Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » News » Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Dihujani Lemparan Batu

Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Dihujani Lemparan Batu

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 10 Okt 2020
  • visibility 2.339
  • comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kebumen berujung ricuh, Jumat 10 Oktober 2020. Aksis unjukrasa berlangsung cukup tertib, namun usai demo muncul provokasi sehingga kerumunan remaja tersulut emosi.

Dari pantauan di lapangan, demonstrasi tidak hanya diikuti oleh kalangan serikat buruh dan elemen mahasiswa seperti PMII, HMI dan IMM tetap juga organisasi masyarakat (ormas). Bahkan para remaja yang masih usia sekolah juga turut bergabung dalam masa aksi.

Peserta Aksi Longmarch Menuju Gedung Dewan
demo

Masa aksi saat longmarch. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Sebelum aksi dimulai, Tim Tindak Covid-19 Polres Kebumen membubarkan kerumunan di kawasan Alun-alun. Mereka rata-rata para remaja yang datang dari penjuru Kebumen dan sekitarnya.

Baru sekira pukul 14.00 wib, rombongan aksi melakukan longmarch dari depan Gedung Haji di Jalan Veteran melalui sisi barat Alun-alun menuju depan Gedung DPRD Kebumen. Mereka kemudian secara bergantian melakukan orasi yang intinya menolak Undang-undang Cipta Kerja.

Tim Dalmas Polres Kebumen bersiaga di depan pintu gerbang DPRD Kebumen. Polisi juga menyiagakan mobil water canon. Selain itu, satu unit mobil kebakaran juga disiagakan di halaman gedung DPRD Kebumen.

Tuntut DPRD Kebumen Tolak UU Cipta Kerja
demo

Ketua DPRD Sarimun menemui peserta aksi. (Foto: Humas DPRD Kebumen)

Dalam aksinya, massa juga menuntut DPRD Kebumen untuk menolak Undang-undang Omnibus Low Cipta Kerja dan meminta kepada Presiden untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang.

Atas desakan massa, akhirnya Ketua DPRD Kebumen Sarimun menandatangani pernyataan sikap DPRD Kebumen menolak Undang-undang Omnibus Low Cipta Kerja dan meminta kepada Presiden untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang.

Turut menyaksikan Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kebumen Akif Fatwal Amin, Ketua PC PMII Imam Nur Hidayat, Ketua PC HMI Kebumen Ulfatur R, Ketua PC IMM Kebumen Muchromin.

Aksi Lempar Batu, Mirip Tawuran Pelajar 
Demo

Aksi lempar batu. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Saat peserta aksi sudah mundur, muncul provokasi-provokasi dengan pelemparan batu baik ke arah aparat maupun fasilitas umum. Suasana justru memanas saat anggota kepolisian menyemprotkan water canon dan mengamankan sejumlah remaja yang diduga melakukan anarkhisme.

Mereka pun melakukan pelemparan batu yang diambil dari bangunan trotoar di Alun-alun. Batu pemberat tenda milik PKL yang ditinggal juga menjadi sasaran untuk dilemparkan. Suasana itu mirip tawuran pelajar di kota-kota besar.

Fasilitas Umum Rusak, Beberapa Polisi Terluka 
demo

Sejumlah fasilitas umum rusak. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Tempat sampah, torn air BPBD Kbeumen di depan gedung DPRD juga dilempar ke jalan. Akibat pelemparan batu ini, empat kaca gedung DPRD rusak dan ruang penjagaan Satpol PP rusak.

Sejumlah polisi yang membentuk formasi bertahan, ada beberapa yang terluka. Para remaja masih enggan membubarkan diri, sebelum teman-temannya dibebaskan oleh aparat kepolisian.

Polisi Sempat Amankan Enam Remaja 
demo

Anggota Brimob menenangkan massa. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan membenarkan, pihaknya sempat mengamankan enam remaja yang diduga pelaku pelemparan batu. Semuanya berstatus pelajar SLTA. Setelah didata identitasnya mereka dipulangkan.

“Tidak ada yang ditahan,” kata AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Ketua K-SPSI Kebumen yang juga koordinator aksi Akif Fatwal Amin menyampaikan, penolakan UU Ciptaker karena dianggap merugikan para pekerja. Untuk itu tuntutan dari demonstran adalah agar wakil rakyat yang ada di DPRD Kebumen untuk menolak UU Cipta Kerja.

“Undang undang cipta kerja merugikan para pekerja seperti turunnya PKWTT atau perjanjian kerja tanpa batas yang dulunya hanya tiga kali dan juga turunnya jaminan hari tua yang dulu 32 kali menjadi 25 kali terhadap pekerja. Untuk itu DPRD sebagai wakil rakyat untuk menolak UU Cipta Kerja Omnibus Low,” jelas Akif.

Aksi Mulanya Hanya Diikuti 50 Orang 
Demo

Aksi remaja saat disemprot water canon. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)

Akif menambahkan, peserta aksi yang mulanya hanya berjumlah 50 hingga 100 orang membludak hingga ribuan orang. Menurut dia hal itu membuktikan bahwasannya masyarakat Kebumen juga resah atas disahkannya undang-undang cipta kerja.

“Harapannya Undang-undnag dibatalkan dan presiden segera membuat Peraturan Presiden Pengganti Undang-undang. Ini adalah aksi damai dan tidak ada kericuhan. Apabila pun ada itu bukan dari kami,” tandas Akif. (smn)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Hari Tak Terlihat, Warga Gombong Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

    Tiga Hari Tak Terlihat, Warga Gombong Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

    • calendar_month Jum, 1 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.481
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Seorang pria (PN) usia 49 tahun warga Desa Kalitengah Kecamatan Gombong ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Kamis 30 November 2023. Mirisnya, almarhum ditemukan setelah tiga hari tak terlihat keluar rumah. Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto menjelaskan, peristiwa bermula dari bau menyengat di sekitar rumahnya pukul 10.30 WIB. […]

  • Meta AI

    Meta AI di WhatsApp: Aktifkan dengan Mudah dan Nikmati Fitur Cerdasnya

    • calendar_month Sen, 23 Des 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.476
    • 0Komentar

    APAKAH kamu pernah merasa terbatas saat menggunakan WhatsApp untuk mencari informasi, mengedit foto, atau membuat konten visual?  Tanpa fitur cerdas, kamu harus berpindah aplikasi, yang tentunya tidak praktis. Kehilangan Waktu dan Produktivitas Beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lain memakan waktu dan membuat alur kerja terputus. Hal ini bisa menghambat produktivitas dan membuat komunikasi menjadi […]

  • Mirip Ramayana Prambanan, Masyarakat Antusias Tonton Sendratari Hanoman Duta di Alun-alun Pancasila Kebumen

    Mirip Ramayana Prambanan, Masyarakat Antusias Tonton Sendratari Hanoman Duta di Alun-alun Pancasila Kebumen

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 565
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Layaknya Sendratari Ramayana Prambanan, Car Free Night di Alun-alun Pancasila Kebumen, Sabtu 6 Desember 2025, berhasil menarik perhatian masyarakat dengan pentas seni bertajuk Sendratari Hanoman Duta. Antusiasme masyarakat terbukti dari beberapa penonton yang diwawancarai oleh pembawa acara di antaranya berasal dari Petanahan, Karanggayam, Karangsambung, hingga dari Semarang. Mengusung tema Generasi Berpentas Warisan […]

  • Hilang 3 Minggu, Pemancing Asal Brebes yang Jatuh di Pantai Sawangan Akhirnya Ditemukan

    Hilang 3 Minggu, Pemancing Asal Brebes yang Jatuh di Pantai Sawangan Akhirnya Ditemukan

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jasad seorang laki-laki yang ditemukan oleh nelayan, Rabu 15 Januari 2025 di perairan Pantai Menganti sekitar 200 meter dari bibir pantai, saat ini telah diketahui identitasnya. Korban diketahui adalah Sepudin (39), warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Sepudin dilaporkan hilang pada 23 Desember 2024 setelah terjatuh ke laut saat memancing di […]

  • Kasus Pekerja Migran Indonesia

    Daftar Kasus Pekerja Migran Indonesia yang Diadukan ke Migrant CARE Kebumen, Butuh Kolaborasi Penanganan

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.463
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) –  Kasus yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik yang akan, sedang dan telah bekerja di luar negeri cukup banyak. Tahun 2023, beberapa pengaduan kasus PMI masuk ke Migrant CARE Kebumen mulai dari proses keberangkatan, sedang bekerja, hingga ketika kembali dari di luar negeri. Pertama, pada 7 Februari 2023, Asri Vitamaya, calon PMI […]

  • Perpamsi Award

    Perumda Air Minum Kebumen Raih Perpamsi Awards 2021 Kategori Inovasi Digital

    • calendar_month Kam, 9 Des 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.580
    • 0Komentar

    SOLO (KebumenUpdate.com) – Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa Kebumen meraih penghargaan dari Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) atau Perpamsi Awards 2021. Penghargaan diperoleh untuk kategori Perumda Air Minum Sehat yang memiliki inovasi dalam bidang teknologi informasi. Penghargaan diberikan oleh Pengurus Pusat Perpamsi kepada Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH di The Sunan […]

expand_less