Kabupaten Kebumen jadi Pilot Project Program Kemitraan Snack Video
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 15 Sep 2025
- visibility 1.018
- comment 0 komentar

KARANGSAMBUNG (KebumenUpdate.com) – Kabupaten Kebumen menjadi kabupaten pertama yang terpilih sebagai pilot project atau proyek percontohan untuk Program Kemitraan Snack Video. Program ini bertujuan untuk membantu desa-desa dalam mempromosikan potensi unik mereka melalui platform media sosial.
Acara sosialisasi program ini berlangsung Senin, 15 September 2025, di Kampus Geologi Luk Ulo Karangsambung. Hadir dalam acara tersebut Bupati Lilis Nuryani, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus Sunaryo, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wahyu Siswanti, serta perwakilan dari desa-desa di tiga kecamatan: Karangsambung, Sadang, dan Karanggayam.
Pemanfaatan Potensi Desa dengan Bantuan Snack Video
Kepala Hubungan Pemerintah Snack Video, Yulika Satria Daya, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendampingi desa yang memiliki potensi khas, seperti desa wisata atau desa penghasil batik.
“Kami akan membantu mempromosikan potensi tersebut dengan memanfaatkan platform Snack Video yang memiliki pengguna aktif bulanan hingga 43 juta,” ujar Yulika.
Dengan dukungan ini, diharapkan potensi lokal dapat meningkat dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Dukungan Penuh dan Inkubasi untuk Desa Mitra
Yulika menambahkan, desa-desa yang bergabung dalam program ini akan mendapatkan fasilitas berupa inkubasi. Setiap desa akan dibuatkan grup WhatsApp khusus dengan karyawan Snack Video untuk memonitor perkembangan dan memberikan tips agar akun mereka berkembang.
“Kami memberikan dukungan berupa traffic, mulai dari viewers dan followers, sehingga potensi desa bisa dikenal oleh masyarakat luas di luar Kebumen, bahkan di luar Jawa Tengah,” jelas Yulika.
Selain dukungan promosi, ada pula fitur monetisasi yang akan dikelola oleh tim komunitas Snack Video. Ini diharapkan dapat merangsang partisipasi warga desa untuk turut aktif mendukung, setidaknya dengan mengikuti, menyukai, dan berkomentar pada konten-konten yang dibuat.
Program Ini Berkelanjutan dan Menyeluruh
Yulika mengungkapkan bahwa Kebumen dipilih karena banyaknya desa yang memiliki potensi unik. Sebagai bukti komitmen, Snack Video juga telah menyalurkan bantuan melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), seperti donasi untuk SMA Negeri 1 Karangsambung dan beasiswa bagi pelajar di desa tersebut.
Program kemitraan ini tidak berhenti di Kebumen. Setelah Kebumen, sosialisasi akan berlanjut ke Purwokerto, Sleman, Serang, dan direncanakan akan mencakup seluruh pulau Jawa, mengingat pengguna Snack Video terbanyak berada di wilayah ini.
Bupati Kebumen Dorong Pemanfaatan Teknologi
Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani menyampaikan pentingnya desa untuk mengikuti perkembangan zaman, terutama dengan adanya media sosial.
“Kehadiran Snack Video membuka ruang baru untuk memperkuat jejaring ekonomi desa,” kata Lilis.
Hal ini menurutnya sejalan dengan visi Kebumen Berdaya. Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada desa yang berdaya.
Ia secara khusus menyoroti Desa Sadang yang merupakan fokus utama karena masuk dalam kantong kemiskinan ekstrem.
“Saya mengajak para kepala desa untuk belajar mengembangkan potensi masing-masing. Dengan inovasi dan keberanian beradaptasi, kita bisa menciptakan masyarakat yang tangguh, pondasi bagi Kebumen yang maju dan sejahtera,” pungkasnya. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar