Kali Keenam, PSMTI Kebumen Bedah Rumah Tak Layak Huni
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 19 Mar 2021
- visibility 1.420
- comment 0 komentar

Pengurus PSMTI Kebumen foto bersama saat serah terima bedah rumah. (FotoL: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Warga Tionghoa yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kebumen kembali melakukan aksi sosial berupa bedah rumah warga yang tidak layak huni. Kegiatan yang keenam kali ini membedah rumah milik Susilo Nyoto alias Jutwe (75) di Gang Manggis RT 02 RW 07 Pasar Rabuk, Kelurahan Kebumen.
Sebelum dibedah, rumah kecil yang dihuni oleh tujuh orang yakni Susilo bersama istrinya Linawati alias Lim Siok Wa (69) serta empat anak dan seorang menantu tersebut kondisinya memprihatinkan. Atap rumah yang terbuat dari asbes sudah banyak bocor.
“Kalau hujan turun terpaksa diwadahi dengan ember. Kalau tidak bisa banjir,” ujar Linawati di sela-sela serah terima dari pengurus PSMTI Kebumen, Jumat 19 Maret 2021.
Bantu Beras Hingga Kasur dan Bantal

Ketua PSMTI Kebumen Bobyn Subianto saat serah terima bedah rumah. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Bahkan rumah tersebut merupakan bedah rumah dari pihak gereja beberapa tahun lalu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kondisinya rusak. Karena kondisi ekonomi yang kekurangan, keluarganya masih tidak bisa memperbaiki.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PSMTI Kebumen karena telah memperbaiki rumah kami dan membantu perabotan rumah tangga,” imbuh Susilo Nyoto.
Serah terima bedah rumah dihadiri oleh Ketua PSMTI Kebumen Bobyn Subianto didampingi sejumlah tokoh. Tampak owner Muncul Group yang juga Ketua Yayasan Tri Dharma Kong Hwie Kiong Kebumen Sugeng Budiawan. Hadir juga pengusaha yang juga pemilik Toko Roti Jempol Hengky Halim dan sejumlah tokoh Tionghoa lain.
Dalam serah terima rumah, juga diberikan bantuan beras dan perabotan rumah tangga seperti kasur dan bantal.
Kriteria Bedah Rumah PSMTI Kebumen

PSMTI Kebumen juga membantu perabotan rumah tangga. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Ketua PSMTI Kebumen Bobyn Subianto menjelaskan bahwa bedah rumah kali ini bermula dari informasi dari warga. Setelah pihaknya meninjau lokasi, ternyata memang tidak layak huni. Setelah dirapatkan akhirnya dilakukan bedah rumah rumah dengan estimasi anggaran sekitar Rp 15 juta.
Bobyn menyebutkan bahwa kriteria bedah rumah yang dilakukan oleh PSMTI Kebumen adalah rumah milik sendiri, tidak layak huni dan dari keluarga tidak mampu.
“Semoga bedah rumah ini bermanfaat bagi keluarga yang menerima,” ujar Bobyn Subianto. (smn)







Saat ini belum ada komentar