Istri Alami Gangguan Jiwa, Warga Totogan Bersama Dua Anaknya yang Masih SD Terpaksa Tinggal di Gubuk Reot
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 17 Jun 2023
- visibility 2.309
- comment 0 komentar

Gubuk reot tempat tinggal Sarjum dan dua anaknya. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
Sarjum menyambut baik tawaran Bupati untuk menyekolahkan anaknya di pondok. Namun anaknya masih belum mau karena masih ingin dekat dengan ibu dan bapaknya.
“Tadi ditanya anaknya belum mau pisah sama ibunya. Paling nanti kalau SMP, karena sekarang masih kelas 4 SD, yang kecil kelas 1 SD,” ucap Sarjum.
Miskin Ekstrem, Sarjum Tidak Masuk DTKS

Bupati Kebumen bersama Sarjum dan dua anaknya. (Foto: Dok. Pemkab Kebumen)
Kepala Desa Totogan Kecamatan Karangsambung Edi Muhajirin menyatakan warganya Sarjum, selama ini hanya mendapat bantuan BLT-DD. Dia tidak mendapat bantuan lain seperti PKH dan juga RTLH, karena Sarjum belum masuk DTKS, karena awalnya nikah siri, dan bukan dari warga setempat.
“Dulu awalnya dapat PKH, tapi sekarang tidak karena dia pindahan dari dusun luar, bukan asli sini. Kemudian rumah yang ditinggali juga rumah mertua, anaknya ada tiga. Istri Sarjum salah satunya dia anak pertama. Jadi itu rumah masih milik mertua belum dibagi,” ujar Edi Muhajirin.
Baca Juga: Jawa Tengah Nomor Tiga Kantong Pekerja Migran Indonesia, Berikut 7 Kabupaten Penyumbang Terbanyak
Menurut Edi, bantuan PKH dan RTLH datanya mengacu pusat. Ketika namanya tidak ada, ia pun tidak bisa berbuat apa-apa. Namun ia mengaku sudah lama mengusulkan.
“Jadi dia hanya dapat bantuan BLT dari Dana Desa. Sudah kami usulkan tapi memang belum masuk,” ucapnya.







Saat ini belum ada komentar