Overthinking dan Kesehatan: Ketika Pikiran Tak Berhenti, Tubuh Ikut Lelah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 10 Mei 2025
- visibility 889
- comment 0 komentar

Image by Ron Lach from Pexels
“OVERTHINKING itu racun,” begitu kata banyak orang di media sosial. Tapi, apakah kamu tahu bahwa overthinking bukan hanya memengaruhi pikiran, melainkan juga kesehatan fisik secara nyata?
Anak muda saat ini hidup di tengah tekanan: ekspektasi karier, hubungan, validasi sosial di media digital, dan ketidakpastian masa depan. Semua itu bisa memicu overthinking—memikirkan hal yang sama secara berulang tanpa menemukan solusi. Saat ini terjadi terus-menerus, tubuh akan berada dalam mode “siaga”, seolah-olah sedang menghadapi ancaman nyata.
Menurut Harvard Health Publishing, overthinking dapat memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan tidur, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, dan bahkan menurunkan sistem imun. Pikiran yang terus menerus bekerja secara berlebihan juga berkaitan erat dengan kecemasan kronis dan depresi.
Gejala umum dari overthinking antara lain:
- Sulit tidur meski tubuh lelah
- Jantung berdebar saat memikirkan hal kecil
- Sulit fokus karena pikiran melayang
- Rasa khawatir berlebihan terhadap hal yang belum tentu terjadi
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Barito pafibarito.org memberikan tips apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?
- Menulis jurnal. Kadang, menumpahkan isi kepala ke atas kertas bisa membantu mengurai kekacauan pikiran.
- Latihan mindfulness atau meditasi. Cukup 10 menit sehari untuk melatih diri agar lebih hadir pada saat ini.
- Atur waktu berpikir. Sediakan 15 menit khusus untuk “waktu khawatir”, lalu fokus kembali ke aktivitas lainnya.
- Olahraga ringan. Aktivitas fisik membantu tubuh melepaskan endorfin, yang membantu meredakan stres.
Overthinking bukan kelemahan. Ia adalah respons dari otak yang terlalu waspada terhadap ancaman. Tapi kamu bisa belajar mengendalikannya. Ingat, pikiranmu adalah alat, bukan penguasa.
Sumber:
- Harvard Health Publishing. “Understanding the stress response.”
- American Psychological Association. “Chronic Stress Puts Your Health at Risk.”
Disclaimer: Artikel ini ditujukan untuk edukasi. Jika overthinking mengganggu fungsi sehari-hari atau memicu kecemasan berlebihan, segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater.







Saat ini belum ada komentar