PLN ULTG Wonosobo-ULP Gombong Gandeng Polsek Sweeping Layang-layang Terbang di Dekat Jaringan Listrik
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 21 Sep 2023
- visibility 2.931
- comment 0 komentar

PLN bersama Polsek Sumpiuh melakukan sweeping layang-layang. (Foto: Dok. PLN)
Selain itu, PLN ULTG Wonosobo juga memberikan bantuan sembako kepada warga di sekitar daerah rawan layang-layang. Para orang tua diminta untuk mengingatkan anak-anaknya untuk tidak bermain layang-layang mendekati jaringan SUTT atau SUTET.
“Harapannya kesadaran masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik semakin meningkat,” ujar Suswoyo didampingi Manajer PLN ULP Gombong Domianus Jati Kuncahyo.
Jumlah Gangguan Kelistrikan di Jateng-DIY

Tim gabungan foto bersama di depan Polsek Sumpiuh. (Foto: Dok. PLN)
Secara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Mochamad Soffin Hadi mengatakan frekuensi gangguan akibat layang – layang meningkat dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Tercatat di bulan Agustus-September, dari total 224 kali gangguan kelistrikan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) sebanyak 31 gangguan disebabkan oleh layang – layang. Bahkan dari sisi SUTT/SUTET terdapat total 14 gangguan dimana dari jumlah tersebut 13 gangguan disebabkan oleh layang-layang.
Baca Juga: Musim Kemarau, PLN UPT Purwokerto Ingatkan Bahaya Bermain Layangan di Dekat Jaringan Listrik
Pihaknya mengimbau jika akan bermain layang-layang mencari tempat yang jauh dari jaringan listrik. Karena selain dapat mengganggu jaringan listrik, bermain layang-layang di dekat jaringan listrik juga berpotensi membahayakan nyawa manusia.
“Senar/ benang layang-layang yang berbahan dasar konduktor listrik seperti kawat atau benang yang bersifat konduktor jika terkena jarigan listrik dapat langsung mengalirkan listrik ke manusia. Hal ini juga dapat terjadi jika adik-adik atau bapak ibu mengambil layangan yang tersangkut di jaringan listrik menggunakan tongkat/alat yang bersifat penghantar listrik. Hal ini tentunya sangat berbahaya sekali, dan dapat menyebabkan kematian,” jelasnya.








Saat ini belum ada komentar