Longsor Majenang, Renggut Istri dan Dua Anak Perempuan Sariman
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Ming, 16 Nov 2025
- visibility 493
- comment 0 komentar

Sariman memeluk Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. (Foto: Humas Jateng)
CILACAP (KebumenUpdate.com) – Tanah longsor yang terjadi di Desa Cibeubying Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap merenggut kehidupan Sariman. Bagaimana tidak, dalam bencana itu, pria 48 tahun tersebut harus menerima kenyataan bahwa istrinya Nina dan dua anak perempuannya, Fani dan Fatin belum ditemukan.
Saat kejadian tanah longsor, Sariman sedang berada di Palembang. Sudah dua tahun ini ia merantau menjadi buruh bangunan. “Saya ditelepon keponakan, disuruh segera pulang ke desa. Dikabari kalau di desa sedang kena musibah longsor,” ungkapnya.
Mendengar itu, tanpa pikir panjang ia bergegas pulang. Sampai di kampung Jumat, 14 November 2025, pukul 02.30 WIB. Ia kaget melihat kampungnya rata dengan timbunan tanah longsor. Oleh Ketua RT setempat, ia diberitahu bahwa istri dan dua anaknya termasuk korban yang dinyatakan hilang.
Sontak badannya lemas. Ia gusar dan bingung tak tahu harus berbuat apa. Terbayang wajah istri dan anaknya. Ia pun menangis. Rumahnya rata tak tersisa. Orang-orang yang ia cintai belum jelas keberadaannya.

Menangis di Hadapan Gubernur Ahmad Luthfi
Saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengunjungi lokasi longsor, Minggu, 16 November 2025 Sariman menumpahkan kesedihannya, menangis dalam pelukan Gubernur Ahmad Luthfi.
Sebelum Gubernur datang, Sariman berdiri di dekat batang pohon, mengamati dari kejauhan petugas yang sedang mengeduk longsoran tanah di titik lokasi. Setiap kali ada kabar korban ditemukan, Sariman selalu mak tratap. Hatinya bergetar. Raut mukanya menyiratkan harap-harap cemas. Ia berdoa. Dalam hati menyeru agar yang ditemukan adalah istri dan dua anak tersayangnya.
“Kalau dengar kabar ada yang ditemukan, hati saya langsung bergetar. Rasanya kemroso banget. Di dada rasanya kayak dilolosi. Saya berdoa semoga yang ditemukan itu istri dan dua anak saya,” katanya terbata-bata.
Setiap hari Sariman selalu menunggu dengan perasaan campur aduk. Dari kejauhan dia mengamati dengan seksama para petugas yang bekerja melakukan evakuasi. Mulutnya tak berhenti merapal doa.
“Saya selalu berdoa setiap waktu. Dari pagi sampai pencarian selesai, saya selalu menunggu di sini,” ungkap pria yang kini menumpang tinggal di rumah saudara dekatnya tersebut.
Saat bertemu Gubernur Ahmad Lutfi, Sariman mencurahkan segenap perasaan. Ia menangis ketika orang nomor satu di Jawa Tengah itu merangkul kedua pundaknya.
“Yang sabar ya. Bapak harus kuat. Kita akan bantu mencari sampai ketemu. Semoga istri dan anak Bapak segera ditemukan,” ujar Ahmad Luthfi lirih.
Sariman semakin erat memeluk. Gubernur pun membalasnya. Keduanya lantas berpelukan untuk beberapa saat. Semua yang melihat terdiam dan larut dalam suasana haru.

Gubernur Serahkan Bantuan kepada Warga Terdampak Bencana
Tak hanya Sariman, beberapa warga yang keluarganya menjadi korban longsor juga menangis di hadapan Gubernur. Di antaranya larut dalam suasana duka saat bersalaman dan dipeluk Ahmad Luthfi.
“Kami ikut prihatin dan berduka atas musibah ini. Kami mengucapkan bela sungkawa kepada Bapak dan Ibu sekalian. Semoga para korban yang dinyatakan hilang segera ditemukan,” ungkap Ahmad Luthfi.
Gubernur menyerahkan bantuan kepada para warga terdampak. Ia membesarkan hati para warga. Dikatakan, warga akan direlokasi ke lokasi yang aman dan akan dibangunkan hunian sementara dan hunian tetap di Majenang. Lahannya sudah disiapkan Pemkab Cilacap. Setelah menyerahkan bantuan, Gubernur lantas mengecek lokasi longsor.
Ahmad Luthfi juga menginstruksikan kepada para petugas gabungan agar tetap semangat dan terus melakukan pencarian hingga semua korban ditemukan.
“Tetap semangat ya. Tetap waspada dan hati-hati dalam bekerja. Sehat semuanya,” kata Ahmad Luthfi sembari tersenyum dan melambaikan tangan kepada para petugas.








Saat ini belum ada komentar