Update
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Tragedi Muzdalifah dalam Pandangan Etika Bisnis

Tragedi Muzdalifah dalam Pandangan Etika Bisnis

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
  • visibility 10.879
  • comment 0 komentar
  • print Cetak
Facebook Twitter Whatsapp Threads Threads

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nama-nama tersebut rupanya mem-vendorkan urusan busnya ke pihak ketiga. Urusan catering juga ke pihak ke-tiga, yang pada akhirnya tidak bisa ditelusuri siapa yang bikin rusuh hingga ada kejadian jamaah ada yang tidak terangkut bus. Ada kejadian makan tidak manusiawi, tenda overload, dan sebagainya. Bisa jadi dari yang terpilih tadi salah order, atau bisa jadi vendornya yang wan prestasi dan mereka melakukan pelanggaran etika bisnis yang sangat mencolok.

Pelayanan Armuzna yang Buruk
Tragedi Muzdalifah

Para jamaah haji menunggu diangkut dari Muzdalifah. (Foto: Joko Purnomo)

Kejadian pelaksanaan Armuzna tahun ini saya katakan terburuk sepanjang yang saya ketahui dari perkembangan haji Indonesia. Buruknya pelayanan haji ini tidak hanya menimpa jamaah haji reguler Indonesia, tapi saya juga mendapat informasi dari rekan saya juga menimpa jamaah haji khusus.

Sebenarnya, sumber masalah ada pada masyair/masyariq di bawah Kementerian Haji Saudi. Di antara sebabnya adalah penambahan kuota haji ternyata tidak dibarengi dengan penambahan maktab yang mengurusi jamaah haji.

Baca Juga: 1.290 Calon Jamaah Haji Kebumen Berangkat, Tertua Usia 101 Tahun

Kejadian bus terlambat itu kasus biasa, tetapi jika sampai tidak ada, itu kasus fatal! Saya beserta para jamaah dari kloter 28 SOC dan kloter-kloter setelahnya diangkut dari Padang Arofah menuju Muzdalifah sudah lewat tengah malam kurang lebih hampir jam 02.00 WAS dini hari. Banyak pengangkutan dari Arofah ke Muzdalifah yang jadwalnya baru diangkut menjelang subuh.

Berlanjut lagi angkutan dari Muzdalifah ke Mina yang terlambat dan bahkan tidak datang-datang hingga bikin jamaah kepanasan kehausan dan kelaparan di Muzdalifah. Hingga menjelang dzuhur dan bahkan sampai habis dzuhur mereka baru diangkut dalam kondisi dehidrasi karena panasnya mencapai 45 derajat ditambah lagi perut kosong karena tidak dapat air dan makan.

Kami mendapatkan kiriman foto dan video dari mereka mereka yang sampai siang belum diangkut dari Muzdalifah, banyak jamaah yang mengais sisa air dari botol-botol yang tertinggal. Sementara jamaah dari negara lain memilih jalan kaki dari Arafah ke Muzdalifah, Mina, hingga kembali ke Mekah untuk Ifadhah dan Sai.

Pelanggaran Etika Bisnis Perusahaan

Ya, kejadian ini jauh dari standar haji tahun sebelumnya. Kejadian kapasitas tenda yang over load hingga banyak jamaah yang memilih tidur di jalan atau di tenda logistik baik di Arafah maupun Mina menjadi solusi ketika tidak ada pilihan lain yang manusiawi. Bahkan ada ketua kloter dari Kebumen yang saya tanya ketika malam pertama datang tidurnya di kursi roda karena tidak mendapat tempat ditenda. Astghfirulloh.

Logikanya ketika jumlah gelang yang dicetak sama dengan kapasitas tenda, tentu kejadian jamaah tidak dapat tenda tidak akan terjadi. Ini tentunya pelanggaran etika bisnis yang sangat fatal dari penyelenggara dalam hal ini masyariq. Sebab kedua kemungkinan karena penjualan visa non reguler (furoda) dalam jumlah besar namun tidak diimbangi dengan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan.

Diantara konsekwensinya adalah bertambahnya jumlah bus Taraddudi  di kawasan Armuzna yang menyebabkan kemacetan parah, sehingga waktu penjemputan jamaah di Muzdalifah menjadi terlambat. Itu pun di perparah dengan jumlah jamaah pejalan kaki yang banyak melintas di jalanan yang di lalui bus.

Ikuti Kebumen Update agar tak ketinggalan berita

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantu Satgas TMMD Reguler, Warga Rahayu Serbu Pengecoran Jalan

    Bantu Satgas TMMD Reguler, Warga Rahayu Serbu Pengecoran Jalan

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.203
    • 0Komentar

    PADURESO (KebumenUdate.com) – Masyarakat Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, Kebumen bahu membahu bersama anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0709/Kebumen dalam mengerjakan pengecoran  jalan desa setempat, Sabtu (12/10/19). Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, pegecoran jalan yang dipimpin Kapos Ramil Padureso Pelda Dwi Handoyo dan anggotanya Serka Ngadiman itu sampai melibatkan 50 warga. Pengerahan warga kali ini menurut […]

  • 180 Murid SD Kreatif Muhammadiyah Dikenalkan Cara Produksi Sabun

    180 Murid SD Kreatif Muhammadiyah Dikenalkan Cara Produksi Sabun

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.122
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 180 murid kelas 1, 2 dan 3 SD Kreatif Muhammadiyah Gombong mengikuti pembelajaran luar kelas, Senin, 25 November 2019. Dengan didampingi sejumlah guru, ratusan murid itu mengunjungi pusat produksi Flash, produk sabun cuci serbaguna yang berada di Jalan Kartini Gombong. Dalam kunjungan itu, para siswa tidak sekadar mendapat pengetahuan cara membuat […]

  • Berikut Investasi Senilai Rp150 Miliar di Kebumen dari Ajang IBIF

    Berikut Investasi Senilai Rp150 Miliar di Kebumen dari Ajang IBIF

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.658
    • 0Komentar

    1. PT. Sugeng Joyo Lautan Semesta dengan nilai investasi Rp50.250.000.000 dengan lokasi usaha Desa Sidoharjo, Kecamatan Puring Kebumen. 2. RS PKU Muhammadiyah Sruweng nilai investasi Rp.60.601.312.153, dengan lokasi di Sruweng Kebumen. 3. Naura Amusement Park nilai investasi Rp. 25.000.000.000, yang berlokasi di Jl. Nasional 3 Karanganyar Kebumen. 4. Universitas Ma’arif Nahdatul Ulama (UMNU) Kebumen, nilai […]

  • Tahun Baru Imlek

    Pandemi Covid-19, Tahun Baru Imlek 2572 di Kebumen Tanpa Perayaan

    • calendar_month Sabtu, 6 Feb 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.350
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun baru Imlek 2572 di Kebumen akan dilalui tanpa perayaan. Bahkan karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, ritual ibadah bersama yang biasa dilaksanakan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Kelenteng Kong Hwie Kiong pun ditiadakan. Ketua Yayasan TITD Kong Hwie Kiong Sugeng Budiawan menjelaskan bahwa pihaknya pada […]

  • Pemkab Kebumen Gandeng PT SBI Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif, Selamatkan TPA dari Overload

    Pemkab Kebumen Gandeng PT SBI Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif, Selamatkan TPA dari Overload

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.725
    • 0Komentar

    Acara penandatanganan MoU tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Edi Rianto, Kepala DLHKP Kebumen Asep Nurdiana, Kepala Bagian Pemerintahan Sekda Wahyu Siswanti, Direktur BUMD PT Aneka Usaha Wahyu Sugiantoro, dan jajaran direksi PT SBI. Pengiriman Perdana RDF Direncanakan 23 April Rencananya, pengiriman perdana Refuse Derived Fuel (RDF) atau produk olahan sampah menjadi bahan […]

  • Penertiban PKL Alun-alun Kebumen, Petugas Temukan Mainan Anak di Kios Kosong Kapal Mendoan

    Penertiban PKL Alun-alun Kebumen, Petugas Temukan Mainan Anak di Kios Kosong Kapal Mendoan

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 9.415
    • 0Komentar

    Ia berharap kondisi seperti ini akan berjalan seterusnya. Biarkan alun-alun digunakan sebagaimana mestinya, yakni untuk sarana olahraga, bermain, dan kegiatan bermasyarakat. “Bagi yang ingin menikmati kuliner silakan bisa datang ke Kapal Mendoan, atau di luar alun-alun,” ucapnya. Penjagaan di Alun-alun Mulai hari ini dan seterusnya, petugas Satpol PP akan terus berjaga di alun-alun guna memastikan […]

expand_less