Misteri Pasutri Tertabrak Kereta di Kutowinangun, Polisi Tak Temukan Kerusakan pada Motor Korban
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 143
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Peristiwa mengenaskan terjadi di wilayah Dukuh Krajan, Desa Mrinen, Kecamatan Kutowinangun, Sabtu 17 Oktober 2026 malam. Sepasang suami istri dilaporkan meninggal dunia akibat tertabrak Kereta Api (KA) 149 Singasari yang melayani rute Blitar–Pasar Senen.
Korban teridentifikasi berinisial SA (59) dan istrinya EN (57). Berdasarkan data kepolisian, kedua korban merupakan warga Desa Padureso, Kecamatan Padureso, namun berdomisili di Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen.
Kapolres Kebumen, AKBP Rachmad C. Yusuf, menjelaskan bahwa musibah tersebut terjadi sekitar pukul 22.55 WIB di kilometer 462+6/7, petak jalan antara Stasiun Kutowinangun dan Stasiun Prembun.
Sebelum tabrakan terjadi, masinis kereta telah berulang kali membunyikan Semboyan 35 (suling lokomotif) sebagai peringatan. Namun, kedua korban yang berada di area rel tidak kunjung menepi.
“Karena jarak kereta sudah terlalu dekat, benturan keras tidak dapat dihindari,” kata AKBP Rachmad saat dikonfirmasi pada Minggu 18 Oktober 2026.
Laporan kecelakaan tersebut berawal dari petugas pusat pengendalian perjalanan kereta api yang menghubungi penjaga perlintasan, Muhadik. Selanjutnya, Muhadik meneruskan informasi ini kepada Kepala Desa Mrinen, Suryahadi, sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Kutowinangun pada pukul 23.23 WIB.
Menerima laporan tersebut, personel kepolisian bersama Tim Inafis Polres Kebumen dan petugas PMI langsung meluncur ke lokasi untuk mengevakuasi korban serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Lantaran kondisi jasad korban sulit diidentifikasi secara kasat mata, Tim Inafis memanfaatkan perangkat Mobile Automated Multi-Biometric Identification System (Mambis) hingga kepastian identitas SA dan EN dapat terkonfirmasi.
Dari olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi kejadian, di antaranya:
- Satu unit sepeda motor Yamaha Mio Gear warna biru-putih yang terparkir utuh tanpa kerusakan sekitar 15 meter dari rel,
- Sepasang sepatu dan pakaian korban,
- Lima buah kunci, sebungkus rokok, serta korek api.
Temuan sepeda motor yang berada lumayan jauh dari titik benturan dan dalam kondisi utuh menimbulkan spekulasi mengenai adanya unsur kesengajaan. Kendati demikian, kepolisian belum berani menyimpulkan motif utama keberadaan pasangan suami istri tersebut di jalur rel.
“Posisi kendaraan dan barang bukti lain menjadi bahan penyelidikan kami. Namun, temuan itu belum cukup untuk memastikan motif maupun penyebab utama keberadaan kedua korban di jalur kereta api,” tambah AKBP Rachmad.
Saat ini, jenazah kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses pemulasaraan dan identifikasi selesai.
Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Sementara itu, jajaran Polres Kebumen masih terus melakukan pendalaman guna merangkai kronologi peristiwa ini secara utuh. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar