Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » News » Lima Tradisi Unik Masyarakat Kebumen Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Lima Tradisi Unik Masyarakat Kebumen Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sel, 17 Sep 2024
  • visibility 9.744
  • comment 0 komentar

MASYARAKAT Kabupaten Kebumen memiliki keanekaragaman tradisi dan budaya yang masih bertahan hingga saat ini. Pada perayaan maulid Nabi Muhammad SAW misalnya.

Sejumlah desa baik yang ada di pesisir hingga yang tinggal di daerah perbukitan memiliki ekspresi kegamaan yang berbeda dalam merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW.

Berikut lima tradisi unik masyarakat Kebumen dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

  1. Tradisi Bongkohan di Puring dan Petahanan
Maulid Nabi

Tradisi Bongkohan di Desa Sidoharjo Puring. (Foto: Dok. SM)

Masyarakat di pesisir selatan khususnya yang tinggal di sejumlah desa di Kecamatan Petanahan dan Puring memiliki tradisi unik untuk memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun tepatnya pada 12 Rabiul Awal pada penanggalan hijriyah adalah makan bersama di pantai.

Tradisi turun temurun yang oleh masyarakat setempat disebut “Bongkohan” itu hingga saat ini masih dilestarikan oleh sebagian warga mulai dari Pantai Karanggadung hingga Pantai Suwuk. Akan tetapi yang masih sangat kental di Desa Karangrejo, Sidoharjo dan Waluyorejo.

Biasanya, sejak pukul 06.00 WIB warga bersama keluarga besarnya berduyun-duyun pergi ke Pantai. Masing-masing keluarga membawa bekal makanan berupa nasi dan lauk pauknya. Sesampai di pantai, mereka menggelar kain yang dijadikan sebagai alas.

Semua bekal dikeluarkan dan selanjutnya dimakan bersama-sama. Bekal yang dibawa setiap keluarga berfariasi karena mereka membawa sesuai dengan selera. Namun menu yang hampir pasti ada adalah ayam kampung, telur asin, mie, srundeng, dan rempeyek.

Baca Juga: Mengenal Cowongan Kebumen, Atraksi Kesenian yang Tergerus Zaman

Oleh warga, tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun ini dimanfaatkan sebagai ajang berkumpul keluarga besar. Sebab, selain Lebaran, tidak setiap saat anggota keluarga besar bisa berkumpul apalagi makan bersama di pantai. Selesai makan, warga menikmati panorama pantai. Baru saat sinar matahari mulai menyengat sekitar pukul 09.00 WIB warga satu persatu kembali pulang.

Yang menarik, sebagian besar warga yang mengikuti tradisi ini masih mempertahankan cara-cara tradisional. Seperti saat makan tanpa menggunakan piring maupun sendok. Sebagian makan menggunakan wadah daun pisang. Akan tetapi, karena kesulitan mencari daun pisang, sebagai gantinya banyak yang sudah memakai kertas minyak pembungkus nasi. Bahkan ada pula yang mulai memakai wadah makanan dari plastik.

Memang seiring dengan kemajuan jaman, ada beberapa pergeseran, dahulu ada tradisi tukar menukar bekal. Tetapi sekarang sudah tidak lagi.

Tradisi ini wujud kecintaan umat Islam atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ini semacam perayaannya. Malam sebelumnya warga bersama-sama membaca sholawat di masjid maupun mushola.

  1. Tradisi Gebyag Cah Angon di Desa Entak
Maulid Nabi

Warga melakukan besem atau bakar gubuk pada tradisi Gebyag Cah Angon. (Foto: Dok. SM)

Warga Desa Entak, Kecamatan Ambal, Kebumen memiliki tradisi tahunan yang digelar setiap 12 Rabilul Awal pada penanggalan hijriyah yakni “gebyag cah angon”. Tradisi dimulai dengan arak-arakan sapi oleh pemiliknya. Sapi diarak mulai dari perkampungan hingga tempat acara berlangsung yakni di pinggir Pantai Pranji. Sebelum diarak setiap pemilik ternak (cah angon) mendandani sapi dengan berbagai aksesoris.

Setelah memarkir binatang ternak, para pemilik sapi kemudian ke Pantai Pranji. Di pantai para peternak makan bersama-sama bekal makanan yang mereka bawa. Oleh masyarakat Desa Entak, tradisi membawa bekal untuk dimakan bersama tersebut dinamakan entak-entik.

Selain pemilik sapi, warga yang tidak memiliki hewan ternak pun datang ke pantai dengan membawa bekal makanan. Bekal tersebut kemudian dimakan bersama keluarga.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Zebra Candi 2024 Dimulai Hari Ini, Berikut Sasaran Pelanggarannya

    Operasi Zebra Candi 2024 Dimulai Hari Ini, Berikut Sasaran Pelanggarannya

    • calendar_month Sen, 14 Okt 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 4.314
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Operasi Zebra Candi 2024 yang akan berlangsung selama 14 hari resmi digelar Polres Kebumen. Kapolres Kebumen AKBP Recky saat memimpin jalannya apel gelar mengungkapkan, Operasi Zebra dimulai Senin, 14 Oktober hingga Minggu, 27 Oktober 2024. Menurutnya, Operasi Zebra 2024 yang dilaksanakan Polres Kebumen memiliki tujuan untuk meningkatkan disiplin berlalu-lintas dan mengurangi angka […]

  • Layanan Mudik Gratis yang Disediakan Pemkab Kebumen Ditambah 1 Bus, Bagaimana Cara Daftarnya?

    Layanan Mudik Gratis yang Disediakan Pemkab Kebumen Ditambah 1 Bus, Bagaimana Cara Daftarnya?

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.549
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Mudik merupakan tradisi yang melekat dengan Idulfitri bagi mereka yang hidup dan tinggal di berbagai kota di Indonesia untuk kembali ke kota asal atau tanah kelahirannya. Pemerintah Kabupaten Kebumen menyiapkan fasilitas mudik gratis untuk warganya yang berada di Ibu Kota Jakarta. Mudik gratis tersebut akan bergabung dengan rombongan dengan tujuan kabupaten/kota se-Jawa […]

  • Titik Baca Digital Ada di Kebumen, Akses Gratis Lewat Ponsel

    Titik Baca Digital Ada di Kebumen, Akses Gratis Lewat Ponsel

    • calendar_month Sel, 14 Nov 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.503
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Titik baca digital untuk meningkatkan literasi dan minat baca baru saja dilaunching Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Senin 13 November 2023. “Cara pendekatan layanan perpustakaan kepada masyarakat untuk mengakses buku bacaan secara elektronik dan gratis. Saat ini dapat diakses dalam radius 300 meter dan tersedia 3.000 eksemplar buku digital,” ucap bupati. Baca juga:Perpustakaan […]

  • Selamat! PDAM Kebumen Jadi yang Terbaik se-Indonesia di Kelasnya

    Selamat! PDAM Kebumen Jadi yang Terbaik se-Indonesia di Kelasnya

    • calendar_month Rab, 7 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 706
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kebanggaan Kabupaten Kebumen, Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa (PDAM Kebumen), baru saja menorehkan tinta emas di kancah nasional. Perusahaan penyedia air bersih ini berhasil menyabet gelar PDAM Terbaik Nomor 1 Nasional untuk kategori pelanggannya, sebuah pengakuan prestisius yang diberikan langsung oleh Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh […]

  • Pencari Kerang di Pantai Karangbolong

    Pencari Kerang Terhempas Gelombang di Pantai Karangbolong, Begini Kronologinya

    • calendar_month Rab, 10 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.982
    • 0Komentar

    BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Seorang pencari kerang dilaporkan terhempas gelombang saat mencari kerang di Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan, Kebumen, Rabu 10 Januari 2023. Korban diketahui bernama Ahmad Saefulloh (23) warga RT 01 RW 03 Desa Karangbolong Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Adah Sudarsa, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang didapat peristiwa itu terjadi […]

  • Wabup Kebumen Arif Sugiyanto melepasliarkan tukik di Pantai Jogosimo. (Foto: Istimewa)

    180 Ekor Tukik Dilepasliarkan di Pantai Jogosimo

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.024
    • 0Komentar

    KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 180 ekor anak penyu atau tukik hasil kegiatan konservasi penyu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gajah Gunung, Desa Jogosimo Kecamatan Klirong, Kebumen, dilepasliarkan di pantai desa setempat, Jumat 14 Agustus 2020. Sebelum tukik dilepasliarkan, terlebih dahulu telah melalui proses penetasan dan penangkaran. Pada tahap ini baru 180 tukik jenis Lekang (Lepidochelys Olivacea) […]

expand_less