Api Kembali Berkobar di Lahan Perbukitan Kebumen, Petugas Gabungan Terjang Medan Sulit
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 69
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Peristiwa kebakaran lahan melanda dua lokasi kawasan perbukitan di Kabupaten Kebumen dalam sehari pada Jumat 16 Oktober 2026.
Insiden yang terjadi di Desa Gemeksekti (Kecamatan Kebumen) dan Desa Klopogodo (Kecamatan Gombong) ini menghanguskan sedikitnya tiga hektare lahan warga.
Peristiwa pertama terjadi di Dukuh Brangkal, Desa Klopogodo, sekitar pukul 12.26 WIB. Kebakaran di wilayah berbukit yang berbatasan dengan Pegunungan Igir Gadung ini sempat padam pada pukul 16.30 WIB berkat aksi cepat gabungan warga, Pemdes, Polsek, Koramil, dan pihak kecamatan.
Namun, sekitar pukul 17.50 WIB, tiga titik api dilaporkan kembali muncul sehingga petugas dan warga harus kembali berjibaku memadamkan kobaran api.
Sementara itu, pada malam harinya sekitar pukul 18.30 WIB, titik api baru ditemukan di Dukuh Sumelang, Desa Gemeksekti. Ketua RT setempat, Mistam (45), bersama warga bernama Afid (35) yang melihat kepulan asap di kawasan perbukitan segera mengecek lokasi dan melaporkannya ke aparat desa serta BPBD Kebumen.
Merespons laporan tersebut, Polsek Kebumen bersama personel gabungan langsung menuju lokasi. Proses pemadaman di Gemeksekti terpaksa dilakukan menggunakan peralatan seadanya karena akses jalan perbukitan yang terjal tidak dapat dilalui armada mobil pemadam kebakaran. Api baru berhasil dijinakkan secara total sekitar pukul 21.30 WIB.
Kapolres Kebumen AKBP Rachmad C. Yusuf mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Kendati demikian, luas lahan warga yang hangus terbakar di Gemeksekti diperkirakan mencapai tiga hektare.
“Lahan yang terbakar mayoritas ditumbuhi pohon keras dan ditutupi dedaunan kering yang sangat mudah tersulut api. Untuk lokasi Gemeksekti, penyebabnya masih dalam penyelidikan. Sedangkan di Klopogodo, api diduga berasal dari sisa kebakaran lahan di Pegunungan Igir Pandan, Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor,” ungkap AKBP Rachmad, Sabtu 17 Oktober 2026.
Menyikapi rentetan kejadian ini, Kapolres Kebumen mengimbau masyarakat agar ekstra waspada dan tidak sembarangan meninggalkan sumber api di area perbukitan, terutama saat pembersihan lahan. Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang bersedia memadamkan api secara bergotong royong di area yang tak terjangkau kendaraan. **Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar