Spanduk Provokatif di Jalan Pahlawan Kebumen, Persoalkan HGB

  • Whatsapp
Spanduk Provokatif
Spanduk di Jalan Pahlawan. (Foto: Padmo)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sejumlah spanduk yang cukup provokatif dipasang di sejumlah titik di sepanjang jalan Pahlawan Kebumen, Rabu 23 Juni 2021. Dari materi tulisannya, spanduk dengan material digital printing tersebut menyoal sewa hak guna bangunan (HGB).

Hanya saja, tulisan spanduk di bahan warna putih dan tulisan warna merah itu cukup provokatif karena menggunakan istilah “pribumi asli”.

Bacaan Lainnya
1.Spanduk Terpasang  Antara Tugu Lawet Hingga Alun-alun

Dari pengamatan KebumenUpdate.com, sekira pulul 07.30 spanduk tersebut ditempelkan di pohon yang berada di pinggir jalan antara Tugu Lawet hingga Alun-alun Kebumen.

“Kemarin belum ada, tapi pagi ini sudah ada. Tidak tahu siapa yang memasang,” ujar Yanto (40) warga yang berada di lokasi tersebut.

2. Tulisan Membawa Sebut “Pribumi Asli”
Spanduk Provokatif
Spabduk di Jalan Pahlawan. (Foto: Padmo)

Adapun sejumlah tulisan di spanduk tersebut seperti “HGB Harusnya… Gantian… Broo”. Kemudian ada lagi yang berbunyai “Aset Pemkab Untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Bukan Kelompok Tertentu. Masyarakat Butuh Pemerataan Kesempatan Usaha. Aset Pemkab Bukan warisan Keluarga. Ingat Pasal 33 UUD 1945”.

Kemudian ada satu spanduk yang mengarah cukup sensitif SARA. “Pribumi Asli Juga Manusia Siap Alih/Sewa HGB. MERDEKAAAAA.”

3. Belum Ada Pihak yang Bertanggung Jawab
Spanduk Provokatif
Spanduk terpasang di Jalan Pahlawan. (Foto: Padmo)

Hingga berita ini diturunkan belum ada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan spanduk-spanduk tersebut. Namun dilihat dari tidak adanya stiker dari Pemkab, spanduk tersebut tidak berijin alias ilegal.

Dari catatan redaksi kata-kata yang mengarah SARA mulai muncul kembali seiring dengan kebijakan Pemkab Kebumen yang menerapkan sistem satu arah di jalur protokol Kebumen. Kata yang menyinggung etnis terntentu muncul di salah satu group Facebook.

“Kami minta Satpol PP segera turun tangan untuk menertibkan karena rawan menggiring pada isu SARA dan memecah belah masyarakat,” ujar Sumiran (30) warga lain. (ndo)

Pos terkait