Youtuber Asal Kebumen Dituntut Satu Tahun Penjara di Pengadilan Negeri Surabaya, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp
Andria Ardiansyah (25) saat ditahan di Polda Jatim. (Foto: media.suara.com)

SURABAYA (KebumenUpdate.com) – Seorang Youtuber asal Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Andria Ardiansyah (25) dituntut hukuman satu tahun penjara. Tuntutan tersebut disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Nizar dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin 20 Januari 2020.

“Menuntut pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua belas bulan dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah tetap berada dalam tahanan,” kata JPU Muhammad Nizar seperti dikutip Tribunjatim.com.

Berita Lainnya

Atas tuntutan tersebut, majelis hakim Yohannes Hehamony memberikan waktu satu minggu kepada terdakwa maupun tim penasehat hukumnya untuk mengajukan pembelaan.

“Silahkan ajukan pembelaan, majelis berikan waktu satu minggu,” pungkas hakim Yohannes Hehamony disambut kata siap dari penasehat hukum dan terdakwa.

Terdakwa Menggunggah Video “Hoax”  Kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya

Terdakwa Andria Ardiansyah dinyatakan JPU telah terbukti melanggar Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) lantaran menggunggah video berjudul provokatif  “Tolak Bendera Merah Putih, Asrama Papua Digeruduk Warga”.

Video yang diunggah di akun Youtube terdakwa tersebut merupakan video lama yang diambil pada 17 Juli 2016. Namun oleh terdakwa, video tersebut diedit dan diunggah kembali dengan judul provokatif pada 16 Agustus 2019, bersamaan dengan terjadinya kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya.

Penangkapan Terdakwa Bermula dari Cyber Patrol Ditreskrimsus Polda Jatim

Seperti diberitakan cnnindonesia.com, penangkapan Andria Ardiansyah bermula dari cyber patrol yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Jatim.  Andria diduga telah melakukan rekayasa video tentang peristiwa yang terjadi di Asra Mahasiswa Papua di Surabaya.

Salah satu video rekayasa yang diunggah AD, berjudul Tolak Kibarkan Bendera Merah Putih Asrama Mahasiswa Papua Digrudug Warga di SPLN Chanel. Video itu kemudian dinilai polisi sebagai kabar palsu atau hoaks.

AD diduga tak berada di lokasi secara langsung. Dia hanya mengambil sebuah video dari akun youtube lain dan mengunggah ulang. AD kemudian memberikan judul dan teks yang bernada provokatif. (ndo)

Berita Terkait