Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Memahami Sejarah Awal Berdirinya Kebumen Secara Kronologis

Memahami Sejarah Awal Berdirinya Kebumen Secara Kronologis

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 20 Agu 2024
  • visibility 22.652
  • comment 0 komentar

Pertempuran ini dinamakan Kupu Tarung karena kupu-kupu merepresentasikan suatu keindahan. Perang dua tokoh besar antara Kolopaking IV melawan Arungbinang IV dilambangkan dengan dua kupu-kupu yang sedang bertarung memperebutkan supremasi kekuasaan. Untuk mengenang pertempuran ini, pada tahun 2019 silam, pemerintah Kebumen membangun Monumen Kupu Tarung di sekitar lokasi pertempuran, tidak jauh dari ikon kota Tugu Lawet.

Sejarah Kebumen

Monumen Kupu Tarung untuk mengabadikan pertempuran antara Kolopaking IV dengan Arungbinang IV. (Dok. Setyo Adi Nugroho/Potret Lawas Kebumen)

Hasil dari pertempuran tersebut, posisi Kolopaking IV sebagai pemimpin Panjer dicopot dan diberikan kepada Arungbinang IV. Pada masa pemerintahan Arungbinang V, Panjer diganti nama menjadi Kebumen. Konon, nama Kebumen diambil dari kata kabumian yang merujuk pada daerah pelarian Ki Bumi selama dalam pengejaran Sultan Amangkurat I. Ki Bumi telah kita ketahui sebelumnya adalah leluhur dari trah Arungbinang. Trah Arungbinang silih berganti memimpin Kebumen hingga Jepang tiba di Indonesia tahun 1942 semasa pemerintahan Arungbinang VIII.

Sedangkan keturunan Kolopaking harus menyingkir ke luar Kebumen dan dilarang menggunakan kembali gelar Kolopaking. Keturunan Kolopaking IV ada yang menjadi Bupati Karanganyar–sekarang berstatus kecamatan–dengan gelar Kertanegara dan ada pula yang menjadi Bupati Banjarnegara dengan gelar Jayanegara.

Sejarah Kebumen

Daftar nama pemimpin Kebumen saat dikuasai trah atau keturunan Kolopaking dan Arungbinang. (Dok. Wikipedia)

Pembagian Wilayah Pasca Perang Jawa dan Perang Kupu Tarung

Semenjak memenangkan Perang Jawa (1825-1830) dan Perang Kupu Tarung (1831), Belanda memegang kekuasaan penuh atas wilayah selatan Jawa. Kemudian Belanda membagi Keresidenan Bagelen menjadi enam kabupaten, yaitu Kabupaten Kebumen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Ambal, Kabupaten Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Ledok (Wonosobo). Pada tahun 1872, Kabupaten Ambal dihapuskan. Keresidenan Bagelen kemudian juga dihapuskan dan semua kabupaten yang tersisa bergabung dengan Keresidenan Kedu pada tahun 1901.

Perubahan Hari Jadi Kebumen

Sebelum tanggal 21 Agustus ditetapkan sebagai Hari Jadi Kebumen yang baru, Kebumen sempat menggunakan tanggal 1 Januari sebagai hari jadinya. Bagaimana awal mulanya? Sebelum wilayah Kebumen seluas sekarang, Sungai Luk Ulo menjadi saksi perkembangan dua kabupaten. Sungai Luk Ulo menjadi batas bagi dua wilayah, yaitu wilayah timur untuk Kabupaten Kebumen (wetan kali) dan wilayah barat untuk Kabupaten Karanganyar (kulon kali).

Sejarah Kebumen

Sungai Luk Ulo yang pernah menjadi batas bagi dua kabupaten, yaitu Kebumen dan Karanganyar. (Dok. Setyo Adi Nugroho/Potret Lawas Kebumen)

Pada tahun 1929, dunia sedang mengalami krisis malaise atau depresi ekonomi besar. Untuk mengatasinya, Belanda berinisiatif menyatukan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Kebumen.

Pemerintahan Karanganyar awalnya tidak setuju karena mereka merasa lebih maju dibanding Kebumen. Namun, usaha untuk mempertahankan status Karanganyar sebagai kabupaten tetap tidak terwujud.

Akhirnya pada tanggal 1 Januari 1936, Kabupaten Karanganyar dihapuskan. Wilayahnya menjadi bagian Kabupaten Kebumen hingga kini. Sejak saat itu, tanggal 1 Januari ditetapkan sebagai Hari Jadi Kebumen sebelum nantinya diubah menjadi 21 Agustus pada tahun 2018 yang merujuk pada kontribusi penting Ki Bodronolo dalam penyerangan kedua Mataram Islam ke Batavia seperti penjelasan di awal artikel.

Penulis: Setyo Adi Nugroho, founder Potret Lawas Kebumen

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruwat Kabumian: Gunungan Hasil Bumi dan Unggas yang Dilepas Bupati jadi Rebutan Warga

    Ruwat Kabumian: Gunungan Hasil Bumi dan Unggas yang Dilepas Bupati jadi Rebutan Warga

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kemeriahan dan makna mendalam menyelimuti Ruwat Kabumian di Kebumen pada Kamis malam, 26 Juni 2025. Ribuan pasang mata terpukau oleh arak-arakan gunungan hasil bumi yang melambangkan kemakmuran dan rasa syukur, menjadi daya tarik utama dalam gelaran budaya tahunan yang sukses diselenggarakan oleh Pemkab Kebumen bersama para budayawan. Gunungan ini tak hanya indah […]

  • Pohon Tumbang

    Listrik di Buayan Padam, Ternyata Ini Sebabnya

    • calendar_month Jum, 30 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.307
    • 0Komentar

    BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Listrik di sebagian Kecamatan Buayan, lebih tepatnya di Desa Karangbolong padam, Jumat, 30 Oktober 2020. Hal ini disebabkan oleh sebatang pohon kelapa yang tumbang mengenai jaringan listrik. Mendapati laporan dari warga, petugas Yantek PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gombong segera menuju ke titik lokasi penyebab padam listrik. Setelah dicek oleh petugas PLN, […]

  • Tarian Among Hyun Warnai Opening Ceremony Kebumen International Expo (KIE) 2022

    Tarian Among Hyun Warnai Opening Ceremony Kebumen International Expo (KIE) 2022

    • calendar_month Ming, 26 Jun 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.896
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Opening Ceremony Kebumen Internasional Expo (KIE) 2022 berlangsung di panggung utama Alun-alun Kebumen pada Sabtu malam, 25 Juni 2022. Diawali dengan flashmob tarian Among Hyun, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Kebumen, pembacaan doa, pesta kembang api, dan penampilan dari Sammy Simorangkir. Gelaran KIE 2022 mengambil tema “Napak Kabumian, Nggayuh Kayangan” dimaksudkan sebagai […]

  • Pembunuhan Siswi SMP

    Tersangka Peragakan 19 Adegan Pembunuhan Siswi SMP, Nomor 15 Paling Sadis

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.529
    • 0Komentar

    Tersangka menarik korban menggunakan tali hoodie yang dijeratkan di leher. Kemudian tersangka menyeret kurang lebih 15 meter. Pada adegan nomor 15, setelah korban terjatuh, tersangka memukul berulang kali, lalu menginjak-injak hingga meninggal dunia. Setelah memastikan meninggal, tersangka meninggalkan korban dengan menutup wajah dengan jaket hoodie. Selain itu tersangka menurunkan celana korban. Adegan meninggalkan korban, merupakan […]

  • Festival Band Antar Madrasah

    Festival Band Antar Madrasah dan Pondok Pesantren, Ini Daftar Juaranya

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.420
    • 0Komentar

    Kegiatan ini untuk menumbuhkan bakat seni yang ada di kalangan siswa-siswi dan para santri. Sehingga ilmunya akan lebih luas lagi. Sebab seni ini juga menjadi media untuk berdakwah. Baca Juga: Band Indie Amigdala Ramaikan Perayaan HUT ke-38 SMA N 1 Kutowinangun “Santri juga harus mengikuti perkembangan, tetapi harus tetap menjaga nilai-nilai kesantrian,” tandasnya. Festival yang diadakan […]

  • Guru Honorer

    Sempat Terkendala Kuota, 448 Guru Honorer di Kebumen Akhirnya Bakal Terima SK PPPK

    • calendar_month Kam, 6 Okt 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.366
    • 0Komentar

    Muhtadi adalah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang sudah 15 tahun mengajar di SMPN 1 Sruweng. Pada saat pembukaan guru PPPK dirinya ikut mendaftar. Namun di sekolah tempat dia mengajar tidak ada kouta PPPK untuk guru PAI, sehingga dia harus mendaftar di sekolah lain. “Sayangnya di sekolah yang saya daftar itu ada juga guru PAI-nya […]

expand_less