Breaking News
light_mode
Beranda » News » Ekonomi Bisnis » Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kilogram, Ini yang Dilakukan Pemprov Jateng

Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu per Kilogram, Ini yang Dilakukan Pemprov Jateng

  • account_circle Anindya Astadewi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia, Perum Bulog, dan petani menggelar intervensi harga pangan untuk menekan dampak kenaikan harga bahan pokok, termasuk cabai merah yang mencapai Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram. Kegiatan yang menyasar pedagang, pengusaha katering, petani, dan masyarakat itu berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin, 12 Oktober 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, intervensi tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pasokan, dan mempertahankan keterjangkauan bahan pokok. Pemerintah mempertemukan petani, pedagang, dan pemangku kepentingan untuk memperpendek hambatan distribusi serta menekan tekanan harga di pasar.

“Ini bentuk intervensi. Kita gandeng Bulog, kita gandeng BI, kita gandeng para petani. Jadi, kita pertemukan antara pedagang, petani, dan pemerintah untuk bersama-sama melakukan penetrasi harga, menjaga inflasi, serta ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok,” kata Ahmad Luthfi.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi model pengendalian inflasi yang diterapkan di berbagai daerah, tidak hanya di Semarang.

“Kerja kolaboratif ini yang dijadikan sebagai role model, sehingga Jawa Tengah tetap menjadi provinsi yang inflasinya terkendali. Tidak hanya di Semarang, tetapi juga daerah lain agar inflasi kita terjaga,” ujarnya.

Pedagang Hemat Biaya Bahan Baku

Kenaikan harga cabai dalam beberapa pekan terakhir menekan biaya produksi usaha kuliner. Joko, pedagang nasi goreng, mengaku harus menjaga harga jual agar pelanggan tidak beralih meski harga bahan baku meningkat.

Melalui kegiatan tersebut, ia membeli cabai dengan harga Rp45 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pembelian terakhirnya sebesar Rp65 ribu per kilogram.

“Ini baru beli cabai 3 kilogram. Harga cabai di pasaran terakhir beli Rp65 ribu, di sini dapat Rp45 ribu. Biasanya untuk membuat sambal saya butuh 5 kilogram untuk satu minggu. Sangat membantu sekali,” kata Joko.

Selisih harga Rp20 ribu per kilogram membantu Joko menekan biaya produksi. Dengan kebutuhan sekitar lima kilogram cabai per minggu, penghematan tersebut berpotensi mencapai Rp100 ribu jika seluruh kebutuhan dibeli dengan selisih harga yang sama.

Manfaat serupa dirasakan Dari, pengusaha katering yang telah menjalankan usaha selama 12 tahun. Ia menyebut kenaikan harga beras dan ayam turut meningkatkan biaya operasional, sementara menaikkan harga menu berisiko membuat pelanggan beralih.

“Kalau kita naikkan harga, pelanggan tidak mungkin karena bisa lari. Jadi, program ini sangat membantu. Yang berpengaruh bagi kami itu harga ayam dan beras,” ujarnya.

Dari mencontohkan, beras yang dijual Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram di pasaran tersedia seharga Rp11 ribu per kilogram dalam kegiatan tersebut. Harga yang lebih rendah memberinya ruang untuk menekan pengeluaran tanpa langsung menaikkan tarif katering.

Antisipasi El Nino dan Gangguan Produksi

Selain mengendalikan harga, Pemprov Jateng menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak El Nino yang berpotensi memicu kekeringan dan mengganggu produksi pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat serta memberikan dukungan sarana pertanian berupa perpipaan dan rumah burung hantu kepada petani. Pemerintah juga mendorong penyesuaian pola tanam berdasarkan kondisi wilayah untuk menjaga produktivitas.

“Pola tanam petani juga disesuaikan dengan program dari Distannak. Karena El Nino inilah maka kita harus mempunyai ide kreatif dalam rangka pengendalian bahan pokok penting di wilayah kita dari hulu sampai hilir,” kata Luthfi.

Pemprov Jateng mencatat produksi padi selama Januari–Oktober 2026 diperkirakan mencapai 8,4 juta ton gabah kering giling (GKG), setara sekitar 4,9 juta ton beras. Produksi cabai diperkirakan mencapai 404,91 ribu ton, sedangkan bawang merah mencapai 408,76 ribu ton.

Data tersebut menjadi salah satu acuan dalam menjaga ketersediaan pangan daerah. Namun, produksi yang besar tetap membutuhkan distribusi yang lancar agar pasokan sampai ke pasar dengan harga terjangkau. *** Makin Tahu Indonesia

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News
  • Penulis: Anindya Astadewi
  • Editor: Hanny Garnet

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Giripurno

    200 Sapi di Desa Giripurno Divaksin Aftopor, Polisi Ikut Mengawal

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 905
    • 0Komentar

    KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Pemerintah terus berupaya mencegah penularan penyakit mulut dan kuku atau PMK pada hewan ternak di antaranya melalui vaksinasi. Salah satunya vaksinasi dilakukan di Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar, Kebumen. Sedikitnya 200 ekor sapi di desa tersebut telah dilakukan vaksinasi PMK oleh petugas vaksinasi dari Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen. Vaksinasi yang diberikan […]

  • Reka Ulang

    Direkonstruksi, Begini Sembilan Adegan Kasus Pembacokan di Desa Argopeni

    • calendar_month Sel, 30 Mar 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.701
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penyidik Unit Reskrim Polsek Kebumen melakukan rekonstruksi kasus pembacokan di Desa Argopeni Kecamatan Kabupaten yang mengakibatkan satu korban meninggal dan lima lainnya luka-luka, Selasa 30 Maret 2-21. Tersangka HE didampingi penasehat hukumnya Muchammad Fandi Yusuf, dengan tenang memperagakan saat dia melakukan penganiayaan kepada enam korbannya. Untuk mencegah kerumunan warga, serta mencegah hal-hal […]

  • Pencari Kerang yang Hilang di Pantai Karangbolong Akhirnya Ditemukan

    Pencari Kerang yang Hilang di Pantai Karangbolong Akhirnya Ditemukan

    • calendar_month Kam, 11 Jan 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.488
    • 0Komentar

    BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Pencari kerang di Pantai Karangbolong yang sehari sebelumnya dinyatakan hilang, Ahmad Saefulloh (23) warga RT 01 RW 03 Desa Karangbolong Kecamatan Buayan, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di tengah lautan. Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto menjelaskan, korban ditemukan oleh nelayan yang tengah mencari ikan di perairan Karangbolong, […]

  • KPU Tetapkan Daftar Pemilih Sementara di Kebumen Sejumlah 1.078.438 Pemilih

    KPU Tetapkan Daftar Pemilih Sementara di Kebumen Sejumlah 1.078.438 Pemilih

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.207
    • 0Komentar

    KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Menjelang Pilkada Serentak 27 November 2024, KPU Kabupaten Kebumen menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Kebumen. Berlangsung di Hotel Candisari Karanganyar, Minggu 11 September 2024, Ketua KPU Kebumen Dzakiatul Banat […]

  • Pasar Kutowinangun Jadi Sasaran Gerakan ASN Berbelanja

    Pasar Kutowinangun Jadi Sasaran Gerakan ASN Berbelanja

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.375
    • 0Komentar

    KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) – Gerakan ASN berbelanja di pasar rakyat kembali digalakkan. Kali ini, Bupati Arif kembali memimpin apel pagi sekaligus belanja di Pasar Kutowinangun bersama para ASN, Jumat 20 September 2024. Bupati Arif yang didampingi pimpinan OPD, para camat, ASN, dan Kades ramai-ramai belanja kebutuhan pokok di Pasar Kutowinangun. Baca juga: PNM Peduli Dorong Kemajuan Ekowisata […]

  • Jelang Forga Perpamsi Jateng,  Korwil Kedu Targetkan Juara Umum

    Jelang Forga Perpamsi Jateng, Korwil Kedu Targetkan Juara Umum

    • calendar_month Jum, 21 Feb 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.807
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kontingen Forum Olahraga (Forga) Korwil Kedu PD Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) Jawa Tengah menargetkan menjadi juara umum pada gelaran Forga Perpamsi Jawa Tengah di Kota Magelang Juni 2020. Untuk menghadapi Forga ke-7 tersebut, kontingen Forga Korwil Kedu melaksanakan latihan bersama putaran pertama yang dipusatkan di PDAM Tirta Bumi Sentosa di […]

expand_less