Sejarah Karangsambung Hingga Warisan Geologinya Diakui Dunia
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 21 Jul 2025
- visibility 1.542
- comment 0 komentar

Rombongan Rektor ITB foto bersama saat kunjungan ke geosite, (Foto: Oki Reza Indratama)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kawasan Karangsambung memiliki akar sejarah yang panjang hingga warisan geologinya menjadi bagian penting Geopark Kebumen yang saat ini mendapat pengakuan dari UNESCO.
Guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Ir Benyamin Sapiie PhD memaparkan bahwa sejarah dimulai pada tahun 1891 ketika Verbeck melakukan ekspedisi yang menghasilkan penemuan singkapan batuan berumur pra-tersier di kawasan Kebumen.
Penemuan tersebut menjadi titik awal yang membuka jalan bagi penelitian-penelitian geologi di wilayah tersebut. Sejarah akumulasi kontribusi ilmuwan terus berkembang secara progresif melalui serangkaian penelitian komprehensif yang dilakukan oleh para ahli geologi terkemuka, dimulai dengan studi ekstensif Van Bemmelen selama periode 1930-1950 yang meletakkan dasar pemahaman struktur geologi regional.
Penelitian Prof Sukendar Asikin Mulai 1964

Kemudian dilanjutkan dengan penelitian oleh Prof Sukendar Asikin dan Prof Katili yang dimulai pada tahun 1964 dan berlanjut secara intensif selama periode 1970-1990, memperkaya pemahaman tentang formasi geologi kawasan ini.
Kontribusi penting lainnya datang dari Prof Tjia pada tahun 1966 yang meneliti aspek tektonik kawasan, diikuti oleh Ketner yang melakukan studi detail selama 1970-1972, serta penelitian Prof Emmy Suparka pada tahun 1988 yang semakin memperluas basis pengetahuan geologi daerah ini.
Pemerintah juga menetapkam kawasam Karangsambung sebagai Cagar Alam Geologi pertama di Indonesia tahun 2006. Saat ini telah berdiri Kawasan Geodiversitas Indonesia-BRIN, serta berdiri fasilitas kampus Geologi Lukulo ITB sebagai tempat riset dan edukasi kebumian.








Saat ini belum ada komentar