PLN ULTG Wonosobo-ULP Gombong Gandeng Polsek Sweeping Layang-layang Terbang di Dekat Jaringan Listrik

PLN Sweeping Layang-layang
PLN bersama Polsek Sumpiuh melakukan sweeping layang-layang. (Foto: Dok. PLN)

BANYUMAS (KebumenUpdate.com) – Maraknya warga yang menerbangkan layang-layang di dekat jaringan listrik utamanya Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) maupun Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) membuat PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Purwokerto, Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk  (ULTG) Wonosobo melakukan langkah antisipatif.

Dengan menggandeng PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gombong dan Polsek Sumpiuh, mereka menggelar sweeping warga yang bermain layang-layang di dekat jaringan SUTT dan SUTET di 10 titik di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Selasa 19 September 2023.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: PLN Larang Warga Terbangkan Layang-layang di Dekat Jaringan Listrik, Ini Bahayanya

Tim menyisir sejumlah daerah yang dilintasi SUTT Gombong-Kesugihan dan SUTET 500 KV Pedan-Kesugihan. Tim gabungan secara langsung  memberikan peringatan kepada warga yang bermain layang-layang terkait bahaya bermain layang-layang.

Sebagian warga memahami dan kemudian menurunkan layang-layangnya. Namun jika ada warga yang bandel diberikan efek jera oleh aparat kepolisian. Selain layang-layang diturunkan secara paksa, mereka juga diminta menandatangani berita acara untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Gangguan SUTET Bisa Sebabkan Listrik Jawa Bali Padam
PLN Sweeping Layang-layang
Manager ULTG Wonosobo Suswoyo menyerahkan bantuan sembako. (Foto: Dok. PLN)

Manager ULTG Wonosobo Suswoyo menyampaikan bahwa jika jaringan SUTET terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh warga desa tersebut saja. Tetapi dampaknya sangat luas hingga Jawa-Bali yang mengalami padam listrik.

“Sebab saluran transmisi sudah terkoneksi Jawa Bali. Belum lagi jika terjadi gangguan konsumen tegangan tinggi mengalami kerugian yang sangat besar. Tidak sampai padam, hanya kedip saja konsumen tegangan tinggi  mengalami kerugian hingga miliaran rupiah,” ujar Suswoyo.

Pos terkait