Nenek 90 Tahun Berjualan Pisang Viral, Ini Fakta Kunjungan Dinas Sosial Kebumen
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 3 Jul 2021
- visibility 4.280
- comment 0 komentar

Mbah Sabirah berdiri di rumah yang berjejer dengan pasar di tanahnya. (Foto: Istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang nenek berusia 90 tahun di Kebumen viral karena berjualan pisang dengan penghasilan dalam sehari Rp 5.000. Video Mbah Sabirah yang berjualan pisang viral setelah akun Tiktok @dmsayu_ menyebarkan gambar dari akun TikTok @bantudonasi_barengfepy.
Tak hanya di Tiktok, video Mbah Sabirah juga menyebar di platform Facebook maupun Instagram. Bahkan video perempuan yang tinggal di Dukuh Dadap RT 01 RW 01 Desa Waluyo Kecamatan Buluspesantren, itu menjadi bahan berita oleh media online suara.com.
Meskipun sudah sangat tua, nenek tersebut masih semangat untuk mencari nafkah. Nenek itu mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Selain itu, nenek bercerita, dirinya ingin membeli kasur dan tempat tidur baru.
1. Respon Cepat Dilakukan Oleh Dinas Sosial PPKB Kebumen

Tim Dinsos PPKB Kebumen saat mengunjungi pasar. (Foto: Istimewa)
Viralnya video tersebut langsung mendapatkan respon dari Dinas Sosial dan PPKB Kebumen. Tim Dinsos dan PPKB Bidang Rehabyansos Kasi Pelayanan dan Penyantunan Anak dan Lansia Drs Mokhamad Anwarudin bersama Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial Martono SSos dan Sakti Peksos Handariyah SS mengunjungi rumah Mbah Sabirah, Sabtu 3 Juli 2021.
Tampak mendampingi TKSK Kecamatan Buluspesantren M Busro, Kasi Kesos Kecamatan Buluspesantren Dra Dwi Suprapti, Kades Desa Waluyo Nunuk, Kadus Amad dan ibu Setyorini (operator DTKS).
2. Fakta Mbah Sabirah Bukan Seperti yang Digambarkan

Petugas Dinsos foto bersama Mbah Sabirah. (Foto: Istimewa)
Sekretaris Dinas Sosial PPKB Kebumen H Kinanto SIP menyampaikakan bahwa hasil kunjungan rumah ke rumah Mbah Sabirah diketahui fakta sebagai berikut;
Mbah Sabirah tinggal Dukuh Dadap RT 01 RW 01 Desa Waluyo Kecamatan Buluspesantren. Sesuai KTP Sabirah lahir di Kebumen tanggal 1 Desember 1927. Mbah Sabirah memiliki empat orang anak
1. Darsini (60) dagang nasi di Jakarta
2. Daryati (56) membuat emping di Desa Gondanglegi Kecamatan Ambal, Kebumen
3. Siti (52) jual minuman dan makanan di Desa Waluyo Kecamatan Buluspesantren, Kebumen
4. Titi Sukengsi (50) jual sembako di Jakarta.
3. Setiap Bulan Mendapat Kirimin Rp 1 Juta
Setiap bulan Mbah Samirah mendapatkan kiriman uang Rp 1 juta oleh Titi Sukengsi dan sehari-hari makan minum disediakan oleh Bu Siti (anak Mbah Sabirah yang ke tiga). Mbah Sabirah juga menempati rumah milik anaknya yg ketiga yang berada di sebelah pasar.
“Mbah Sabirah juga sudah mendapatkan bantuan sembako sudah lima kali menerima di tahun 2021,” ujar Kinanto kepada KebumenUpdate.com.
4. Tanah yang Dijadikan Pasar Itu Milik Mbah Sabirah

Lahan yang dijadikan pasar tersebut ternyata tanah Mbah Sabirah. (Foto: Istimewa)
Sedangkan tanah yang dijadikan pasar tersebut milik Mbah Sabirah. Bahkan Mbah Sabirah menerima dan mengambil uang dari pedagang yang jualan di pasar yang berada di tanahnya.
Pihak keluarga tidak terima atas unggahan di Tiktok karena Mbah Sabirah tidak terlantar dan tidak mau menerima bantuan dari pemerintah, karena sudah dicukupi oleh anaknya. (gita)







Saat ini belum ada komentar