Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Kebumen Pernah Memiliki Dua Pabrik Gula

Kebumen Pernah Memiliki Dua Pabrik Gula

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 9 Apr 2025
  • visibility 19.716
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Demikian pula Banyumas menjadi wilayah Karesidenan dengan dipimpin residen dan beribukota di Banyumas. Karesidenan Banyumas membawahi beberapa kabupaten yaitu Banyumas, Purwokerto, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap.

Kebumen, sebagai administrasi baru yang lahir pasca Perang Jawa menggantikan Panjer (sebagaimana Purworejo menggantikan Brengkelan, Kutoarjo menggantikan Semawung serta Karanganyar menggantikan Remo Jatinegara) berada di bawah Karesidenan Bagelen dari tahun 1830-1900. Karesidenan Bagelen dihapus dan diganti menjadi Karesidenan Kedu dari tahun 1901-1942 dengan ibukota Magelang. Para bupati yang memerintah di Kebumen sejak 1830-1942 adalah Arung Binang IV sampai Arung Binang VIII.

Pabrik Gula Sitiredjo Kebasekan dan Pabrik Gula Remboen Prembun

Pabrik Gula

Bangunan Suikerfabriek “Remboen” (Foto: Dok. Historical Study Trips)

Johannes Marinus Roosenschoon dalam laporannya berjudul, De Westerse Cultures op Java vóór 1870 (Kemink en Zn, 1945) menuliskan daftar nama-nama pabrik gula yang pernah berada dan berjaya di Karesidenan Bagelen sbb: Sitiredjo, Kebasekan (didirikan tahun 1856 dan berakhir tahun 1897), Winong Lor dan Tegalsari (didirikan tahun 1874 dan berakhir tahun 1885), Supeng (didirikan tahun 1881 dan berakhir 1886), Prembun (didirikan tahun 1890), Purworejo (1910).

Ada yang menarik perihal keberadaan Suikerfabriek Sitiredjo di Kebasekkan ini.  Roosenschoon menjelaskan dalam bukunya tersebut demikian, “Di Begelen pabrik Kebasekkan dijalankan oleh orang Jawa. Pengusaha itu menyewa tanah yang diperlukan dari penduduk untuk jangka waktu 12 bulan seharga f.40, hingga f.42 per bahu dan mengolah dan menanami tanah itu dengan biaya sendiri”. Ya, pengusahanya seorang Jawa. Sebuah anomali memang.

Sayangnya kita tidak mendapatkan keterangan lebih lanjut siapa nama pengusaha tersebut. Hasil pelacakkan dokumen berikutnya memunculkan beberapa nama orang Tionghoa yang mengelola pabrik gula tersebut. Regering Almanak voor Nederlandsch Indie (1865) menyebut Koe Tjoe Kim dan dalam Regering Almanak voor Nederlandsch Indie (1895) menyebut nama The Toan  dan Tjiok The Toan Tjin serta administrateur bernama F.R. Coers.

Foto Rumah Sakit Pandjoeroeng (eks RSUD lama) dengan latar belakang cerobong asap pabrik gula Sitiredjo sebagaimana dimuat dalam Zendingsblad Voor Gereformeerde Kerken In Nederland (1918), membantu kita merekontruksi dan berimajinasi perihal keberadaannya di era kolonial.

Sepenggal kisah Suikerfabriek bernama Sitiredjo telah diulas dalam buku saya berjudul, Bukan Kota Tanpa Masa Lalu: Dinamika Sosial Ekonomi Kebumen Era Arung Binang VII (Yogyakarta: Deepublish 2020). Isinya lebih banyak memperlihatkan sad story berupa pemindahan pemilik karena pailit dan akhirnya ditutup bertahun-tahun untuk kemudian diakuisisi oleh Suikerfabriek Remboen, Prembun. Lokasi eks Suikerfabriek Sitiredjo adalah di lokasi di mana saat ini berdiri GOR Gembira yang dahulu di tahun 1970-an dipergunakan sebagai Bioskop Gembira.

34 tahun kemudian, di Prembun didirikan sebuah pabrik gula yang kelak dinamakan Suikerfabriek “Remboen”, Prembun pada tahun 1890. Pabrik ini dikelola oleh pihak swasta Belanda yaitu Java Suikercultuur Maatschapij. Beberapa koran berbahasa Belanda mencatat sejumlah administrateur yang pernah mengelola Suikerfabriek Remboen al., Tuan Cochius (De Preanger-bode, 9 Desember 1915). Administrateur berikutnya, Tuan Neurdenberg (De Preanger-bode, 29 November 1917) serta J. G. Tjassens Keizer (De Indische courant, 7 Mei 1930).

Dalam sebuah laporan berjudul Opgaven Over 1906 Betreffende de Suikerindustrie op Java (Laporan Tahun 1906 Mengenai Industri Gula di Jawa) yang diterbitkan Kolonial Verslag 1907 – I. Nederlandsch (Ost) Indie, keberadaan Suikerfabriek Remboen ada di urutan ke-166 dari 191 pabrik gula yang ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah.Sebelum tahun 1940, pabrik gula di Prembun nampaknya sudah berhenti beroperasi karena dalam buku laporan Handboek de Suiker 1940, namanya sudah tidak masuk dalam daftar pabrik aktif.

Foto bangunan pabrik pabrik gula “Remboen” Prembun di tahun 1926 sudah tidak dapat kita temui di masa kini termasuk cerobong asapnya. Namun nasibnya masih beruntung karena sejumlah bangunan di masa kini seperti Polsek Prembun dan SMP 1 Prembun dan kompleks loji di depan stasiun merupakan kawasan bekas pabrik gula yang masih memperlihatkan tanda-tanda kejayaan ekonomi gula pada masanya.

Bayangkan jika bangunan-bangunan eks pabrik gula Sitiredjo dan Remboen dengan cerobongnya dus berbagai perangkat mesinnya masih tersedia di masa kini, tentu bisa menjadi wahana wisata sejarah yang menarik sebagaimana Museum Pabrik Gula Gondangwinangun.

Beruntung jejak-jejak beritanya masih dapat dilacak melalui tumpukan dokumen berupa surat kabar hingga buku-buku laporan industri era kolonial. Bayangkan jika sudah tidak tersisa bangunan lamanya, tidak ada pula beritanya…

*Teguh Hindarto, Founder Historical Study Trips dan anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kebumen

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sedulur Kebumen

    Sedulur Kebumen Bantu Rp 15 Juta untuk Bedah Rumah Warga Penimbun yang Ambruk

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.720
    • 0Komentar

    District Officer Public Image DIY dan Jateng Yulie Rachel menambahkan bahwa bantuan untuk lima rumah di Kebumen sudah disetujui. Bahkan untuk uang sudah terkirim. Adapun pelaksanaan rehab rumah akan segera setelah pihaknya berkoordinasi dengan Muspika setempat. “Ada satu yang sudah disurvei bersama dengan Bapak Bupati Kebumen. Mungkin bulan Agustus mendatang bedah rumah akan dimulai,” ujar […]

  • Pesepeda Meninggal Kecelakaan Saat Jajal Track Benteng Jepang Downhill

    Pesepeda Meninggal Kecelakaan Saat Jajal Track Benteng Jepang Downhill

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 10.326
    • 0Komentar

    AYAH (KebumenUpdate.com) – Seorang pesepeda asal Kabupaten Wonosobo meninggal dunia dalam kecelakaan saat menjajal track Benteng Jepang Downhill (BJD) di Desa Argopeni, Kecamatan Ayah, Kebumen, Minggu 17 Juli 2022. Kecelakaan itu bersamaan dengan opening track tersebut yang dihadiri sekitar 30-50 peserta. Korban meninggal atas nama Pawit Puji Waluyo (53) warga Dukuh Madusari, Desa Jaraksari, Kecamatan/Kabupaten […]

  • H Yulianto SE

    H Yulianto Sosialisasikan Program Budidaya Kambing

    • calendar_month Sel, 9 Apr 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.900
    • 0Komentar

    Ke depan yang harus menjadi perhatian adalah angka kemiskinan yang masih tinggi dan tingkat pengangguran yang juga tinggi. Maka program dan kebijakan ke depan perlu diperkua untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. “Dalam konteks ini, maka yang harus tidak miskin dahulu adalah para komandante yang tidak berhasil duduk di kursi legislatif. Maka gagasan dari Mas Yuli […]

  • Patroli Gabungan di Malam Minggu: Bubarkan Balap Liar, Razia Hotel, dan Antisipasi Tawuran

    Patroli Gabungan di Malam Minggu: Bubarkan Balap Liar, Razia Hotel, dan Antisipasi Tawuran

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.354
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Aksi balap liar saat yang berlangsung Sabtu malam, 28 September 2024 di dua lokasi dibubarkan tim patroli gabungan. Para pemuda yang sedang melakukan balap liar langsung membubarkan diri ketika petugas datang ke lokasi. Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kabagops Polres Kebumen Kompol Setiyoko, patroli skala besar diikuti personel Polres Kebumen, Kodim 0709 […]

  • Tampilkan Casual Batik Perca, Kecamatan Adimulyo Raih Juara 1 Lomba Fashion Show

    Tampilkan Casual Batik Perca, Kecamatan Adimulyo Raih Juara 1 Lomba Fashion Show

    • calendar_month Rab, 21 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.371
    • 0Komentar

    Sementara itu menurut Yuni Puji Lestari, Ketua TP PKK Kecamatan Adimulyo, bahwa acara ini sangat bagus untuk mengangkat produk lokal. “Apalagi ini menjadi event tahunan, di mana dapat meningkatkan daya saing yang akan memunculkan inovasi-inovasi baru,” kata Yuni. Baca juga:Songging Waterpark Kerjasama Dengan TP PKK Adimulyo Gelar Lomba Menu Sehat Kecamatan Adimulyo Raih Juara Kategori […]

  • 168 Peserta Ikuti Seminar Pra Nikah yang Digelar QMC Kebumen

    168 Peserta Ikuti Seminar Pra Nikah yang Digelar QMC Kebumen

    • calendar_month Ming, 19 Mar 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.227
    • 0Komentar

    Tiga Kegiatan QMC Kebumen  Secara luas, QMC bergerak pada 3 kegiatan yaitu pelatihan, pendidikan, dan sosial serta berkeinginan mengajak lebih banyak individu maupun kelompok untuk bersama-sama mewujudkan keluarga yang berkualitas. “Karena dari keluarga berkualitas akan menghasilkan generasi yang berkualitas, dari generasi berkualitas akan berpengaruh pada masyarakat yang berkualitas pula, hingga pada kelompok yang lebih besar […]

expand_less