Breaking News
light_mode
Beranda » News » 16 Geopark Global Baru Disambut di Markas Besar UNESCO: Geopark Kebumen Jadi Warisan Dunia

16 Geopark Global Baru Disambut di Markas Besar UNESCO: Geopark Kebumen Jadi Warisan Dunia

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
  • visibility 3.832
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PARIS (KebumenUpdate.com) – UNESCO menyelenggarakan acara penyambutan bagi 16 Geopark Global UNESCO yang baru ditetapkan. Penetapan baru ini mencakup kawasan Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Timur Tengah, serta menandai bergabungnya dua negara baru—Republik Rakyat Demokratik Korea dan Arab Saudi—ke dalam jejaring Geopark Global UNESCO untuk pertama kalinya.

Dari Indonesia terdapat dua global geopark baru yang menjadi warisan dunia yakni Geopark Kebumen Jawa Tengah dan Geopark Meratus Kalimantan Selatan. Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani didampingi dokter Faiz Alaudien Reza Mardhika hadir langsung untuk menerima sertifikat dari UNESCO. Sedangkan Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin hadir menerima sertifikat penetapan Meratus sebagai Global Geopark dari UNESCO.

Acara ini mempertemukan para pengelola dan mitra dari geopark-geopark baru, serta delegasi, komisi nasional, dan mitra dari seluruh dunia—banyak di antaranya bertemu langsung untuk pertama kalinya.

Lidia Brito, Asisten Direktur Jenderal untuk Ilmu Alam, menyambut para peserta dan menekankan peran geopark sebagai kawasan “yang benar-benar mengubah kehidupan masyarakat—tidak hanya secara lokal, tetapi juga secara regional bahkan global.”

Dokter Faiz Alaudien Reza Mardhika mempresentasikan Geopark Kebumen. (Foto: Dok. Kebumen UGGp)

16 Geopark Global UNESCO Baru

“Ini bukan sekadar upacara—ini adalah pertemuan keluarga,” ujar Antonio Abreu, Direktur Divisi Ilmu Ekologi dan Kebumian UNESCO, menggambarkan suasana hangat dalam perayaan tersebut seperti dikutip dari unesco.org.

Setiap geopark baru menampilkan presentasi singkat—secara langsung maupun daring—untuk memperkenalkan situs mereka dan menyampaikan harapan masa depan sebagai bagian dari jejaring Geopark Global UNESCO. Dari formasi vulkanik di Kebumen, Indonesia, pantai berbentuk glasial di Arran, Skotlandia, situs fosil di Yunyang, Tiongkok, hingga tebing pesisir di Costa Quebrada, Spanyol. Semua presentasi mencerminkan keragaman lanskap dan budaya yang dipersatukan oleh komitmen terhadap keberlanjutan.

“Kini, sebagai bagian dari jejaring global UNESCO, kita tidak hanya memperoleh pengakuan, tetapi juga berbagi pengetahuan dan kekuatan bersama. Bersama-sama, kita dapat mengubah ketangguhan lokal menjadi dampak global.”
—Malcolm Wilkinson, Manajer Operasional Geopark Arran, Skotlandia

Beberapa pembicara menekankan peran geopark dalam pendidikan, penciptaan lapangan kerja lokal, konservasi, dan pengurangan risiko bencana. Perwakilan dari Geopark Gunung Berapi Tungurahua dan Napo Sumaco di Ekuador menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam pengelolaan geopark. Sementara itu, Geopark Lang Son di Vietnam menyampaikan visinya untuk mengaitkan warisan geologi dengan lagu tradisional, cerita rakyat, dan praktik leluhur.

“Visi kami adalah membuat masyarakat lokal bangga terhadap wilayah tempat mereka tinggal.”
—Espen Braastein, Geolog dan Pimpinan Proyek Geopark The Fjord Coast, Norwegia

“Geopark Gunung Berapi Tungurahua adalah contoh nyata bagaimana warisan geologi dan budaya dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.”
—Myriam Piray Quezada, Koordinator Geopark Gunung Berapi Tungurahua, Ekuador

Geopark Kebumen

Beragam makan khas dari berbagai global geopark termasuk lanting dari Kebumen. (foto: dok. Kebumen UGGp)

Memperkuat Jejaring

Kristof Vandenberghe, Kepala Seksi Ilmu Kebumian dan Geopark, memberikan gambaran inisiatif UNESCO dalam memperkuat dan memperluas jejaring ini. Dengan 229 geopark yang kini diakui di 50 negara, ia menyoroti upaya yang sedang berlangsung untuk membangun kapasitas di wilayah yang masih kurang terwakili—seperti Afrika Sub-Sahara, Negara Arab, Asia Tengah, serta Negara-Negara Kepulauan Kecil Berkembang.

Program pelatihan di India, Ethiopia, Arab Saudi, dan Amerika Latin juga disampaikan, bersama dengan inisiatif untuk memperkuat koordinasi nasional, memberikan dukungan ahli, dan membantu situs-situs baru dalam proses pengajuan Geopark Global UNESCO.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan jamuan makanan khas dari berbagai wilayah geopark, yang dikoordinasikan oleh inisiatif GEOfood.

“Tidak ada cara yang lebih baik untuk memulai pekan ini,” kata Antonio Abreu, seraya berterima kasih kepada komunitas, ilmuwan, dan pembuat kebijakan yang telah membuat program ini mungkin.

Ia menutup acara dengan pesan, “Biarlah geopark-geopark baru ini menginspirasi kita—melalui kisah, lanskap, dan komunitas yang menjadikannya seperti sekarang—sebagai model kuat untuk pembangunan berkelanjutan.”

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bedah Rumah Sedulur Kebumen

    Bangunkan Rumah Dulsomad, Sedulur Kebumen Serahkan Bantuan Rp 24 Juta

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 10.969
    • 0Komentar

    BULUSPESANTREN (KebumenUpdate.com) – Masih ingat dengan kisah Dulsomad (63) warga Desa Rantewringin RT 03 RW 03 Kecamatan Buluspesantren, Kebumen yang tinggal seorang diri di gubuk reot karena rumahnya ambruk tergerus erosi Sungai Luk Ulo? Dalam waktu dekat, pria yang sudah lima tahun yang tinggal di gubuk tak layak huni tersebut bakal tinggal di rumah yang […]

  • Pantai Laguna

    Bupati Arif Sugiyanto Kurban 12 Sapi Peranakan Ongole, Dibeli dari Peternak Lokal

    • calendar_month Jum, 30 Jun 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.457
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH MH pada hari raya Idul Adha 1444 H ini memotong hewan kurban berupa 12 ekor sapi. Seluruh sapi yang disembelih merupakan sapi lokal Kebumen berjenis Sapi Peranakan Ongole (PO). Sapi-sapi yang dibeli dari peternak lokal itu didistribusikan ke berbagai titik, seperti pondok pesantren, masjid, dan untuk […]

  • Kebakaran Kapal

    Sat Polairud Polres Kebumen Latihan Padamkan Kebakaran di Kapal

    • calendar_month Kam, 10 Feb 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Risiko terbesar kapal saat berlayar di lautan, selain tenggelam yakni kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. Kebakaran bisa karena korsleting listrik atau kesalahan awak kapal yang bisa memicu percikan api sehingga terbakar. Awak kapal harus bisa cekatan mengendalikan situasi dalam keadaan apapun, agar bisa selamat menepi ke daratan berikut kapal yang ditumpangi. […]

  • Polisi mengecek suhu pelajar yang mengikuti konvoi. (Foto: Istimewa)

    Konvoi dan Corat-coret Seragam, Puluhan Pelajar SMK Dibubarkan Polisi

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 12.978
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Apa yang dilakukan oleh puluhan pelajar SMK di Kebumen ini bikin tepuk jidat. Bagaimana tidak, bukanya tetap berada di rumah untuk menghindari penularan virus Corona, puluhan pelajar ini justru nekat melakukan konvoi bersama, Selasa, 21 April 2020. Dengan mengenakan seragam OSIS yang sudah penuh dengan corat-coret cat warna-warni, sekitar 50 pelajar melakukan […]

  • Ribuan Reklame dan Baliho di Kebumen Diamankan Petugas, Berikut Penjelasannya

    Ribuan Reklame dan Baliho di Kebumen Diamankan Petugas, Berikut Penjelasannya

    • calendar_month Sel, 10 Okt 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 6.800
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dalam jumpa pers yang berlangsung Senin 9 Oktober 2023, Sekretaris Satpol PP Kebumen Sugito Edi Prayitno menjelaskan bahwa dalam 1 minggu terakhir, pihaknya telah menertiban reklame dan baliho (spanduk, banner, bendera) sejumlah 1.087 buah. “Karena dipasang tidak sesuai ketentuan. Ini berdampak pada kebersihan dan kenyamanan, juga berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD),” […]

  • Para remaja melempar batu ke arah aparat kepolisian. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

    Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Dihujani Lemparan Batu

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.516
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kebumen berujung ricuh, Jumat 10 Oktober 2020. Aksis unjukrasa berlangsung cukup tertib, namun usai demo muncul provokasi sehingga kerumunan remaja tersulut emosi. Dari pantauan di lapangan, demonstrasi tidak hanya diikuti oleh kalangan serikat buruh dan elemen mahasiswa seperti PMII, HMI dan IMM tetap […]

expand_less