Breaking News
light_mode
Beranda » News » Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Dihujani Lemparan Batu

Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Dihujani Lemparan Batu

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 10 Okt 2020
  • visibility 2.497
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kebumen berujung ricuh, Jumat 10 Oktober 2020. Aksis unjukrasa berlangsung cukup tertib, namun usai demo muncul provokasi sehingga kerumunan remaja tersulut emosi.

Dari pantauan di lapangan, demonstrasi tidak hanya diikuti oleh kalangan serikat buruh dan elemen mahasiswa seperti PMII, HMI dan IMM tetap juga organisasi masyarakat (ormas). Bahkan para remaja yang masih usia sekolah juga turut bergabung dalam masa aksi.

Peserta Aksi Longmarch Menuju Gedung Dewan
demo

Masa aksi saat longmarch. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Sebelum aksi dimulai, Tim Tindak Covid-19 Polres Kebumen membubarkan kerumunan di kawasan Alun-alun. Mereka rata-rata para remaja yang datang dari penjuru Kebumen dan sekitarnya.

Baru sekira pukul 14.00 wib, rombongan aksi melakukan longmarch dari depan Gedung Haji di Jalan Veteran melalui sisi barat Alun-alun menuju depan Gedung DPRD Kebumen. Mereka kemudian secara bergantian melakukan orasi yang intinya menolak Undang-undang Cipta Kerja.

Tim Dalmas Polres Kebumen bersiaga di depan pintu gerbang DPRD Kebumen. Polisi juga menyiagakan mobil water canon. Selain itu, satu unit mobil kebakaran juga disiagakan di halaman gedung DPRD Kebumen.

Tuntut DPRD Kebumen Tolak UU Cipta Kerja
demo

Ketua DPRD Sarimun menemui peserta aksi. (Foto: Humas DPRD Kebumen)

Dalam aksinya, massa juga menuntut DPRD Kebumen untuk menolak Undang-undang Omnibus Low Cipta Kerja dan meminta kepada Presiden untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang.

Atas desakan massa, akhirnya Ketua DPRD Kebumen Sarimun menandatangani pernyataan sikap DPRD Kebumen menolak Undang-undang Omnibus Low Cipta Kerja dan meminta kepada Presiden untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang.

Turut menyaksikan Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kebumen Akif Fatwal Amin, Ketua PC PMII Imam Nur Hidayat, Ketua PC HMI Kebumen Ulfatur R, Ketua PC IMM Kebumen Muchromin.

Aksi Lempar Batu, Mirip Tawuran Pelajar 
Demo

Aksi lempar batu. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Saat peserta aksi sudah mundur, muncul provokasi-provokasi dengan pelemparan batu baik ke arah aparat maupun fasilitas umum. Suasana justru memanas saat anggota kepolisian menyemprotkan water canon dan mengamankan sejumlah remaja yang diduga melakukan anarkhisme.

Mereka pun melakukan pelemparan batu yang diambil dari bangunan trotoar di Alun-alun. Batu pemberat tenda milik PKL yang ditinggal juga menjadi sasaran untuk dilemparkan. Suasana itu mirip tawuran pelajar di kota-kota besar.

Fasilitas Umum Rusak, Beberapa Polisi Terluka 
demo

Sejumlah fasilitas umum rusak. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Tempat sampah, torn air BPBD Kbeumen di depan gedung DPRD juga dilempar ke jalan. Akibat pelemparan batu ini, empat kaca gedung DPRD rusak dan ruang penjagaan Satpol PP rusak.

Sejumlah polisi yang membentuk formasi bertahan, ada beberapa yang terluka. Para remaja masih enggan membubarkan diri, sebelum teman-temannya dibebaskan oleh aparat kepolisian.

Polisi Sempat Amankan Enam Remaja 
demo

Anggota Brimob menenangkan massa. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan membenarkan, pihaknya sempat mengamankan enam remaja yang diduga pelaku pelemparan batu. Semuanya berstatus pelajar SLTA. Setelah didata identitasnya mereka dipulangkan.

“Tidak ada yang ditahan,” kata AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Ketua K-SPSI Kebumen yang juga koordinator aksi Akif Fatwal Amin menyampaikan, penolakan UU Ciptaker karena dianggap merugikan para pekerja. Untuk itu tuntutan dari demonstran adalah agar wakil rakyat yang ada di DPRD Kebumen untuk menolak UU Cipta Kerja.

“Undang undang cipta kerja merugikan para pekerja seperti turunnya PKWTT atau perjanjian kerja tanpa batas yang dulunya hanya tiga kali dan juga turunnya jaminan hari tua yang dulu 32 kali menjadi 25 kali terhadap pekerja. Untuk itu DPRD sebagai wakil rakyat untuk menolak UU Cipta Kerja Omnibus Low,” jelas Akif.

Aksi Mulanya Hanya Diikuti 50 Orang 
Demo

Aksi remaja saat disemprot water canon. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Akif menambahkan, peserta aksi yang mulanya hanya berjumlah 50 hingga 100 orang membludak hingga ribuan orang. Menurut dia hal itu membuktikan bahwasannya masyarakat Kebumen juga resah atas disahkannya undang-undang cipta kerja.

“Harapannya Undang-undnag dibatalkan dan presiden segera membuat Peraturan Presiden Pengganti Undang-undang. Ini adalah aksi damai dan tidak ada kericuhan. Apabila pun ada itu bukan dari kami,” tandas Akif. (smn)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dimulai, Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sasar 235 Ribu Siswa SD hingga SMA di Kebumen

    Dimulai, Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sasar 235 Ribu Siswa SD hingga SMA di Kebumen

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.202
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen memulai program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 235.482 murid di wilayahnya. Pelaksanaan program ini ditandai dengan pemantauan langsung oleh Bupati Lilis Nuryani di sejumlah sekolah di Gombong, Senin 4 Agustus 2025. Dalam kunjungannya, Bupati Lilis didampingi oleh Sekretaris Daerah Edi Rianto dan pimpinan Organisasi […]

  • Makan Bergizi Gratis

    5,7 Juta Warga Jawa Tengah Terima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis dari 1.836 SPPG

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 583
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 5.750.525 penerima manfaat telah menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jawa Tengah hingga 16 Oktober 2025. Program ini menyasar siswa TK hingga SMK, santri pondok pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah pusat menggandeng daerah melalui pendirian 1.836 Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdiri atas SPPG Mitra, Polri, […]

  • Muhammad Fauhan Fawaqi

    Politikus Muda di Pemilu 2024, Terkait Pilkada Gus Fauhan Pegang Prinsip Dawuh Kiai

    • calendar_month Sab, 9 Mar 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.639
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Debut sejumlah politikus muda dalam Pemilu Legislatif 2024 di Kebumen terbilang cukup sukses. Satu nama yang bersinar adalah Muhammad Fauhan Fawaqi SIP MM. Calon Anggota DPRD Kabupaten Kebumen asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini tampaknya bakal melenggang ke kursi DPRD Kebumen. Gus Fauhan, sapaan caleg berusia 31 tahun ini mengantongi suara by […]

  • Tanah Longsor

    Mensos Tinjau Longsor Kalijering, Bantu Korban dan Hibur Pengungsi

    • calendar_month Jum, 12 Feb 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.034
    • 0Komentar

    PADURESO (KebumenUpdate.com) – Menteri Sosial RI Tri Rismaharini meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kebumen, Jumat 12 Februari 2021. Risma yang didampingi oleh Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto dan sejumlah pejabat menemui korban bencana dan menghibur anak-anak di lokasi pengungsian. Mensos mengatakan bencana longsor di Kecamatan Padureso cukup memprihatinkan karena […]

  • Seleksi Jabatan

    Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Kebumen Terpilih Tiga Besar, Ini Daftar Namanya

    • calendar_month Sab, 24 Jul 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.034
    • 0Komentar

    Tidak ada lagi proses wawancara dengan bupati dan wakil Bupati? KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Panitia Seleksi (Pansel) Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkab Kebumen akhirnya mengumumkan tiga besar hasil akhir seleksi jabatan. Dalam pengumuman melalui Surat Nomor 10/PANSEL.JPTA/l 1/2021  terdapat tiga nama untuk masing-masing Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang ada. Adapun empat JMasing-masing […]

  • Odong-odong Dilarang Beroperasi di Kebumen, Pemilik dan Perakit Terancam Pidana

    Odong-odong Dilarang Beroperasi di Kebumen, Pemilik dan Perakit Terancam Pidana

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 821
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ratusan awak angkutan umum se-Kabupaten Kebumen menyambut gembira hasil hasil audiensi yang berlangsung Senin 15 Desember 2025, di ruang rapat pimpinan DPRD Kebumen. Adapun hasilnya disepakati bahwa operasional odong-odong di jalan raya akan ditindak tegas karena tidak sesuai peruntukan dan melanggar aturan lalu lintas. Audiensi tersebut dihadiri sekitar 400 hingga 500 anggota […]

expand_less