Breaking News
light_mode
Beranda » News » Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Dihujani Lemparan Batu

Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Dihujani Lemparan Batu

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 10 Okt 2020
  • visibility 2.509
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kebumen berujung ricuh, Jumat 10 Oktober 2020. Aksis unjukrasa berlangsung cukup tertib, namun usai demo muncul provokasi sehingga kerumunan remaja tersulut emosi.

Dari pantauan di lapangan, demonstrasi tidak hanya diikuti oleh kalangan serikat buruh dan elemen mahasiswa seperti PMII, HMI dan IMM tetap juga organisasi masyarakat (ormas). Bahkan para remaja yang masih usia sekolah juga turut bergabung dalam masa aksi.

Peserta Aksi Longmarch Menuju Gedung Dewan
demo

Masa aksi saat longmarch. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Sebelum aksi dimulai, Tim Tindak Covid-19 Polres Kebumen membubarkan kerumunan di kawasan Alun-alun. Mereka rata-rata para remaja yang datang dari penjuru Kebumen dan sekitarnya.

Baru sekira pukul 14.00 wib, rombongan aksi melakukan longmarch dari depan Gedung Haji di Jalan Veteran melalui sisi barat Alun-alun menuju depan Gedung DPRD Kebumen. Mereka kemudian secara bergantian melakukan orasi yang intinya menolak Undang-undang Cipta Kerja.

Tim Dalmas Polres Kebumen bersiaga di depan pintu gerbang DPRD Kebumen. Polisi juga menyiagakan mobil water canon. Selain itu, satu unit mobil kebakaran juga disiagakan di halaman gedung DPRD Kebumen.

Tuntut DPRD Kebumen Tolak UU Cipta Kerja
demo

Ketua DPRD Sarimun menemui peserta aksi. (Foto: Humas DPRD Kebumen)

Dalam aksinya, massa juga menuntut DPRD Kebumen untuk menolak Undang-undang Omnibus Low Cipta Kerja dan meminta kepada Presiden untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang.

Atas desakan massa, akhirnya Ketua DPRD Kebumen Sarimun menandatangani pernyataan sikap DPRD Kebumen menolak Undang-undang Omnibus Low Cipta Kerja dan meminta kepada Presiden untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang.

Turut menyaksikan Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kebumen Akif Fatwal Amin, Ketua PC PMII Imam Nur Hidayat, Ketua PC HMI Kebumen Ulfatur R, Ketua PC IMM Kebumen Muchromin.

Aksi Lempar Batu, Mirip Tawuran Pelajar 
Demo

Aksi lempar batu. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Saat peserta aksi sudah mundur, muncul provokasi-provokasi dengan pelemparan batu baik ke arah aparat maupun fasilitas umum. Suasana justru memanas saat anggota kepolisian menyemprotkan water canon dan mengamankan sejumlah remaja yang diduga melakukan anarkhisme.

Mereka pun melakukan pelemparan batu yang diambil dari bangunan trotoar di Alun-alun. Batu pemberat tenda milik PKL yang ditinggal juga menjadi sasaran untuk dilemparkan. Suasana itu mirip tawuran pelajar di kota-kota besar.

Fasilitas Umum Rusak, Beberapa Polisi Terluka 
demo

Sejumlah fasilitas umum rusak. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Tempat sampah, torn air BPBD Kbeumen di depan gedung DPRD juga dilempar ke jalan. Akibat pelemparan batu ini, empat kaca gedung DPRD rusak dan ruang penjagaan Satpol PP rusak.

Sejumlah polisi yang membentuk formasi bertahan, ada beberapa yang terluka. Para remaja masih enggan membubarkan diri, sebelum teman-temannya dibebaskan oleh aparat kepolisian.

Polisi Sempat Amankan Enam Remaja 
demo

Anggota Brimob menenangkan massa. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan membenarkan, pihaknya sempat mengamankan enam remaja yang diduga pelaku pelemparan batu. Semuanya berstatus pelajar SLTA. Setelah didata identitasnya mereka dipulangkan.

“Tidak ada yang ditahan,” kata AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Ketua K-SPSI Kebumen yang juga koordinator aksi Akif Fatwal Amin menyampaikan, penolakan UU Ciptaker karena dianggap merugikan para pekerja. Untuk itu tuntutan dari demonstran adalah agar wakil rakyat yang ada di DPRD Kebumen untuk menolak UU Cipta Kerja.

“Undang undang cipta kerja merugikan para pekerja seperti turunnya PKWTT atau perjanjian kerja tanpa batas yang dulunya hanya tiga kali dan juga turunnya jaminan hari tua yang dulu 32 kali menjadi 25 kali terhadap pekerja. Untuk itu DPRD sebagai wakil rakyat untuk menolak UU Cipta Kerja Omnibus Low,” jelas Akif.

Aksi Mulanya Hanya Diikuti 50 Orang 
Demo

Aksi remaja saat disemprot water canon. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Akif menambahkan, peserta aksi yang mulanya hanya berjumlah 50 hingga 100 orang membludak hingga ribuan orang. Menurut dia hal itu membuktikan bahwasannya masyarakat Kebumen juga resah atas disahkannya undang-undang cipta kerja.

“Harapannya Undang-undnag dibatalkan dan presiden segera membuat Peraturan Presiden Pengganti Undang-undang. Ini adalah aksi damai dan tidak ada kericuhan. Apabila pun ada itu bukan dari kami,” tandas Akif. (smn)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • AyoTalk

    Aplikasi AyoTalk Launching dengan Bagikan 1.000 Kantong Beras

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.915
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tim aplikasi chatting AyoTalk mempunyai cara tersendiri untuk launching. Ketimbang sekadar melakukan acara seremonial semata, mereka memilih melaksanakan kegiatan sosial berbagi dengan sesama. Launching AyoTalk berlangsung dengan pembagian paket sembako berupa 5 kg beras. Dalam rangkaian launching itu mereka membagikan sebanyak 1.000 paket atau setara dengan 5 ton beras. Pembagian beras tahap […]

  • Bantu Satgas TMMD Reguler, Warga Rahayu Serbu Pengecoran Jalan

    Bantu Satgas TMMD Reguler, Warga Rahayu Serbu Pengecoran Jalan

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.190
    • 0Komentar

    PADURESO (KebumenUdate.com) – Masyarakat Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, Kebumen bahu membahu bersama anggota Satgas TMMD Reguler ke-106 Kodim 0709/Kebumen dalam mengerjakan pengecoran  jalan desa setempat, Sabtu (12/10/19). Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, pegecoran jalan yang dipimpin Kapos Ramil Padureso Pelda Dwi Handoyo dan anggotanya Serka Ngadiman itu sampai melibatkan 50 warga. Pengerahan warga kali ini menurut […]

  • Patroli Sinergitas

    Patroli Sinergitas TNI Polri Sambangi Pos Ronda

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 950
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Polres Kebumen bersama Kodim 0709 Kebumen gencar menggelar Patroli Sinergitas TNI-Polri. Patroli bersama ini untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif. Salah satunya Polsek Karanggayam bersama dengan Koramil setempat, menggelar patroli ke sejumlah Pos Ronda, Rabu 29 September 2021 dini hari. Baca Juga: Patroli Terpadu, Polres Kebumen Ajak Organisasi Mahasiswa Bagikan Beras untuk […]

  • Alasan Siswa SMK di Kutowinangun Aniaya Adik Kelasnya Berawal dari Saling Follow Medsos dengan Pacar

    Alasan Siswa SMK di Kutowinangun Aniaya Adik Kelasnya Berawal dari Saling Follow Medsos dengan Pacar

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Polres Kebumen menetapkan seorang pelajar kelas 11 berinisial Anak (sebutan untuk pelaku tindak pidana di bawah umur) di sebuah SMK swasta di Kecamatan Kutowinangun sebagai tersangka dalam kasus dugaan perundungan dan kekerasan anak. Kasus ini sebelumnya viral setelah rekaman video penganiayaan terhadap korban beredar luas di media sosial dan pesan berantai. Wakapolres […]

  • Tanggul Kali Karanganyar Kembali Jebol, Bupati Pastikan Penanganan Segera

    Tanggul Kali Karanganyar Kembali Jebol, Bupati Pastikan Penanganan Segera

    • calendar_month Sab, 29 Mar 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.314
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tiga hari menjelang Hari Raya Idulfitri yang seharusnya disambut dengan suka cita, sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen justru diterjang banjir. Bencana ini mengubah suasana persiapan Lebaran menjadi keprihatinan bagi warga akibat terganggunya akses jalan dan masuknya material lumpur ke dalam rumah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen melaporkan setidaknya 14 titik […]

  • makelar nakal

    Uang Hasil Penjualan Mobil untuk Bayar Hutang, Makelar Nakal Dipolisikan

    • calendar_month Ming, 4 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.194
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Seorang pria berinisial HR (32) warga Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri ditangkap polisi karena dugaan kasus penggelapan mobil milik WH (46) warga Kecamatan Karanganyar Kebumen. Tersangka diduga melakukan penggelapan uang hasil penjualan mobil sedan Mazda dan sepeda motor Yamaha Vega. Peristiwa itu terjadi pada Senin 7 September 2020. Pada awalnya tersangka datang ke rumah […]

expand_less