Potret Ritual Sedekah Laut Nelayan TPI Pasir Kebumen
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 48 menit yang lalu
- visibility 33
- comment 0 komentar

Gubuk ludes terbakar. (Foto: Hari)
AYAH (KebumenUpdate.com) — Warga dan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir, Desa Pasir Kecamatan Ayah, kembali menggelar tradisi tahunan sedekah laut, Jumat 16 Oktober 2026.
Suasana hangat penuh kebersamaan terlihat saat warga berbondong-bondong membawa nasi kenduri dan duduk bersila di bawah tenda atau gubuk bambu beratap klari (daun kelapa).
Acara sedekah laut diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat untuk memohon keberkahan rezeki serta keselamatan bagi para nelayan saat melaut.
Keunikan dari tradisi ini terletak pada gubuk atau tenda tempat acara berlangsung. Secara bergotong royong, para nelayan mendirikan struktur gubuk menggunakan tiang bambu yang diambil dari hutan sekitar dan atap berupa daun kelapa (klari/blarak). Konsep bangunan alami ini dipertahankan secara turun-temurun tanpa pernah berganti.
Penggunaan atap daun kelapa (klari) memiliki makna mendalam, yakni mengibaratkan perjuangan para nelayan yang rela bersusah payah mengumpulkan bahan alami demi mengayomi warga dari terik matahari selama acara berlangsung.
Puncak ritual ditutup dengan prosesi larung sesaji ke laut oleh tokoh adat, dilanjutkan dengan pembakaran gubuk secara bersama-sama. Pembakaran gubuk ini melambangkan filosofi kehidupan, di mana hasil rezeki yang diperoleh kelak akan digunakan sepenuhnya untuk menyejahterakan keluarga. **Makin Tahu Indonesia

Warga dan nelayan TPI Pasir duduk bersila menikmati nasi kenduri di bawah gubuk beratap klari saat acara Sedekah Laut di Kecamatan Ayah, Kebumen, Jumat 26 Oktober 2026.

Anak-anak ikut meramaikan acara dengan bermain layang-layang di Pantai Pasir. (Foto: Hari)

Tokoh adat melakukan ritual pembacaan doa di depan sesaji yang akan dilarung. (Foto: Hari)

Warga berkerumun menyaksikan tokoh adat melarung sesaji ke laut. (Foto: Hari)

Tokoh adat mulai membakar gubuk. (Foto: Hari)

Gubuk/tenda ludes terbakar. (Foto: Hari)







Saat ini belum ada komentar