Waspadai Pelanggaran Saat Masa Tenang Pemilu, Apa Saja?
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 12 Apr 2019
- visibility 2.740
- comment 0 komentar

Poster ajakan untuk menolak politik uang. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KebumenUpdate. Tahapan Pemilu serentak, Minggu (14/4/2019) akan memasuki masa tenang. Selama tiga hari masa tenang diwaspadai munculnya praktik politik uang. Sebagai bentuk antisipasi, Bawaslu Kebumen membentuk tim patroli pengawasan masa tenang.
Ketua Bawaslu Kebumen, Arif Supriyanto mengatakan, politik uang merupakan potensi pelanggaran yang paling diwaspadai saat masa tenang. Selain melanggar aturan, politik uang juga merusak tatanan demokrasi, menurunkan martabat kemanusiaan. Dia mengajak seluruh elemen untuk menolak dan melawan politik uang.
“Ini sekaligus edukasi masyarakat bahwa Pemilu bukan hanya kontestasi segelintir elit politik,” ungkap Arif Supriyanto kepada wartawan di sela-sela apel siaga pengawasan Pemilu di Alun-alun Kebumen, Jumat (12/4/2019).
Apel siaga diikuti sekitar 700 peserta yang terdiri atas Bawaslu, Panwas Kecamatan, hingga perwakilan pengawas TPS. Hadir Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, Kapolres Kebumen AKBP Robert Pardede, Komandan Kodim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang, Sekda Ahmad Ujang Sugiono.
Usai apel dilanjutkan dengan pawai keliling kota. Dengan membawa poster-poster ajakan menggunakan hak pilih, menolak politik uang, menghentikan kabar bohong
Isu SARA
Untuk mencegah pelanggaran pemilu, lanjut Arif Supriyanto, Bawaslu menerjunkan tim patroli pengawasan yang akan bertugas 24 jam selama masa tenang. Selain politik uang, Bawaslu juga mewaspadai adu domba melalui isu SARA, berita bohong, maupun ujaran kebencian yang sengaja disebarkan.
“Kami memang sudah mendapatkan laporan adanya praktik pembagian uang dengan amplop. Kami masih mendalami kebenaran informasi tersebut,” ujar Arif.
Selain itu, Bawaslu juga melakukan pengawasan ketat terhadap logistik pemilu untuk mencegah terjadinya pelanggara. Pengawalan distribusi logistik dengan pola melekat hingga sampai ke TPS.
Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz mengungkapkan, peran Bawaslu sangat penting dalam mewujudkan pemilu adil, jujur dan demokratis. Menurutnya, sinergitas penyelenggara pemilu dengan pemerintah dan semua pihak mutlak dibutuhkan. Namun demikian, dia mengingatkan sinergitas harus tetap berpedoman perundang-undangan yang berlaku.
“Harapannya tentu pemilu yang berlangsung sesuai dengan ketentuan dan norma yang berlaku,” ucapnya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar