Puasa Ramadhan Menumbuhkan Spirit Kejujuran
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 14 Apr 2021
- visibility 3.385
- comment 0 komentar

Fachrudin Achmad Nawawi. Foto: Padmo-KebumenUpdate.com)
Sejenak perlu merenung hadits dari Sahabat Ibnu Mas’ud yang tertulis dalam kitab Bulughul Maram. Bahwa Rasulullah Saw bersabda yang artinya:
“Hendaklah kalian selalu melakukan kejujuran, karena kejujuran akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga. Jika seorang hamba berbuat jujur dan membiasakan sifat ini hingga dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang jujur. Jauhkanlah diri kalian dari dusta, karena dusta akan membimbing kepada kedurhakaan, dan kedurhakaan akan membimbing ke neraka. Jika seorang hamba selalu berdusta dan membiasakan berbuat dusta hingga Allah mencatatnya sebagai pendusta.”
Hakikat kejujuran adalah dari usaha manusia menyatakan kondisi apa adanya — tanpa harus berdusta. Nilai kejujuran ada pada pesan hidupnya untuk menyebutkan bahwa kondisi nyata dengan tidak mengada-ada. Sebab dusta adalah awal dari kehancuran.
Maka salah satu pesan Ibnu Hazim kepada Sulaiman yang dilukiskan oleh Hujjatul Islam Imam Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin adalah:
“Datanglah dirimu kepada kitab Allah yang mempunyai pesan bahwa sesungguhnya orang-orang yang baik berada dalam kesenangan. Dan orang yang jahat berada di neraka”.
Dua Kebahagiaan Orang Berpuasa
Ini menunjukkan bahwa posisi orang yang benar akan hidup tenang baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sebaliknya, orang yang jahat dan berdusta akan terasa tidak nyaman sejak di dunia dan di akhiratnya menjadi penghuni neraka.
Wajar sekali dalam menggambarkan manusia yang baik ini, Syaikh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nashaihul Ibad mengutip hadits Nabi:
“Orang yang paling aku cintai diantara kamu adalah orang yang paling baik budi pekertinya, yang mudah disuruh, yang jinak dan mudah dijinakkan”.
Ramadan menjadi bulan yang tepat dalam melakukan usaha mengubah diri menjadi lebih baik. Kemauan positif itu akan tetap terwujud baik manakala ada usaha yang sungguh-sungguh dengan penuh keihlasan. Sebab orang yang baik budi pekertinya dengan kejujuran akan selalu senang dan membuat rasa nyaman bagi orang sekelilingnya. Sedangkan orang yang selalu berdusta akan membuat orang di sekitarnya merasa terteror bahaya.
Maka dari itu, demi menumbuhkan spirit ibadah puasa ramadhan, hendaklah umat Islam mengetahui dan memahami berbagai karakteristik yang dapat mengenalkannya kepada ibadah puasa Ramadhan. Karena menjadi sebuah realita bahwa menjalankan ibadah puasa tak sekadar menggugurkan kewajiban belaka, melainkan sebagai usaha diri untuk memenuhi kebutuhan rohani demi kebahagiaan di hari esok.
Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan. Kebahagiaan saat ia berbuka dan kebahagiaan saat bertemu Tuhannya”. (***)
Gus Fachrudin Achmad Nawawi, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Desa Jatimulyo, Kec. Alian, Kab. Kebumen. Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kab. Kebumen








Saat ini belum ada komentar