Pemprov Dorong Seluruh Sekolah di Jateng Terapkan Pendidikan Inklusif
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 14 Nov 2020
- visibility 1.140
- comment 0 komentar

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen. Foto: Bintoro-Humas Jateng.
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Pemprov Jateng terus mendorong seluruh sekolah di Jateng menjadi sekolah inklusi. Karena, pendidikan layak memang harus diberikan kepada semua anak, tanpa membedakan persoalan fisik.
Menurut Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, agar pelajaran lebih mudah dipahami oleh anak yang berbeda, cara mengajarnya pun harus disesuaikan dengan kondisinya. Misalnya, untuk anak tuna rungu dan wicara, maka perlu guru bantu yang bisa menerjemahkan ke bahasa isyarat. Untuk anak tuna netra, maka harus ada guru yang paham dengan huruf braille.
“Kita juga mendelegasikan para santri atau calon pengajar di setiap madrasah, atau pendidikan berbasis agama untuk belajar bahasa isyarat. Begitu juga untuk anak tuna netra, maka lembaga pendidikan perlu mendelegasikan guru untuk belajar braille,” katanya.
Infrastruktur Sekolah Agar Ramah Difabel
Selain SDM, imbuh Taj Yasin, sarana prasarana dan infrastruktur di sekolah juga perlu diperhatikan agar ramah difabel. Seperti saat mengakses sekolah, dipastikan disediakan jalur disabilitas sehingga mereka tidak kesulitan.
Taj Yasin juga mengapresiasi program kerjasama UNICEF dan LP Maarif PW NU Jateng yang mengembangkan madrasah inklusif selama kurang lebih 2,5 tahun di Kabupaten Brebes, Banyumas dan Semarang sejak 2017.
“Pemprov Jateng sendiri saat ini sedang gencar menyelenggarakan pendidikan inklusif di semua daerah di Jateng,” ujarnya.
Guru Pendamping Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus
Banyak yang harus disiapkan untuk menuju sekolah inklusi, di antaranya menyediakan guru pendamping bagi siswa berkebutuhan khusus juga sarana dan prasarana. Butuh formula kebijakan yang benar-benar matang,” ujarnya.
Dalam acara Temu Akhir Program Pendidikan Inklusif Kemitraan UNICEF-LPP Maarif PW NU Jateng secara daring, Rabu, 11 November 2020 Taj Yasin menegaskan, dalam Islam sebenarnya sudah diperintahkan untuk memberikan pendidikan yang sama bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan atau disabilitas. ***
Sumber: Humas Jateng








Saat ini belum ada komentar