Tragedi Muzdalifah dalam Pandangan Etika Bisnis
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 4 Jul 2023
- visibility 10.586
- comment 0 komentar

Para jamaah haji menunggu diangkut dari Muzdalifah. (Foto: Joko Purnomo)
Kami mendengar bahwa PPIH Saudi sudah meminta izin kepada pihak Masy’air untuk mengirim bus, namun ditolak karena alasan itu sudah menjadi urusan mereka. Masalah ini ternyata menimpa jamaah haji seluruh dunia tidak hanya jamaah Indonesia.
Pelanggaran-pelanggaran etika bisnis perusahaan penyelenggara haji masih terus berlanjut. Kelaparan juga bersumber dari pihak maktab sebagai bawahan muassasah yang terkesan sengaja tidak memberi makan pagi dan siang. Kami pribadi bolak balik menanyakan kepada petugas konsumsi dan petugas kloter untuk kapan diberi jatah makan.
Sebab sesampainya di Mina tanggal 10 Dzulhijjah siang kami sampai sore bahkan sampai malam tidak mendapat makan, padahal kami sudah tidak makan sejak 9 Dzulhijjah malam. Kami makan sedapatnya dari sisa-sisa bekal yang ada, protes kami diikuti para petugas kloter protes ke sektor dan protes kepada ketua maktab.
Kami pernah mendengar bahwa sebenarnya pemerintah saudi begitu ‘sayang’ kepada jamaah Indonesia. Karena jumlah jamaahnya terbanyak, adabnya bagus-bagus dan menjadi penglaris dagangan terbesar di Saudi. Maka mereka terlihat begitu ‘takut’ kehilangan jamaah Indonesia.
Baca Juga: Kuota Haji Indonesia 2023 Sebanyak 221.000 Jemaah, Tidak Ada Pembatasan Usia
Nampaknya ini dapat menjadi jurus pamungkas nan mematikan dalam proses diplomasi perhajian dengan pemerintah saudi. Tapi semua kembali ke qadarulloh, ini sudah ketentuan Allah ta’ala.
Yang sudah ya sudah. Tapi perlu evaluasi untuk menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan haji ke depan. Jika sudah menyangkut kebijakan dari Saudi, sejatinya G to G Indonesia dengan Saudi diperkuat. Mengingat jamaah haji Indonesia paling banyak setiap tahunnya. Sejatinya, bergaining posisi kita juga kuat.
Teriring salam untuk jamaah haji 2023, semoga hajinya mabrurr. Aaamiin.
Mekkah, 15 Dzulhijjah 1444 H
*Joko Purnomo, Mahasiswa Program Magister Manajemen Universitas Putra Bangsa Kebumen, Petugas Haji Kabupaten Kebumen 2023







Saat ini belum ada komentar