Cerbung: Bersinggungan (Bagian-3)
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 16 Mar 2025
- visibility 1.427
- comment 0 komentar

Ilustrasi by AI
Aku mencoba, berkali-kali. Aku duduk di depan kanvas, memegang kuas dengan tangan yang gemetar. Aku berusaha mengembalikan sesuatu yang sudah tidak ada, berharap kalau aku cukup keras kepala, semuanya akan kembali seperti semula.
Tapi nyatanya, tidak semua hal bisa diperbaiki. Tidak semua yang rusak bisa dipulihkan.
Pada akhirnya, aku menerima kenyataan itu. Bukan dengan lapang dada, tetapi dengan kelelahan. Aku berhenti mencoba melawan dan membiarkan diriku berjalan maju, meskipun tanpa seni seperti yang dulu kukenal.
Namun, satu hal yang nggak bisa kembali adalah hubungan kita.
***
Aku nggak tahu apa yang membawaku ke sini. Mungkin kebiasaan lama, atau mungkin hanya ingin memastikan semuanya benar-benar telah berakhir.
Langkahku pelan saat memasuki ruangan yang dulu terasa seperti rumah kedua. Tidak banyak yang berubah. Masih ada bau cat yang khas, palet warna yang dibiarkan mengering di sudut meja, dan jendela yang setengah terbuka, membiarkan sinar sore masuk.
Lalu aku melihatnya.
Salah satu lukisanmu terpajang di dinding.
Sebuah lukisan sederhana. Hitam putih, tanpa detail berlebihan.
Itu aku.
Aku yang sedang tersenyum, tanpa beban.
Jari-jariku terulur, nyaris menyentuh kanvas itu, tapi kemudian aku menariknya kembali. Ada sesuatu di sana. Sesuatu yang tidak perlu diucapkan, tidak perlu dijelaskan.
Mungkin itu caramu mengingatku. Atau caramu mengucapkan selamat tinggal tanpa benar-benar mengatakan apa-apa.
Aku tersenyum kecil, lalu berbalik pergi sebelum kamu menyadari aku pernah ada di sana.
Mungkin benar, seni yang menyatukan kita. Tapi mungkin, pada akhirnya, kita memang hanya dua garis yang pernah bersinggungan, tanpa pernah benar-benar bertemu di ujung yang sama. (Tamat)







Saat ini belum ada komentar