Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Memahami Sejarah Awal Berdirinya Kebumen Secara Kronologis

Memahami Sejarah Awal Berdirinya Kebumen Secara Kronologis

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 20 Agu 2024
  • visibility 23.793
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Pertempuran ini dinamakan Kupu Tarung karena kupu-kupu merepresentasikan suatu keindahan. Perang dua tokoh besar antara Kolopaking IV melawan Arungbinang IV dilambangkan dengan dua kupu-kupu yang sedang bertarung memperebutkan supremasi kekuasaan. Untuk mengenang pertempuran ini, pada tahun 2019 silam, pemerintah Kebumen membangun Monumen Kupu Tarung di sekitar lokasi pertempuran, tidak jauh dari ikon kota Tugu Lawet.

Sejarah Kebumen

Monumen Kupu Tarung untuk mengabadikan pertempuran antara Kolopaking IV dengan Arungbinang IV. (Dok. Setyo Adi Nugroho/Potret Lawas Kebumen)

Hasil dari pertempuran tersebut, posisi Kolopaking IV sebagai pemimpin Panjer dicopot dan diberikan kepada Arungbinang IV. Pada masa pemerintahan Arungbinang V, Panjer diganti nama menjadi Kebumen. Konon, nama Kebumen diambil dari kata kabumian yang merujuk pada daerah pelarian Ki Bumi selama dalam pengejaran Sultan Amangkurat I. Ki Bumi telah kita ketahui sebelumnya adalah leluhur dari trah Arungbinang. Trah Arungbinang silih berganti memimpin Kebumen hingga Jepang tiba di Indonesia tahun 1942 semasa pemerintahan Arungbinang VIII.

Sedangkan keturunan Kolopaking harus menyingkir ke luar Kebumen dan dilarang menggunakan kembali gelar Kolopaking. Keturunan Kolopaking IV ada yang menjadi Bupati Karanganyar–sekarang berstatus kecamatan–dengan gelar Kertanegara dan ada pula yang menjadi Bupati Banjarnegara dengan gelar Jayanegara.

Sejarah Kebumen

Daftar nama pemimpin Kebumen saat dikuasai trah atau keturunan Kolopaking dan Arungbinang. (Dok. Wikipedia)

Pembagian Wilayah Pasca Perang Jawa dan Perang Kupu Tarung

Semenjak memenangkan Perang Jawa (1825-1830) dan Perang Kupu Tarung (1831), Belanda memegang kekuasaan penuh atas wilayah selatan Jawa. Kemudian Belanda membagi Keresidenan Bagelen menjadi enam kabupaten, yaitu Kabupaten Kebumen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Ambal, Kabupaten Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Ledok (Wonosobo). Pada tahun 1872, Kabupaten Ambal dihapuskan. Keresidenan Bagelen kemudian juga dihapuskan dan semua kabupaten yang tersisa bergabung dengan Keresidenan Kedu pada tahun 1901.

Perubahan Hari Jadi Kebumen

Sebelum tanggal 21 Agustus ditetapkan sebagai Hari Jadi Kebumen yang baru, Kebumen sempat menggunakan tanggal 1 Januari sebagai hari jadinya. Bagaimana awal mulanya? Sebelum wilayah Kebumen seluas sekarang, Sungai Luk Ulo menjadi saksi perkembangan dua kabupaten. Sungai Luk Ulo menjadi batas bagi dua wilayah, yaitu wilayah timur untuk Kabupaten Kebumen (wetan kali) dan wilayah barat untuk Kabupaten Karanganyar (kulon kali).

Sejarah Kebumen

Sungai Luk Ulo yang pernah menjadi batas bagi dua kabupaten, yaitu Kebumen dan Karanganyar. (Dok. Setyo Adi Nugroho/Potret Lawas Kebumen)

Pada tahun 1929, dunia sedang mengalami krisis malaise atau depresi ekonomi besar. Untuk mengatasinya, Belanda berinisiatif menyatukan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Kebumen.

Pemerintahan Karanganyar awalnya tidak setuju karena mereka merasa lebih maju dibanding Kebumen. Namun, usaha untuk mempertahankan status Karanganyar sebagai kabupaten tetap tidak terwujud.

Akhirnya pada tanggal 1 Januari 1936, Kabupaten Karanganyar dihapuskan. Wilayahnya menjadi bagian Kabupaten Kebumen hingga kini. Sejak saat itu, tanggal 1 Januari ditetapkan sebagai Hari Jadi Kebumen sebelum nantinya diubah menjadi 21 Agustus pada tahun 2018 yang merujuk pada kontribusi penting Ki Bodronolo dalam penyerangan kedua Mataram Islam ke Batavia seperti penjelasan di awal artikel.

Penulis: Setyo Adi Nugroho, founder Potret Lawas Kebumen

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Webinar Internasional

    Universitas Putra Bangsa Gelar Webinar Internasional Bahas Ekonomi Global dan Transformasi Digital

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 606
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Universitas Putra Bangsa menyelenggarakan webinar internasional bertajuk “Navigating Global Economic Challenges in the Era of Uncertainty and Digital Transformation” pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh akademisi dan mahasiswa dari berbagai institusi. Webinar tersebut dibuka secara resmi oleh Dr Harini Apriliya Setyawati SE MSi. Ia menegaskan […]

  • Desa Lunas Tercepat PBB

    Tiga Desa Ini Lunas Tercepat PBB 2024, Berikut Daftar Peraih BPKPD Awards

    • calendar_month Jum, 26 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.534
    • 0Komentar

    Pada kesempatan tersebut juga dilakukan launching Transparansi Anggaran,  Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran tahun 2024. Juga penyerahan sertifikat tanah milik Pemkab Kebumen oleh BPN sebanyak 461 sertifikat yang terdiri atas 371 sertifikat hasil tahun 2023 dan 90 sertifikat hasil tahun 2024. Daftar Lengkap Peraih BPKPD Awards 2024 A. Pengelolaan Barang Milik Daerah Kategori OPD Dinas Pendidikan […]

  • Raperda tentang RTRW Belum Selesai Karena Berkaitan dengan LP2B

    Raperda tentang RTRW Belum Selesai Karena Berkaitan dengan LP2B

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.997
    • 0Komentar

    RTRW dan RPJP Saling Berkaitan  Sementara itu menurut Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen, Miftahul Ulum, bahwa jika diilustrasikan RTRW adalah cerita bergambar, sedangkan RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) adalah naskahnya. “RPJP sudah berjalan berapa tahun, tata ruangnya (embrionya) saja belum ada. Ilustrasi yang paling gampang, ketika tata ruang masuk ternyata Kebumen ditetapkan menjadi Geopark […]

  • AKBP Piter

    Geser Jadi Kapolres Sragen, Ini Kesan Pesan AKBP Piter Yanottama Saat Jabat Kapolres Kebumen

    • calendar_month Sel, 10 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.478
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – AKBP Piter Yanottama SH SIK MH mengakhiri tugas sebagai Kapolres Kebumen setelah mendapatkan tugas baru sebagai Kapolres Sragen menggantikan AKBP Yuswanto Ardi yang dimutasi sebagai Wakapolresta Semarang. Selanjutnya Kapolres Kebumen akan dijabat oleh AKBP Burhanuddin SIK SH MH yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Temanggung. Sebelum bergeser ke Polres Sragen, AKBP Piter Yanottama […]

  • 53 % Tanah di Kebumen  Belum Bersertifikat

    53 % Tanah di Kebumen  Belum Bersertifikat

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.386
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) –  Kabupaten Kebumen dengan luas wilayah 158.000 hektare memiliki jumlah bidang tanah 1.169.843 bidang. Dari jumlah itu yang sudah bersertifikat mencapai 47 % atau 546.532 bidang dan sudah terpetakan 51 % atau 591.219 bidang. Artinya masih ada 53 % bidang tanah di kabupaten berslogan “Beriman “ itu yang belum bersertifikat. “Pada tahun 2023, […]

  • Arif Sugiyanto,

    Tak Ada Pemberian Gelar Hadratusyekh kepada Arif Sugiyanto

    • calendar_month Ming, 3 Nov 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.694
    • 0Komentar

    Arif pun sudah melaporkan WNH ke pihak kepolisian dalam hal ini Mapolres Kebumen atas tuduhan pencemaran nama baik dan berita hoax. Termasuk melaporkan medianya ke Dewan Pers. Soal benar atau salah, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Perkara ini pun sudah diteruskan ke Mabes Polri. “Biarkan jalur hukum yang akan menjawab kebenarannya, perkara ini […]

expand_less