Lomba Hadroh dan Qiroatul Kutub Hari Santri Nasional, Berikut Juaranya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 27 Okt 2021
- visibility 4.575
- comment 0 komentar

Peserta lomba hadroh tampil. (Foto: Padmo)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sebanyak 15 grup hadroh dari perwakilan Pondok Pesantren di Kabupaten Kebumen mengikuti perlombaan hadroh dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) VII tahun 2021.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM di Gedung SMK Ma’arif 1 Kebumen, Minggu 24 Oktober 2021. Dalam rangkaian kegiatan itu sekaligus digekar perlombaan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) yang diikuti 19 peserta dari kalangan santri.
Hadir Asisten III Setda Kebumen Amin Rahmanurrasjid SH MH, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kebumen Kiai Fachrudin Achmad Nawawi, Pengasuh Pondok Al Istiqomah Karangsari Kiai Johan Amru serta sejumlah tokoh ulama NU.
Ketua RMI PCNU Kebumen Gus Fachrudin menjelaskan bahwa seni hadroh merupakan ciri khas santri atau kesenian yang identik dengan pondok pesantren. Lomba ini sebagai ajang silaturahmi antar santri serta mengasah bakat dan minat di bidang seni hadroh.
MQK Asah Keilmuan Santri

Para santri antusias menyanyikan Ya Lal Wathon. Foto: Istimewa)
Sedangkan untuk musabaqah qiroatul kutub dimaksudkan untuk mengasah keilmuan para santri dalam bidang kompetensi membaca kitab-kitab berbahasa arab. Dengan menguasai cabang ilmu alat seperti nahwu, shorof, balaghoh, para santri dapat memahami Alquran, hadist Nabi Muhammad SAW hingga kitab “gundul” karya ulama terdahulu.
” Membaca kitab menjadi dasar mengembangkan tradisi intelektualitas santri di pesantren. Tanpa menguasai ilmu alat seorang tidak bisa membaca tulisan arab yang tidak ada harokatnya,” ujar alumnus Pondok Pesantren Lirboyo tersebut.
Adapun pada perlombaan ini nantinya akan dipilih juara 1 hingga 3. Lomba hadroh akan dinilai oleh dewan juri dengan kreteria meliputi kekompakan, suara dan adab. Para peserta diwajibkan membawakan dua lagu dengan ketentuan satu berjudul Ya Lal Waton dan satu bebas. Sedangkan untuk perlombaan qiroatul kutub penilaian meliputi pemahanan dan pendalaman isi, serta adab.
“Seluruhnya akan dinilai oleh para dewan juri,” tandansnya.
Berikut Juara Lomba Hadroh HSN 2021
- Juara 1 Hadroh Dliyaul Musthofa, Pondok Pesantren Al Istiqomah Tanjungsari, Petanahan.
- Juara 2 Hadroh El Mafani, PAC NU Kecamatan Ayah.
- Juara 3 Hadroh Syauqul Musthofa, Pondok Pesantren Al Istiqomah Tanjungsari, Petanahan.
Juara Lomba Qiroatul Kutub HSN 2021
- Juara 1 Febri Sofyan Candar Mawa, Pondok Pesantren Raudlatul ‘Ulum Desa Karangtanjung, Kecamatan Alian.
- Juara 2 Langgenng permadi, Pondok Pesantren Riyadhotul Uqul, Desa Nampudadi Kecamatan Petanahan.
- Juara 3 Annik Zahrotul Mu’izzah Pondok Pesantren Al Falah, Desa Balo Gesikan, Kebumen.
Menurut Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaninsih SST MM perlombaan ini dapat menjadi wasilah terpancarnya syiar Islam serta turunnya barokah bagi daerah serta seluruh masyarakat Kebumen.
“Hadroh dan kesenian Islami lainnya pada hakikatnya merupakan media atau sarana untuk syi’ar dan dakwah Islam. Sebuah strategi dakwah yang penuh kelembutan dan menjunjung kearifan lokal,” ujarnya.
Tumbuhkan Kader Ulama Milenial Berkualitas

Wabup Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM membuka Lomba Hadroh. (Foto: Istimewa)
Di sisi lain, Wabup merasa bangga karna saat ini ada beberapa komunitas yang menghimpun anak-anak muda untuk bershalawat bersama, dengan diiringi hadroh. Kemunculan hadroh dan komunitasnya menjadi harapan bahwa anak muda mau berkhusyu dan berasyik masyuk dalam kecintaan kepada agama dan Rasulullah, secara menyenangkan.
“Untuk itu, lomba kali ini, hendaknya dimaknai sebagai ajang untuk saling berbagi semangat, berbagi kreasi, berbagi ilmu dan pengalaman, untuk kemudian sama-sama mengembangkan hadrah. Lebih penting lagi adalah untuk sama-sama membawakan Islam yang teduh dan santun,” imbuhnya.
Berkaitan dengan lomba baca kitab, Wabup memandang event ini bukan hanya sekadar lomba untuk memperebutkan juara saja, namun harus menjadi penyebaran nilai-nilai keislaman. Dengan begitu kelak akan lahir kader ulama berkualitas.
“Saya berharap ke depan tumbuh kader ulama milenial masa kini, yang berkualitas, cerdas, pintar pandai membaca situasi kekinian, sekaligus istiqamah mendakwahkan nilai-nilai ke-Islaman,” harapnya.








Saat ini belum ada komentar