Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Kebumen Pernah Memiliki Dua Pabrik Gula

Kebumen Pernah Memiliki Dua Pabrik Gula

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 9 Apr 2025
  • visibility 19.461
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Sejak diberlakukannya kebijakan Cultuurstelsel, terjadi peningkatan yang luar biasa. Ekspor gula dalam sepuluh tahun mengalami peningkatan 10 kali lipat dari hanya 6.710 ton pada 1830 menjadi 61.750 ton pada 1840 dan 146.670 ton saat Sistem Tanam Paksa dihapus tahun 1870, demikian tulis Khudori dalam  bukunya, Gula Rasa Neoliberalisme: Pergumulan Empat Abad Industri Gula (2005:25). Khudori melanjutkan, “Sistem Tanam Paksa mampu menggeser posisi kopi sebagai komoditas ekspor utama dan menjadi sumber utama pendapatan pemerintah Kerajaan Belanda. Industri gula bahkan berkembang menjadi basis utama perekonomian Belanda di Jawa” (2005:25).

Ekonomi Gula di Era Liberal

Pengelolaan gula mengalami perubahan fase pada tahun 1870. Pada masa itu, pengelolaan gula memasuki sebuah periode yang dinamakan Liberalisasi Pasar (1870-1900). Periode ini merupakan kemenangan kaum Liberal di Belanda yang melihat sistem Tanam Paksa telah banyak merugikan para buruh dan petani di Hindia Belanda. Sebagaimana dicatat Khudori, “Sejak 1892, industri gula Indonesia praktis dikuasai sepenuhnya oleh perusahaan swasta yang menggunakan sistem perdagangan bebas” (2005:29).

Melalui tiga kebijakan yaitu Undang-Undang Agraria 1870 dan Undang-Undang Gula 1870 serta Undang-Undang Tarif 1872 memberikan sebuah jaminan terhadap para pengusaha swasta untuk melakukan penyewaan lahan pemerintah ataupun milik rakyat dalam tempo yang cukup lama (35-75 tahun). Sebagaimana saat Sistem Tanam Paksa diberlakukan dan komoditas gula mengalami peningkatan tajam, demikian pula saat Liberalisasi Pasar diberlakukan.

Pada tahun 1894, sebanyak 195 pabrik gula beroperasi di Jawa dan tahun 1929 (meskipun mengalami penurunan) jumlahnya sekitar 180 buah, yang tersebar di sejumlah karesidenan yang ada di Jawa yaitu: Besuki (9), Pasuruan (27), Surabaya (35), Kediri (21), Madiun (6), Semarang dan Rembang (11), Surakarta (16), Yogyakarta (17), Kedu dan Banyumas (masing-masing 7), Pekalongan (17) dan Cirebon (11) (H.CH.G.J.Van Der Mandere, De Geemployeerde bij de Javasuikerindustrie: Overzicht van de Werkring en de Vooruitzichten Benevens van de Inrichtingen tot Opleiding (1929:12).

Dalam laporan Van Der Mandere tersebut, luas areal penanaman tebu di Pulau Jawa tercatat mengalami peningkatan sbb: 105.702 bahu (1894), 128.301 bahu (1900), 156.714 bahu (1906), 172.077 bahu (1909), 207.800 bahu (1914),213.013 bahu (1915), 221.823 bahu (1916), 226.082 bahu (1917), 229.791 (1918), 193.977 bahu (1919),224.724 (1921), 226.760  bahu (1920), 224.724 bahu (1921), 226.760 bahu (1922), 229.167 bahu (1923), 242.828 bahu (1924), 251.254 bahu (1925), 254.049 (1926), 260.647 bahu (1927),272.594 bahu (1928).

Kebumen Kota Kabupaten di Bawah Karesidenan Bagelen (1830-1900) dan Karesidenan Kedu (1901-1942)

Setelah Perang Jawa berakhir (1830) wilayah-wilayah mancanegara kasunanan dan kasultanan termasuk Bagelen dan Banyumas jatuh ke tangan Belanda sesuai dengan perjanjian sebelumnya sebagai konsesi bantuan memadamkan Perang Jawa. Bagelen menjadi wilayah Karesidenan dengan dipimpin seorang residen dan beribukota di Purworejo. Karesidenan Bagelen membawahi beberapa kabupaten yaitu Ledok (Wonosobo), Kutoarjo, Purworejo, Kebumen, Ambal, Karanganyar.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Pendek: Koh Tsun

    Cerita Pendek: Koh Tsun

    • calendar_month Ming, 15 Jan 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.808
    • 0Komentar

    Gemerap anak-anak berubah senyap. Warga Parangan mulai memakai sorjan dan mengalungkan sarungnya untuk menangkis hawa dingin yang menelusup sampai ke dalam tulang. Mereka duduk di serambi, berkumpul dengan keluarganya sembari memakan umbi rebus dan secangkir kopi panas. Koh Tsun menghentikan sepeda motornya di sebelah warung kopi di perempatan. Sepeda motor itu ia bunyikan dengan dengungan […]

  • Sekolah Negeri

    Banyak Sekolah Negeri Kalah dengan Swasta, Guru Diminta Lebih Kreatif

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.619
    • 0Komentar

    Jika ada guru dan kepala sekolah yang berprestasi, Bupati menegaskan pihaknya  tidak segan untuk menaikan gaji tunjangan kepada mereka. Bupati sudah menaikan anggaran untuk pendidikan dari yang harusnya 20 persen saat ini menjadi 38 persen. Larang Pungutan Dalam kesempatan itu, Bupati kembali mengingatkan kepada sekolah negeri di bawah naungan Pemkab Kebumen agar tidak melakukan pungutan […]

  • Pertumbuhan Ekonomi

    Pelaku Usaha Respon Positif Pertumbuhan Ekonomi Jateng Tembus 5,28 Persen

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.674
    • 0Komentar

    Senada, perwakilan PT Trina Mas Agro Indonesia (TMAI), Martha, mengapresiasi dukungan Pemprov Jateng. Perusahaan panel surya yang beroperasi di Kawasan Industri Kendal itu mengaku banyak mendapat kemudahan. “Pemerintah sangat membantu, mulai dari perizinan hingga infrastruktur pendukung. Akses tol dan jalan memudahkan aktivitas kami, bahkan tamu-tamu asing merasa nyaman,” ujar Martha. Arah Pembangunan Ekonomi Jateng di […]

  • Bejat! Ayah di Kuwarasan Kebumen Tega Setubuhi Anak Kandung Sejak 2024

    Bejat! Ayah di Kuwarasan Kebumen Tega Setubuhi Anak Kandung Sejak 2024

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.211
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kebumen berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur di wilayah Kecamatan Kuwarasan. Polisi telah menetapkan seorang pria berinisial M (34) sebagai tersangka atas tindakan keji terhadap anak kandungnya sendiri. ​Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini […]

  • Kapolri

    Kapolri Imbau Warga yang Terpapar Covid 19 Dirawat di Isolasi Terpadu, Ternyata Ini Alasannya

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 982
    • 0Komentar

    JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau kepada warga Medan, Sumatera Utara (Sumut) yang terpapar Covid-19 untuk menjalani perawatan di lokasi isolasi terpusat (Isoter). Menurutnya, tempat tersebut jauh lebih aman dan nyaman bagi pasien yang terjangkit virus corona. Kapolri menyampaikan hal saat memimpin rapat dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Forkopimda Medan, […]

  • Haul Masyayikh ke-62 PP Salafiyah Wonoyoso, Bupati Kebumen Ajak Teladani Perjuangan KH Ahmad Nashoha

    Haul Masyayikh ke-62 PP Salafiyah Wonoyoso, Bupati Kebumen Ajak Teladani Perjuangan KH Ahmad Nashoha

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 432
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com)– Pondok Pesantren Salafiyah Wonoyoso, Bumirejo, Kebumen, menggelar peringatan Haul ke-62 Al-Maghfurlah KH Ahmad Nashoha pada Rabu 10 Juni 2026. Acara yang dipadukan dengan Silaturahmi Akbar Alumni ini juga memperingati haul para masyayikh terdahulu, yakni KH Fathurrohman ke-60, KH Sulton ke-50, KH Mahfudz Arief ke-39, dan Nyai Fatmah ke-11. Hadir Bupati Kebumen, Staf Ahli […]

expand_less