kejadian makan tidak manusiawi, tenda overload, dan sebagainya. Bisa jadi dari yang terpilih tadi salah order, atau bisa jadi vendornya yang wan prestasi dan mereka melakukan pelanggaran etika bisnis yang sangat mencolok.

Pelayanan Armuzna yang Buruk
Tragedi Muzdalifah

Para jamaah haji menunggu diangkut dari Muzdalifah. (Foto: Joko Purnomo)

Kejadian pelaksanaan Armuzna tahun ini saya katakan terburuk sepanjang yang saya ketahui dari perkembangan haji Indonesia. Buruknya pelayanan haji ini tidak hanya menimpa jamaah haji reguler Indonesia, tapi saya juga mendapat informasi dari rekan saya juga menimpa jamaah haji khusus.

Sebenarnya, sumber masalah ada pada masyair/masyariq di bawah Kementerian Haji Saudi. Di antara sebabnya adalah penambahan kuota haji ternyata tidak dibarengi dengan penambahan maktab yang mengurusi jamaah haji.

Baca Juga: 1.290 Calon Jamaah Haji Kebumen Berangkat, Tertua Usia 101 Tahun

Kejadian bus terlambat itu kasus biasa, tetapi jika sampai tidak ada, itu kasus fatal! Saya beserta para jamaah dari kloter 28 SOC dan kloter-kloter setelahnya diangkut dari Padang Arofah menuju Muzdalifah sudah lewat tengah malam kurang lebih hampir jam 02.00 WAS dini hari. Banyak pengangkutan dari Arofah ke Muzdalifah yang jadwalnya baru diangkut menjelang subuh.

Berlanjut lagi angkutan dari Muzdalifah ke Mina yang terlambat dan bahkan tidak datang-datang hingga bikin jamaah kepanasan kehausan dan kelaparan di Muzdalifah. Hingga menjelang dzuhur dan bahkan sampai habis dzuhur mereka baru diangkut dalam kondisi dehidrasi karena panasnya mencapai 45 derajat ditambah lagi perut kosong karena tidak dapat air dan makan.

Kami mendapatkan kiriman foto dan video dari mereka mereka yang sampai siang belum diangkut dari Muzdalifah, banyak jamaah yang mengais sisa air dari botol-botol yang tertinggal. Sementara jamaah dari negara lain memilih jalan kaki dari Arafah ke Muzdalifah, Mina, hingga kembali ke Mekah untuk Ifadhah dan Sai.

Pelanggaran Etika Bisnis Perusahaan

Ya, kejadian ini jauh dari standar haji tahun sebelumnya. Kejadian kapasitas tenda yang over load hingga banyak jamaah yang memilih tidur di jalan atau di tenda logistik baik di Arafah maupun Mina menjadi solusi ketika tidak ada pilihan lain yang manusiawi. Bahkan ada ketua kloter dari Kebumen yang saya tanya ketika malam pertama datang tidurnya di kursi roda karena tidak mendapat tempat ditenda. Astghfirulloh.

Logikanya ketika jumlah gelang yang dicetak sama dengan kapasitas tenda, tentu kejadian jamaah tidak dapat tenda tidak akan terjadi. Ini tentunya pelanggaran etika bisnis yang sangat fatal dari penyelenggara dalam hal ini masyariq. Sebab kedua kemungkinan karena penjualan visa non reguler (furoda) dalam jumlah besar namun tidak diimbangi dengan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan.

Diantara konsekwensinya adalah bertambahnya jumlah bus Taraddudi  di kawasan Armuzna yang menyebabkan kemacetan parah, sehingga waktu penjemputan jamaah di Muzdalifah menjadi terlambat. Itu pun di perparah dengan jumlah jamaah pejalan kaki yang banyak melintas di jalanan yang di lalui bus.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • TBC

    Pencegahan TBC: IDI Lombok Barat Beri Tips untuk Melindungi Diri dan Keluarga

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 322
    • 0Komentar

    INDONESIA merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga di dunia, setelah India dan Tiongkok. Merujuk pada Global Tuberculosis Report WHO 2019, Indonesia  tahun 2018, diperkirakan ada 845.000 orang jatuh sakit dan 93.000 jiwa meninggal akibat TBC. Kendati demikian, kerja keras semua pihak, baik pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), yayasan, hingga kader-kader yang bergerak di lapangan, […]

  • Tanamkan Anak Hargai Perbedaan Sejak Dini, Pius Bakti Utama Kunjungi Kelenteng

    Tanamkan Anak Hargai Perbedaan Sejak Dini, Pius Bakti Utama Kunjungi Kelenteng

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 10.188
    • 0Komentar

    “Teman  mari kita terbuka dengan saudara beda agama. Teman mari kita menghormat pada orang yang beda pendapat. Ada Islam Allahu Akbar, ada Budha Amitaba, ada Kristen Haleluya. Ada Hindu Santi-santi, dan Konghucu Kongsu-kongsu, semua jadi saudarku.” Lirik lagu itu memecah keheningan aula Kelenteng Kong Hwie Kiong Kebumen, Sabtu 22 Februari 2020. Dengan antusias, sekira 70 […]

  • Nasi Bucu Karangsambung

    Nasi Bucu, Kelezatan Tersembunyi di Karangsambung

    • calendar_month Sab, 2 Sep 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.171
    • 0Komentar

    “Pertama-tama, ayam dibakar terlebih dahulu. Kemudian, ayam dimasukkan ke dalam nasi, dicampur dengan berbagai bumbu rempah, dan parutan ampas kelapa tua. Selanjutnya, semuanya dikukus bersama-sama dengan nasi. Inilah yang membuat daging ingkung ayam semakin empuk dan rasanya begitu nikmat,” ungkapnya dengan semangat. Tradisi Menyambut Tamu  Yang membuat nasi bucu di Desa Karangsambung begitu unik adalah […]

  • Master Limbad Sambangi Pendopo Kabumian, Sampaikan Niat Khusus ke Bupati Kebumen 

    Master Limbad Sambangi Pendopo Kabumian, Sampaikan Niat Khusus ke Bupati Kebumen 

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.882
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Pesulap kenamaan tanah air yang terkenal dengan aliran sulap ekstrem (faqir magic), Master Limbad, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kabupaten Kebumen. Kedatangannya disambut hangat oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, di Rumah Berdaya yang berada di kompleks Pendopo Kabumian, Sabtu 15 Agustus 2026. Didampingi oleh istrinya, Susi Indrawati, pesulap asal Tegal ini datang langsung […]

  • Vaksinasi Massal

    Program Serbuan Vaksinasi, Sehari 5.000 Warga Kebumen Divaksin

    • calendar_month Sab, 26 Jun 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.739
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpate.com) – Pemerintah terus meningkatkan cakupan vaksinasi bagi masyarakat umum. Seperti dilakukan oleh Pemkab Kebumen berkolaborasi dengan TNI dan Polri melakukan vaksinasi massal untuk masyarakat umum, Sabtu 26 Juni 2021. Vaksinasi massal ini merupakan Program Serbuan Vaksinasi Nasional TNI-Polri Sehari Satu Juta Orang Seretak di Wilayah Polda dalam rangka Hari Bhayangkara ke-75 Tahun. 1. […]

  • 1.500 Peserta Semarakkan Karangsambung Geo Fun Bike

    1.500 Peserta Semarakkan Karangsambung Geo Fun Bike

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.974
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) –  Sedikitnya 1.500 peserta meramaikan event sepeda santai bertajuk “Karangsambung Geo Fun Bike”, Minggu, 17 Nopember 2019. Kegiatan ini dihelat oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) dan KORPRI Kebumen. Para peserta berasal dari berbagai komunitas sepeda berbagai kota. Seperti Yogyakarta, Purworejo, Cilacap, dan Purwokerto. Mereka dilepas oleh Kepala Disporawisata Kebumen Azam Fatoni […]

expand_less