Breaking News
light_mode
Beranda » News » Banyak Jadwal Pentas Wayang Batal, Ini yang Dilakukan Dalang Ki Langgeng Hidayat

Banyak Jadwal Pentas Wayang Batal, Ini yang Dilakukan Dalang Ki Langgeng Hidayat

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Rab, 6 Mei 2020
  • visibility 5.722
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pandemi Covid-19 yang melanda saat ini benar-benar membikin limbung para pekerja seni. Hal serupa juga dirasakan para seniman tradisional seperti kesenian wayang kulit. Satu di antaranya turut terdampak adalah dalang wayang kulit Ki Langgeng Hidayat.

Kebijakan pemerintah menerapkan pembatasan fisik dan sosial guna memutus mata rantai penularan virus Corona membawa berdampak turunan. Yakni pelarangan kegiatan yang melibatkan orang banyak, termasuk di dalamnya pergelaran wayang kulit.

Belum lagi maklumat Kapolri Nomor: Mak/2/III/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) membawa konsekuensi pidana. Jika nekat menggelar kegiatan, bakal dibubarkan oleh aparat kepolisian.

Jadwal Pementasan Wayang Kulit Dibatalkan

Secara otomatis banyak jadwal pementasan wayang kulit yang terpaksa dibatalkan. Pada bulan April 2020 misalnya Ki Langgeng telah membatalkan lima jadwal mendalang. Sedangkan pada bulan Mei 2020 dia juga telah membatalkan delapan pementasan wayang kulit.

Dengan pembatalan seperti ini tentu saja sangat dirasakan dampaknya secara ekonomi. Apalagi dalam managemennya, Ki Langgeng mempunyai 60 orang crew yang ikut mendukung pentasnya.

“Dengan tidak ada pentas wayang, tentu saja para crew juga tidak memiliki pendapatan,” ujar Ki Langgeng Hidayat saat ditemui di kediamannya di Dukuh Serang RT 01 RW 01 Desa Rangkah, Kecamatan Buayan, Kebumen.

Tetap Berkarya di Tengah Wabah Corona

Meskipun tetap di rumah saja Ki Langgeng Hidayat tetap berkarya dengan cara membuat wayang kulit. Di pendopo rumahnya, setiap hari dia menyulap kulit sapi atau kerbau menjadi sebuah karya seni yaitu wayang kulit.

Mulai ngemal untuk mewujudkan karakter, memahat, hingga mewarnai hingga nyungging dilakukan setiap hari untuk mengisi waktu luang.

“Untuk pengerjaan pembuatan wayang memerlukan waktu rata-rata satu minggu. Tetapi untuk membuat gunungan memerlukan waktu lebih lama karena tingkat kesulitannya,” katanya.

Ajak Masyarakat Berdoa Pagebluk Segera Berakhir

Menyikapi kondisi saat ini, Ki Langgeng berharap kepada masyarakat untuk bersabar dan menyakini sebagai pagebluk. Dia juga mengajak masyarakat tetap berdoa dan meminta dan harus percaya sesuai keyakinannya bahwa pagebluk ini akan segera berakhir.

“Hal ini mungkin karena kita kurang berhati-hati oleh karena itu kita tetap waspada dan untuk menjaga kesehatan,” ujarnya. (rtn)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memahami Pentingnya SPAB Dalam Program JRCS Bersama PMI Kebumen

    Memahami Pentingnya SPAB Dalam Program JRCS Bersama PMI Kebumen

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.665
    • 0Komentar

    KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Menyadari pentingnya Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) khususnya bencana gempa bumi dan tsunami, maka Palang Merah Jepang atau Japanesse Red Cross Society (JRCS) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen mengadakan kegiatan analisis kajian risiko kebencanaan kepada warga sekolah. Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 1 Tanggulangin Klirong pada Rabu, 22 Juni […]

  • Ruang Publik Hidup, Budaya Lestari: Pentas Wayang Orang di Alun-Alun Pancasila

    Ruang Publik Hidup, Budaya Lestari: Pentas Wayang Orang di Alun-Alun Pancasila

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.611
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Rintik hujan yang sempat mengguyur tak mengurangi antusiasme masyarakat untuk datang ke Alun-alun Pancasila Kebumen, Jumat malam 27 Maret 2026. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyaksikan pementasan wayang orang bertajuk “Sang Srikandi” yang dibawakan oleh Sanggar Budaya Larasati. Asisten Sutradara pementasan, Eko Haryono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Dinas Pariwisata […]

  • DPRD Kebumen

    Anggota Mangkir, DPRD Kebumen Gagal Rapat Paripurna Penyampaian Raperda APBD 2025

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.333
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – DPRD Kebumen gagal melaksanakan rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kebumen tentang APBD Tahun Anggaran 2025, Senin 14 Oktober 2024. Kegagalan rapat paripurna itu lantaran peserta rapat dari anggota dewan tidak kuorum. Hingga pukul 12.28 WIB baru ada 16 wakil rakyat dari total 50 anggota yang menandatangani daftar kehadiran […]

  • Persak Kebumen

    Hat-trick Al Ahmad, Persak Kebumen Taklukkan Persikama 4-0

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Giyono Padmo
    • visibility 899
    • 0Komentar

    PURWOREJO (KebumenUpdate.com) – Persak Kebumen tampil perkasa saat menjamu Persikama Kabupaten Magelang pada lanjutan babak penyisihan Grup F Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026. Bermain di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo, Rabu 14 Januari 2026, Laskar Joko Sangkrip menang telak dengan skor 4–0. Dari empat gol yang dihasilkan, Al Ahmad Vebiyanto mencetak tiga gol alias hat-trick. […]

  • Dari Pengering Padi hingga Smart Parking: Mahasiswa UPB Unjuk Gigi Lewat Pameran CODEX 2

    Dari Pengering Padi hingga Smart Parking: Mahasiswa UPB Unjuk Gigi Lewat Pameran CODEX 2

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 470
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) — Universitas Putra Bangsa (UPB) sukses menggelar puncak rangkaian kegiatan Computing and Data Exhibition (CODEX 2) 2026 melalui pameran yang menampilkan berbagai karya inovatif mahasiswa berbasis teknologi hijau (Green Tech). Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UPB menghadirkan sebanyak 22 produk dan proyek unggulan hasil pembelajaran semester genap tahun akademik 2025-2026. Dekan Fakultas Sains […]

  • Saliman

    Saliman, Warga Kebumen yang Bertahun-tahun Tinggal Sendirian di Kuburan

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 15.480
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bagi sebagian orang area pemakaman adalah kawasan yang terkesan angker maupun horor. Tetapi tidak bagi Saliman (66), area pemakaman umum justru menjadi tempat tinggalnya. Bertahun-tahun Saliman tinggal sendirian di sebuah gubuk yang dia bangun di tengah area pemakaman umum di Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. 1. Mirip Kandang, Berdiri […]

expand_less