Konvoi dan Corat-coret Seragam, Puluhan Pelajar SMK Dibubarkan Polisi

Polisi mengecek suhu pelajar yang mengikuti konvoi. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Apa yang dilakukan oleh puluhan pelajar SMK di Kebumen ini bikin tepuk jidat. Bagaimana tidak, bukanya tetap berada di rumah untuk menghindari penularan virus Corona, puluhan pelajar ini justru nekat melakukan konvoi bersama, Selasa, 21 April 2020.

Dengan mengenakan seragam OSIS yang sudah penuh dengan corat-coret cat warna-warni, sekitar 50 pelajar melakukan konvoi bersama di wilayah Kecamatan Pejagoan. Katanya aksi yang digelar di pinggir Sungai Luk Ulo persisnya Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan itu untuk merayakan kelulusan sekolah.

Polisi Bubarkan Kerumunan Pelajar

Beruntung aksi para pelajar tersebut diketahui oleh aparat kepolisian. Sat Sabhara Polres Kebumen bersama Polsek Pejagoan akhirnya membubarkan kerumunan pelajar yang tanpa menggunakan masker tersebut.

Mereka kemudian dikumpulkan untuk diberikan pembinaan sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak sekolah. Disebutkan Menurut pihak sekolah, apa yang dilakukan oleh para pelajar itu tanpa sepengetahuan guru maupun sekolah.

“Mencorat-coret seragam dan konvoi merupakan hal yang kurang baik. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 kerumunan para pelajar ini sangat berisiko menularkan virus Corona,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kassubag Humas Iptu Tugiman.

Warga Kebumen Masih Asyik Nongkrong
Polisi membubarkan para remaja yang asyik nongkrong. (Foto: Dok. Polres Kebumen)
Polisi membubarkan para remaja yang asyik nongkrong. (Foto: Dok. Polres Kebumen)

Terus meningkatnya jumlah warga yang positif Covid-19 tidak menyurutkan warga Kebumen berkumpul di sejumlah titik. Seperti saat Polres Kebumen menggelar patroli pembubaran berskala besar, Senin (20/4) malam sejumlah warga ditemukan asyik nongkrong tanpa masker dan menjaga jarak.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan sangat menyayangkan sejumlah warga masyarakat yang tidak patuh terhadap imbauan pemerintah tentang social distancing dan physical distancing.

“Yang masih nongkrong, terpaksa harus kami bubarkan demi alasan kesehatan bersama. Tentunya pembubaran dilakukan dengan humanis dan santun,” jelas AKBP Rudy Cahya Kurniawan. (ndo)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

0 0 votes
Rating Berita
Subscribe
Notify of
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Update Lainnya
0
Komentari berita inix
()
x