Diterpa Isu Politik Uang, Arif-Rista Optimistis Menang Tanpa Wuwuran
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 8 Des 2020
- visibility 2.110
- comment 0 komentar

Ketua Tim Pemenangan Paslon Arif-Rista Saiful Hadi SIKom didampingi Sekretaris Drs Lulus Triparyadi menyampaikan keterangan pers. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH – Hj Ristawati Purwaningsih SST MM (Arif-Rista) optimistis akan menang Pilbup Kebumen tanpa praktik politik uang alias wuwuran.
Ketua Tim Pemenangan Paslon Arif-Rista Saiful Hadi SIKom mengatakan bahwa ada beberapa pihak yang bertanya apakah tim Arif-Rista akan melakukan money politik. Adapula yang menyebar isu bahwa tim Arif-Rista akan money politik.
“Secara tegas kami menyatakan bahwa tidak akan melakukan gerakan money politik atau wuwur, karena hal itu melanggar undang-undang Pilkada,” ujar Saiful Hadi didampingi Sekretaris Drs Lulus Triparyadi di Posko Pemenangan Arif-Rista Griya Sesarengan, Senin 7 Desember 2020.
Isu Bagi-bagi Uang di 10 Titik
Untuk itu, imbuh Saiful yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen, jika ada seseorang atau pihak-pihak tertentu melakukan gerakan money politik mengatasnamakan tim pemenangan Arif-Rista atau mengatasnamakan utusan dari paslon Arif-Rista pihaknya menyatakan hal itu tidak benar.
“Kami menerima laporan ada 10 titik ada orang yang mengaku hari ini akan dikirim dana untuk dibagi-bagi dengan mengatasnamakan tim Arif-Rista. Mereka bukan pengurus partai dan bukan tim resmi kami. Ini isu meresakan, termasuk bagi tim Arif-Rista yang sudah bekerja keras,” imbuhnya.
Botoh Pelaku Praktik Taruhan
Saiful mensinyalir bahwa isu tersebut dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu agar paslon Arif-Rista melanggar hukum dan dikenai sanksi. Bisa juga hal itu dilakukan oleh botoh-botoh yang sedang melakukan praktik taruhan.
“Kami percaya prakti wuwuran melanggar Undang-undang dan menciderai demokrasi,”ujar Saiful.
Saiful menambahkan bahwa pernyataan tersebut sebagai sikap resmi untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak yang sengaja membuat kegaduhan politik dengan tujuan untuk mendiskualifikasi pasangan Arif-Rista karena dianggap melanggar aturan Pilkada dengan cara money politik. (smn)








Saat ini belum ada komentar