Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Gerakan Pangan Murah di Purworejo
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 8 Jul 2025
- visibility 780
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi meninjau Gerakan Pangan Murah di Purworejo. (Foto: Humas Jateng)
Adapun komoditas yang dijual dalam GPM antara lain;
- Beras 10 ton, harga normal Rp13.500/kg, disubsidi Rp2.500/kg menjadi Rp11.000/kg
- Minyak goreng 2.000 liter, harga normal Rp18.000/liter, disubsidi Rp4.000/liter, menjadi Rp 14.000/liter.
- Telur ayam ras 1 ton, harga normal Rp 28.000/kg, disalurkan dengan harga Rp 24.000/kg.
- Gula pasir 500 kg, harga normal Rp 17.500/kg, disalurkan dengan harga Rp 15.000/kg.
- Bawang putih 250 kg, harga normal Rp 36.000/kg, disalurkan dengan harga Rp 28.000/kg/
- Bawang Merah, harga normal Rp 50.000/kg, disalurkan dengan harga Rp 40.000/kg; dan
- Cabai Rawit Merah, harga normal Rp 50.000/kg, disalurkan dengan harga Rp 30.000/kg.
“Kegiatan ini adalah dengan memberikan bahan pokok murah atau subsidi. Intervensi pemerintah ini dalam rangka penetrasi harga agar terjangkau oleh masyarakat, kemudian inflasi kita bisa dijaga,” jelasnya didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, dan Bupati Purworejo, Yuli Hastuti.
Hal yang Memperngaruhi Harga Kebutuhan Pokok
Menurut Luthfi, kenaikan harga beras yang ada di beberapa daerah akan ditindaklanjuti segera bersama dengan Bulog. Apalagi saat ini sudah masuk musim panen sehingga penetrasi akan dilakukan agar tidak terjadi kenaikan harga yang tinggi tetapi masih dapat menjaga harga nilai tukar petani.
“Kenaikan harga kebutuhan pokok dipengaruhi oleh beberapa hal, saat ini juga musim anak masuk, kebutuhan meningkat dan sebagainya, sehingga negara harus hadir dalam rangka penetrasi harga,” jelasnya.








Saat ini belum ada komentar