Lima Tradisi Unik Masyarakat Kebumen Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 17 Sep 2024
- visibility 10.367
- comment 0 komentar

Ratusan peternak di Desa Entak Kecamatan Ambal, membawa ternak mereka ke pantai dalam tradisi bernama Gebyag Cah Angon. (Foto: Dok. SM)
Ya, Jam’iyyah Thoriqoh Syadziliyyah mempunyai dua agenda besar setiap tahun. Yaitu bulan maulid untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan bulan Sya’ban untuk memperingati Haul Syekh Abdurrahman dan puteranya Asyekh Thoifur beserta seluruh masyayikh Thoriqoh Syadziliyyah.
Thoriqoh Syadziliyyah merupakan salah satu dari 44 thoriqoh yang ada di dunia. Kemursyidan thoriqoh dari Syekh Abdurrahman diturunkan kepada Syekh Thoifur Bin Abdurrahman, lalu diamanahkan kepada menantunya KH Musyaffa’ Ali dan anaknya Sakhiyyah Asna Furaida Thoifur.
-
Kirab Gunungan Buah Warga Panjer

Kirab gunungan buah warga Kampung Panggel, Kelurahan Panjer. (Foto: Dok. SM)
Warga Panggel, Kelurahan Panjer Kebumen memiliki tradisi dalam memeriahkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Ratusan warga menggelar kirab gunungan keliling kampung. Beraneka macam buah-buahan seperti pisang, rambutan, belimbing, jeruk, mangga, nanas, salak, anggur, pir dirangkai menjadi gunungan buah. Sebanyak delapan gunungan itu tidak hanya buah, tetapi juga aneka jajanan.
Sebelum diarak, gunungan buah itu dipajang di halaman masjid kampung setempat. Warga dipimpin oleh sesepuh dan takmir masjid menggelar doa bersama. Setelah itu, gunungan buah kemudian ditandu diarak keliling kampung dengan iringan shalawat Nabi dan musik kentongan.
Kirab buah digelar sebagai wujud syukur warga Panggel atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Tradisi kirab buah itu terinspirasi kisah saat Nabi Muhammad SAW dilahirkan, semua pohon buah dibuahkan oleh Allah SWT.
Baca Juga: Panggung Cablaka di Kebumen Utara
Terinspirasi dari kisah itu, warga setempat kemudian mengekspresikannya dengan cara merangkai buah-buahan menjadi gunungan buah yang kemudian diarak keliling kampung. Setelah diarak, gunungan buah-buahan itu kemudian dibagi-bagikan kepada warga. Sebagian lain digunakan untuk suguhan malam maulid nabi.
Empat gunungan dibagikan warga, dan empat gunungan untuk suguhan maulid nabi. Biasanya malam maulid Nabi diisi dengan pembacaan shalawat nabi.
Demikian lima tradisi perayaan maulid Nabi Muhammad yang dilakukan oleh Masyarakat Kebumen. Tentu masih banyak lagi tradisi di setiap daerah dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.








Saat ini belum ada komentar