Breaking News
light_mode
Beranda » News » Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Dihujani Lemparan Batu

Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Dihujani Lemparan Batu

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 10 Okt 2020
  • visibility 2.457
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kebumen berujung ricuh, Jumat 10 Oktober 2020. Aksis unjukrasa berlangsung cukup tertib, namun usai demo muncul provokasi sehingga kerumunan remaja tersulut emosi.

Dari pantauan di lapangan, demonstrasi tidak hanya diikuti oleh kalangan serikat buruh dan elemen mahasiswa seperti PMII, HMI dan IMM tetap juga organisasi masyarakat (ormas). Bahkan para remaja yang masih usia sekolah juga turut bergabung dalam masa aksi.

Peserta Aksi Longmarch Menuju Gedung Dewan
demo

Masa aksi saat longmarch. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Sebelum aksi dimulai, Tim Tindak Covid-19 Polres Kebumen membubarkan kerumunan di kawasan Alun-alun. Mereka rata-rata para remaja yang datang dari penjuru Kebumen dan sekitarnya.

Baru sekira pukul 14.00 wib, rombongan aksi melakukan longmarch dari depan Gedung Haji di Jalan Veteran melalui sisi barat Alun-alun menuju depan Gedung DPRD Kebumen. Mereka kemudian secara bergantian melakukan orasi yang intinya menolak Undang-undang Cipta Kerja.

Tim Dalmas Polres Kebumen bersiaga di depan pintu gerbang DPRD Kebumen. Polisi juga menyiagakan mobil water canon. Selain itu, satu unit mobil kebakaran juga disiagakan di halaman gedung DPRD Kebumen.

Tuntut DPRD Kebumen Tolak UU Cipta Kerja
demo

Ketua DPRD Sarimun menemui peserta aksi. (Foto: Humas DPRD Kebumen)

Dalam aksinya, massa juga menuntut DPRD Kebumen untuk menolak Undang-undang Omnibus Low Cipta Kerja dan meminta kepada Presiden untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang.

Atas desakan massa, akhirnya Ketua DPRD Kebumen Sarimun menandatangani pernyataan sikap DPRD Kebumen menolak Undang-undang Omnibus Low Cipta Kerja dan meminta kepada Presiden untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang.

Turut menyaksikan Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kebumen Akif Fatwal Amin, Ketua PC PMII Imam Nur Hidayat, Ketua PC HMI Kebumen Ulfatur R, Ketua PC IMM Kebumen Muchromin.

Aksi Lempar Batu, Mirip Tawuran Pelajar 
Demo

Aksi lempar batu. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Saat peserta aksi sudah mundur, muncul provokasi-provokasi dengan pelemparan batu baik ke arah aparat maupun fasilitas umum. Suasana justru memanas saat anggota kepolisian menyemprotkan water canon dan mengamankan sejumlah remaja yang diduga melakukan anarkhisme.

Mereka pun melakukan pelemparan batu yang diambil dari bangunan trotoar di Alun-alun. Batu pemberat tenda milik PKL yang ditinggal juga menjadi sasaran untuk dilemparkan. Suasana itu mirip tawuran pelajar di kota-kota besar.

Fasilitas Umum Rusak, Beberapa Polisi Terluka 
demo

Sejumlah fasilitas umum rusak. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Tempat sampah, torn air BPBD Kbeumen di depan gedung DPRD juga dilempar ke jalan. Akibat pelemparan batu ini, empat kaca gedung DPRD rusak dan ruang penjagaan Satpol PP rusak.

Sejumlah polisi yang membentuk formasi bertahan, ada beberapa yang terluka. Para remaja masih enggan membubarkan diri, sebelum teman-temannya dibebaskan oleh aparat kepolisian.

Polisi Sempat Amankan Enam Remaja 
demo

Anggota Brimob menenangkan massa. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan membenarkan, pihaknya sempat mengamankan enam remaja yang diduga pelaku pelemparan batu. Semuanya berstatus pelajar SLTA. Setelah didata identitasnya mereka dipulangkan.

“Tidak ada yang ditahan,” kata AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Ketua K-SPSI Kebumen yang juga koordinator aksi Akif Fatwal Amin menyampaikan, penolakan UU Ciptaker karena dianggap merugikan para pekerja. Untuk itu tuntutan dari demonstran adalah agar wakil rakyat yang ada di DPRD Kebumen untuk menolak UU Cipta Kerja.

“Undang undang cipta kerja merugikan para pekerja seperti turunnya PKWTT atau perjanjian kerja tanpa batas yang dulunya hanya tiga kali dan juga turunnya jaminan hari tua yang dulu 32 kali menjadi 25 kali terhadap pekerja. Untuk itu DPRD sebagai wakil rakyat untuk menolak UU Cipta Kerja Omnibus Low,” jelas Akif.

Aksi Mulanya Hanya Diikuti 50 Orang 
Demo

Aksi remaja saat disemprot water canon. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Akif menambahkan, peserta aksi yang mulanya hanya berjumlah 50 hingga 100 orang membludak hingga ribuan orang. Menurut dia hal itu membuktikan bahwasannya masyarakat Kebumen juga resah atas disahkannya undang-undang cipta kerja.

“Harapannya Undang-undnag dibatalkan dan presiden segera membuat Peraturan Presiden Pengganti Undang-undang. Ini adalah aksi damai dan tidak ada kericuhan. Apabila pun ada itu bukan dari kami,” tandas Akif. (smn)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kado Akhir Tahun, 3.551 Pegawai Pemkab Kebumen Resmi Sandang Status PPPK Paruh Waktu

    Kado Akhir Tahun, 3.551 Pegawai Pemkab Kebumen Resmi Sandang Status PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 572
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bak kado akhir tahun, halaman Pendopo Kabumian diwarnai pemandangan 3.551 pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen dengan seragam putih hitam, Jumat 12 Desember 2025. Mereka secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dari Bupati Kebumen Lilis Nuryani.   Dari total 3.551 […]

  • Mexolie Hotel Kebumen Luncurkan Mexoria, Paket Iftar All You Can Eat dengan 50+ Menu

    Mexolie Hotel Kebumen Luncurkan Mexoria, Paket Iftar All You Can Eat dengan 50+ Menu

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 628
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Mexolie Hotel Kebumen resmi memperkenalkan program berbuka puasa unggulannya, “Mexoria – Mexolie Ramadan Ceria 2026”. Acara peluncuran yang digelar Rabu 11 Februari 2026 ini menjanjikan pengalaman kuliner All You Can Eat dengan suasana taman yang hangat. General Manager Mexolie Hotel Kebumen, Setiawan Hadi Saputro, menjelaskan bahwa […]

  • Dilepas Bupati Lilis, Bahrun Munawir Resmi Berkarir di Kementerian ATR/BPN

    Dilepas Bupati Lilis, Bahrun Munawir Resmi Berkarir di Kementerian ATR/BPN

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 846
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani secara resmi melepas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kebumen, Bahrun Munawir SSTP MSi yang mendapatkan amanah baru di tingkat nasional. Acara pelepasan yang berlangsung penuh haru tersebut digelar di Pendopo Kabumian pada Sabtu malam, 6 Juni 2026. Bahrun Munawir kini resmi mengemban tugas […]

  • Bangun Karakter dan Kekayaan, IIBF Kebumen Gelar Sekolah Bisnis Bertajuk B-Win

    Bangun Karakter dan Kekayaan, IIBF Kebumen Gelar Sekolah Bisnis Bertajuk B-Win

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 4.011
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – IIBF Kebumen atau Indonesian Islamic Business Forum Kebumen menggelar sekolah bisnis bertajuk Business Owner Institute (B-Win) Batch 2, Selasa 16 Januari 2024. Berlangsung di Trio Azana Hotel, panitia B-Win menjadwalkan 8 kali pertemuan di mana pertemuannya setiap satu pekan sekali pada hari Selasa. Adapun peserta sejumlah 47 orang yang berasal dari Banjarnegara, […]

  • Mandi di Laut, Warga Purworejo Ditemukan Meninggal di Pantai Tlogodepok Mirit

    Mandi di Laut, Warga Purworejo Ditemukan Meninggal di Pantai Tlogodepok Mirit

    • calendar_month Sen, 27 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.344
    • 0Komentar

    MIRIT (KebumenUpdate.com) – Warga Purworejo berinisial KS dengan alamat domisili Desa Ketug Kecamatan Butuh ditemukan meninggal dunia di bibir pantai Desa Tlogodepok Kecamatan Mirit, Kebumen. Pemuda 24 tahun tersebut sempat dilaporkan hilang tersapu ombak saat mandi di pantai pada Jumat sore 14 Mei 2024. Jenazah ditemukan oleh warga Desa Tlogodepok sekitar pukul 6.00 WIB, Senin […]

  • BSU

    436.986 Pekerja di Jateng Sudah Terima BSU 2025, Ini Pesan Gubernur Ahmad Luthfi

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.102
    • 0Komentar

    BOYOLALI (KebumenUpdate.com) – Realisasi bantuan subsidi upah (BSU) pekerja dan buruh di Jawa Tengah pada 2025 sudah mencapai 69,2% dari total alokasi. Persentase tersebut sudah di atas rata-rata nasional, yaitu 63,5%. Merujuk data Kementerian Ketenagakerjaan per 17 Juli 2025, pukul 00.00 WIB, alokasi penerima subsidi upah di Jateng sebanyak 631.569 orang. Sudah terealisasi sebanyak 436.986 […]

expand_less