Palang Merah Jepang Gandeng PMI Kebumen Gelar Orientasi Sistem Peringatan Dini
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 29 Mei 2022
- visibility 1.465
- comment 0 komentar

Suasana kegiatan orientasi sistem peringatan dini di aula markas PMI Kebumen. (Foto: istimewa)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross Society) berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kebumen menggelar kegiatan Orientasi Sistem Peringatan Dini Program Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Berbasis Masyarakat pada Jumat-Sabtu, 27-28 Mei 2022.
Kegiatan yang digelar di aula markas PMI Kebumen selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kebencanaan bagi relawan SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat).
Baca juga: PMI Kebumen Laksanakan Baseline Survey di Empat Desa
Adapun peserta yang hadir sejumlah 30 anggota relawan SIBAT dari empat desa dukungan Palang Merah Jepang (JRCS) dan dua desa binaan PMI Kebumen.

Peserta kegiatan mendengarkan penyampaian materi dari narasumber. (Foto: istimewa)
Peserta Kegiatan Dari Enam Desa
“Diikuti oleh SIBAT yang terdiri dari empat desa dukungan program Palang Merah Jepang atau Japanese Red Cross Society (JRCS) yaitu Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong, Desa Tegalretno Kecamatan Petanahan, Desa Waluyorejo Kecamatan Puring, dan Desa Jladri Kecamatan Buayan. Serta dua desa binaan PMI Kebumen yaitu Desa Sugihwaras Kecamatan Adimulyo dan Desa Purwodadi Kecamatan Kuwarasan,” jelas Qosim Jamaludin selaku Koordinator Program Palang Merah Jepang (JRCS).
Qosim mengatakan, sisi lain kegiatan orientasi ini diharapkan relawan SIBAT dapat mensosialisasikan ilmu sistem peringatan dini kepada masyarakat di desanya dan membentuk SOP (Standar Operasional Prosedur) yang dapat dilegalkan pemerintah desa setempat.
“Tentunya dari acara ini para relawan SIBAT dapat meningkatkan kapasitasnya. Ke depan harus ada pertemuan khusus dengan pemerintah desa yang membahas SOP (Standar Operasional Prosedur) supaya nanti dilegalkan sehingga akan menjadi seperti peraturan desa yang dapat disosialisasikan ke masyarakat,” tambah Qosim Jamaludin.
Narasumber yang ahli dalam bidang kebencanaan yaitu R Endro Teguh Kusumo dihadirkan untuk memberikan pengetahuan, peran, dan tugas relawan SIBAT dalam tanggap darurat bencana.

Simulasi bencana alam di halaman markas PMI Kebumen. (Foto: istimewa)
Kebumen Rentan Bencana Alam
“Kebumen rentan dengan bencana alam seperti banjir bahkan tsunami. Dengan melihat letak geografis Kabupaten Kebumen yang wilayah sisi selatannya didominasi dengan lautan, tidak dipungkiri perlunya kita sebagai relawan untuk mengedukasi masyarakat luas dengan apa yang harusnya kita lakukan ketika bencana tersebut datang,” katanya.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini para peserta yang merupakan relawan SIBAT dapat belajar mengenai sistem peringatan dini. Bagaimana peran relawan di masyarakat, serta agar dapat mengetahui tugas-tugasnya.
Usai materi kelas, peserta orientasi melakukan simulasi kebencanaan gempa dan tsunami di halaman kantor PMI Kebumen dengan harapan nantinya para relawan dapat mempraktikkan perannya ke masyarakat luas jika suatu saat terjadi bencana.







Saat ini belum ada komentar