200 Sapi di Desa Giripurno Divaksin Aftopor, Polisi Ikut Mengawal

Desa Giripurno
Anggota Polres Kebumen turut mengawal vaksinasi. (Foto: Dok. Polres Kebumen)

KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Pemerintah terus berupaya mencegah penularan penyakit mulut dan kuku atau PMK pada hewan ternak di antaranya melalui vaksinasi. Salah satunya vaksinasi dilakukan di Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar, Kebumen.

Sedikitnya 200 ekor sapi di desa tersebut telah dilakukan vaksinasi PMK oleh petugas vaksinasi dari Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen. Vaksinasi yang diberikan kepada hewan ternak sapi yakni Vaksin Aftopor.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Lurah Kebumen Dan Distapang Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban

Polres Kebumen turut andil mengawal pelaksanaan vaksinasi kepada hewan ternak berkuku belah (ruminansia), yang berpotensi menularkan PMK. Selain melakukan pengawalan, Polres Kebumen juga gencar melakukan sosialisasi PMK melalui petugas Bhabinkamtibmas yang ada di tiap-tiap desa.

“Sudah dua hari kami mendampingi, mengawal pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Desa Giripurno,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha, Kamis 21 Juli 2022.

Begini Kondisi Sapi di Desa Giripurno

Dari hasil catatan Distapang Pemkab Kebumen yang memberikan vaksinasi kepada sapi, semua ternak di Desa Giripurno dalam keadaan sehat bebas dari PMK. Akan tetapi vaksin perlu segera dilakukan untuk mengatasi wabah PMK yang terjadi di beberapa titik di Indonesia.

Ada beberapa syarat yang harus diketahui pemilik hewan ternak agar bisa diberikan vaksinasi PMK. Yakni, hewan ternak dipastikan kesehatannya, tidak terpapar virus PMK, tidak pernah kontak dengan hewan penderita PMK, dan tidak pernah terjangkit atau sembuh dari PMK.

Selanjutnya, hewan ternak harus berusia minimal dua minggu dan tidak boleh dipotong/disembelih dalam jangka waktu satu tahun kedepan, setelah dilakukan vaksinasi.

Pos terkait