Update
light_mode
Beranda » News » Lima Tradisi Unik Masyarakat Kebumen Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Lima Tradisi Unik Masyarakat Kebumen Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
  • visibility 11.374
  • comment 0 komentar
  • print Cetak
Facebook Twitter Whatsapp Threads Threads

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MASYARAKAT Kabupaten Kebumen memiliki keanekaragaman tradisi dan budaya yang masih bertahan hingga saat ini. Pada perayaan maulid Nabi Muhammad SAW misalnya.

Sejumlah desa baik yang ada di pesisir hingga yang tinggal di daerah perbukitan memiliki ekspresi kegamaan yang berbeda dalam merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW.

Berikut lima tradisi unik masyarakat Kebumen dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

  1. Tradisi Bongkohan di Puring dan Petahanan
Maulid Nabi

Tradisi Bongkohan di Desa Sidoharjo Puring. (Foto: Dok. SM)

Masyarakat di pesisir selatan khususnya yang tinggal di sejumlah desa di Kecamatan Petanahan dan Puring memiliki tradisi unik untuk memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun tepatnya pada 12 Rabiul Awal pada penanggalan hijriyah adalah makan bersama di pantai.

Tradisi turun temurun yang oleh masyarakat setempat disebut “Bongkohan” itu hingga saat ini masih dilestarikan oleh sebagian warga mulai dari Pantai Karanggadung hingga Pantai Suwuk. Akan tetapi yang masih sangat kental di Desa Karangrejo, Sidoharjo dan Waluyorejo.

Biasanya, sejak pukul 06.00 WIB warga bersama keluarga besarnya berduyun-duyun pergi ke Pantai. Masing-masing keluarga membawa bekal makanan berupa nasi dan lauk pauknya. Sesampai di pantai, mereka menggelar kain yang dijadikan sebagai alas.

Semua bekal dikeluarkan dan selanjutnya dimakan bersama-sama. Bekal yang dibawa setiap keluarga berfariasi karena mereka membawa sesuai dengan selera. Namun menu yang hampir pasti ada adalah ayam kampung, telur asin, mie, srundeng, dan rempeyek.

Baca Juga: Mengenal Cowongan Kebumen, Atraksi Kesenian yang Tergerus Zaman

Oleh warga, tradisi yang telah dilakukan secara turun temurun ini dimanfaatkan sebagai ajang berkumpul keluarga besar. Sebab, selain Lebaran, tidak setiap saat anggota keluarga besar bisa berkumpul apalagi makan bersama di pantai. Selesai makan, warga menikmati panorama pantai. Baru saat sinar matahari mulai menyengat sekitar pukul 09.00 WIB warga satu persatu kembali pulang.

Yang menarik, sebagian besar warga yang mengikuti tradisi ini masih mempertahankan cara-cara tradisional. Seperti saat makan tanpa menggunakan piring maupun sendok. Sebagian makan menggunakan wadah daun pisang. Akan tetapi, karena kesulitan mencari daun pisang, sebagai gantinya banyak yang sudah memakai kertas minyak pembungkus nasi. Bahkan ada pula yang mulai memakai wadah makanan dari plastik.

Memang seiring dengan kemajuan jaman, ada beberapa pergeseran, dahulu ada tradisi tukar menukar bekal. Tetapi sekarang sudah tidak lagi.

Tradisi ini wujud kecintaan umat Islam atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ini semacam perayaannya. Malam sebelumnya warga bersama-sama membaca sholawat di masjid maupun mushola.

  1. Tradisi Gebyag Cah Angon di Desa Entak
Maulid Nabi

Warga melakukan besem atau bakar gubuk pada tradisi Gebyag Cah Angon. (Foto: Dok. SM)

Warga Desa Entak, Kecamatan Ambal, Kebumen memiliki tradisi tahunan yang digelar setiap 12 Rabilul Awal pada penanggalan hijriyah yakni “gebyag cah angon”. Tradisi dimulai dengan arak-arakan sapi oleh pemiliknya. Sapi diarak mulai dari perkampungan hingga tempat acara berlangsung yakni di pinggir Pantai Pranji. Sebelum diarak setiap pemilik ternak (cah angon) mendandani sapi dengan berbagai aksesoris.

Setelah memarkir binatang ternak, para pemilik sapi kemudian ke Pantai Pranji. Di pantai para peternak makan bersama-sama bekal makanan yang mereka bawa. Oleh masyarakat Desa Entak, tradisi membawa bekal untuk dimakan bersama tersebut dinamakan entak-entik.

Selain pemilik sapi, warga yang tidak memiliki hewan ternak pun datang ke pantai dengan membawa bekal makanan. Bekal tersebut kemudian dimakan bersama keluarga.

Ikuti Kebumen Update agar tak ketinggalan berita

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Kasus Guru Ngaji di Karanggayam, Korban Bertambah Menjadi 13 Anak

    Update Kasus Guru Ngaji di Karanggayam, Korban Bertambah Menjadi 13 Anak

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.332
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh oknum guru ngaji di Kecamatan Karanggayam, Kebumen, memasuki babak baru. Berdasarkan pengembangan penyidikan terbaru, jumlah korban kini melonjak menjadi 13 anak, meningkat signifikan dari enam korban yang teridentifikasi pada awal pengungkapan kasus. Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna […]

  • Jalan Rusak di Kebumen

    Perbaikan Jalan Rusak di Kebumen Butuh Rp 535 Miliar, Ternyata Ini Anggaran Infrastruktur 2023

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 14.916
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen terus melakukan pembangunan. Termasuk perbaikan jalan rusak secara bertahap sesuai kewenangannya dengan anggaran yang tersedia. Perbaikan jalan rusak di Kebumen membutuhkan anggaran yang sangat besar. Idealnya untuk menjadikan jalan di Kebumen kembali mulus membutuhkan anggaran sebesar Rp 535 miliar lebih. Ternyata tahun 2023, anggaran pada Dinas Pekerjaan Umum […]

  • Arif Sugiyanto

    Pilbup Kebumen 2024, H Arif Sugiyanto Kantongi Dua Rekomendasi, Satu Surat Tugas dari Parpol

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.928
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Peta politik di Kabupaten Kebumen menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kebumen 2024 mulai terlihat. Hal ini setelah H Arif Sugiyanto SH MH selaku bakal calon bupati petahana sudah mengantongi dua rekomendasi dan satu surat tugas dari partai politik. Dua parpol yang telah memberikan rekomendasi kepada Arif Sugiyanto adalah PAN dan […]

  • Liga 4 Jateng

    18 Tim Siap Berlaga di Liga 4 Jateng 2024/2025: Pembagian Grup, Sistem dan Jadwal Kompetisi

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 25.635
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Liga 4 Jawa Tengah (Jateng) 2024/2025 resmi bergulir. Sebanyak 18 tim di Provinsi Jateng yang sebagian besar adalah tim-tim yang bermain pada Liga 3 Jateng pada musim lalu siap mengikuti kasta sepak bola ini. Sementara itu, Liga 3  Jateng musim ini berubah menjadi Liga Nusantara yang pesertanya adalah beberapa tim yang terdegradasi […]

  • Sekecil Apapun Laporan, Wajib Ditindaklanjuti: Atensi Wakapolda untuk Layanan 110 di Kebumen

    Sekecil Apapun Laporan, Wajib Ditindaklanjuti: Atensi Wakapolda untuk Layanan 110 di Kebumen

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 492
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Ada penekanan khusus yang disampaikan di Polres Kebumen, Senin 19 Mei 2025. Bukan sekadar kunjungan kerja biasa, kedatangan Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman membawa pesan mendalam tentang esensi pelayanan kepolisian. Didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Jateng, termasuk Dirbinmas Polda Jateng KBP Siti Rondhijah, Kabidpropam Polda Jateng KBP Saiful Anwar, serta […]

  • Pesta Pernikahan

    Bupati Kebumen Kembali Ijinkan Pesta Pernikahan, Ini Syaratnya

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.031
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz memberikan izin terhadap penyelenggaraan pesta pernikahan di Kabupaten Kebumen. Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang harus lengkapi. Antara lain keharusan pengajuan izin dan koordinasi secara berjenjang. Mulai dari pemerintah desa hingga kecamatan serta pihak terkait. Keharusan lain yang juga harus dipenuhi yakni pelaksanaan pesta pernikahan diwajibkan menerapkan […]

expand_less