7 Tanda HNP yang Sering Dianggap Masuk Angin atau Pegal Biasa
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 9 Mei 2025
- visibility 253
- comment 0 komentar

Image by Povozniuk from Getty Images
PERNAH merasa punggung nyeri, kesemutan di kaki, atau leher kaku tapi kamu anggap cuma kecapekan atau masuk angin? Hati-hati, bisa jadi itu gejala awal Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau yang lebih dikenal sebagai saraf kejepit.
Masalahnya, banyak penderita HNP baru menyadari kondisinya saat sudah parah. Padahal, mengenali gejala sejak dini bisa mencegah kerusakan saraf permanen.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Wamlana pafiwamlana.org memberikan penjelasan mengenai tanda HNP yang sering dianggap sepele.
Ini 7 Gejala HNP yang Sering Dianggap Sepele:
-
Nyeri pinggang menjalar ke kaki (sciatica)
Rasa nyeri seperti kesetrum, biasanya hanya di satu sisi kaki, dari bokong hingga betis. -
Kesemutan atau mati rasa
Terasa seperti “kesemutan kronis” di telapak kaki atau tangan, tergantung lokasi saraf yang terjepit. -
Leher atau punggung kaku
Dirasakan seperti salah bantal atau “masuk angin”, tapi tak kunjung membaik meski sudah dipijat. -
Otot melemah
Kaki atau tangan terasa lemas, sulit diangkat, bahkan gampang tersandung saat jalan. -
Rasa nyeri bertambah saat duduk atau membungkuk
Duduk lama justru memperburuk rasa nyeri, apalagi tanpa penopang punggung. -
Tidak nyaman saat batuk atau bersin
Tekanan dari batuk atau bersin bisa memperparah rasa nyeri karena desakan pada saraf. -
Gangguan buang air kecil atau besar (gejala lanjut)
Jika sudah terkena cauda equina syndrome, ini darurat dan perlu tindakan medis segera.
Jangan Remehkan Nyeri Kecil
Menurut jurnal BMJ Clinical Evidence, banyak kasus HNP yang terlambat ditangani berakhir dengan penurunan kualitas hidup, bahkan harus operasi. Mengenali gejala dengan tepat bisa menyelamatkan saraf dari kerusakan lebih lanjut.
Sumber:
- National Institute of Neurological Disorders and Stroke (ninds.nih.gov)
- BMJ Clinical Evidence – Herniated disc symptoms and outcomes
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif. Jika kamu mengalami gejala serupa, segera konsultasikan ke dokter spesialis saraf atau ortopedi untuk pemeriksaan lebih lanjut.







Saat ini belum ada komentar