Gegar Budaya di Gereja Prembun
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 4 Jul 2023
- visibility 3.459
- comment 0 komentar

Gereja Katolik Prembun. (Foto: Sigit)
Gedung tersebut sesungguhnya bisa menjadi sarana silaturahmi gereja dengan warga sekitar, mewujudkan wajah gereja yang ramah dan merangkul, bukan dingin dan eksklusif.
Perobohan gedung itu seakan menjadi sebuah pengingkaran atas ajaran gereja Katolik yang semestinya memberi penghargaan tinggi terhadap bentuk-bentuk kebudayaan lokal, sebagaimana tertuang dalam ajaran-ajaran Konsili Vatikan II.
Baca Juga: Semangat Perubahan di Gedung Gereja St. Mikael Gombong
Gereja Katolik eksplisit mengingatkan “…bahwa manusia hanya dapat mencapai pemenuhan kemanusiaan yang sejati melalui kebudayaan, dengan memelihara apa yang baik dan bernilai pada kodratnya”(Gaudium et Spes, 53).
Semoga robohnya cagar budaya ini tidak menjadi pintu bahkan inspirasi banyak pihak untuk merobohkan bangunan-bangunan cagar budaya lain di sekitar. Toh tidak diapa-apakan…. ***
*Sigit Tri Prabowo, peminat sejarah sosial budaya.







Saat ini belum ada komentar